Google Messages Desain Ulang Menu Tekan Lama demi Kenyamanan Satu Tangan
Bayangkan Anda menerima pesan berisi alamat lengkap dari teman, lalu hanya perlu menyalin nama jalannya saja. Selama ini, di banyak aplikasi pesan, Anda terpaksa menyalin seluruh isi gelembung chat, m...
Bayangkan Anda menerima pesan berisi alamat lengkap dari teman, lalu hanya perlu menyalin nama jalannya saja. Selama ini, di banyak aplikasi pesan, Anda terpaksa menyalin seluruh isi gelembung chat, menempelkannya di tempat lain, baru menghapus bagian yang tidak perlu. Kerumitan kecil yang terjadi berulang kali setiap hari ini tampaknya disadari betul oleh Google. Raksasa teknologi itu kini memperluas akses beta untuk desain ulang menu tekan lama (long-press) di aplikasi Google Messages, dengan dua fokus utama: kenyamanan penggunaan satu tangan dan kemampuan menyalin teks secara lebih presisi.
Inovasi ini mungkin terlihat sepele di atas kertas. Namun, mengingat Google Messages adalah aplikasi bawaan di jutaan ponsel Android sekaligus tulang punggung layanan RCS (Rich Communication Services, standar pesan teks modern pengganti SMS), perubahan kecil pada antarmukanya berpotensi menyentuh keseharian ratusan juta pengguna di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Apa yang Berubah dari Menu Tekan Lama?
Selama ini, ketika pengguna menekan lama sebuah pesan, Google Messages menampilkan menu pilihan yang melayang di dekat gelembung pesan, sering kali di tengah atau bagian atas layar. Pada ponsel modern yang bentang layarnya rata-rata sudah di atas 6,5 inci, posisi semacam itu memaksa ibu jari meregang jauh, atau bahkan mengharuskan tangan kedua ikut turun membantu.
Desain ulang yang tengah diuji mengubah pendekatan tersebut. Menu kontekstual kini ditata ulang agar lebih mudah dijangkau, dengan susunan opsi yang lebih ringkas dan logis. Pilihan seperti balas, salin, teruskan, tandai berbintang, hingga hapus disusun berdasarkan frekuensi pemakaian. Ibarat merapikan laci perkakas: alat yang paling sering dipakai diletakkan paling depan, bukan ditumpuk acak.
Menyalin Teks Kini Lebih Presisi
Perubahan paling terasa ada pada fitur penyalinan teks. Sebelumnya, menekan opsi salin berarti menyalin seluruh isi pesan tanpa kecuali. Dengan desain baru, pengguna dimungkinkan memilih hanya bagian teks yang dibutuhkan, misalnya kode OTP (One-Time Password, kata sandi sekali pakai), nomor rekening, atau potongan alamat, langsung dari menu tekan lama tanpa membuka pesan secara penuh.
Bagi pengguna Indonesia yang saban hari berurusan dengan kode verifikasi perbankan, nomor resi belanja daring, atau alamat pengiriman yang panjang, implementasi fitur ini jelas meningkatkan efisiensi. Tidak perlu lagi bolak-balik antara aplikasi pesan dan catatan hanya untuk memotong satu kalimat.
Dirancang untuk Era Ponsel Layar Besar
Langkah Google ini sejalan dengan tren desain antarmuka yang dikenal sebagai one-handed usability atau kegunaan satu tangan. Prinsipnya sederhana: elemen interaktif sebaiknya berada di area yang mudah dijangkau ibu jari, umumnya sepertiga bagian bawah layar. Ibarat rak di dapur, barang yang sering dipakai sebaiknya tidak diletakkan di rak paling atas.
Dalam beberapa tahun terakhir, Google memang gencar merapikan ekosistem aplikasinya lewat bahasa desain Material You, yang menekankan personalisasi warna, tombol berukuran besar, dan tata letak ramah jari. Desain ulang menu tekan lama di Messages bisa dibaca sebagai kelanjutan dari agenda tersebut, sekaligus upaya menjaga konsistensi pengalaman pengguna di seluruh platform Android.
Kapan Pengguna Umum Kebagian?
Uji coba fitur ini pertama kali terendus pada Januari 2026 lewat kanal beta Google Messages. Kini, sebulan berselang, Google memperluas aksesnya ke lebih banyak penguji. Ini sinyal bahwa pengembangan berjalan mulus dan fitur tersebut kemungkinan besar siap naik kelas ke versi stabil.
Bagi yang ingin mencicipi lebih dulu, caranya adalah mendaftar sebagai penguji beta Google Messages melalui halaman aplikasi di Google Play Store, lalu memperbarui aplikasi ke versi terbaru. Perlu dicatat, peluncuran fitur semacam ini biasanya dilakukan bertahap dari sisi server, sehingga dua pengguna dengan versi aplikasi yang sama bisa saja mendapatkan tampilan berbeda.
Belum ada tanggal resmi kapan desain baru ini menyapa seluruh pengguna. Namun jika mengacu pada pola peluncuran Google sebelumnya, fitur yang sudah diperluas di kanal beta umumnya tiba di versi stabil dalam hitungan minggu. Para pengguna setia aplikasi pesan hijau ini tampaknya tinggal menunggu waktu sebelum ibu jari mereka dimanjakan.
Comments (0)