Ducati Dikritik Bak Timnas Spanyol, Tardozzi Tegaskan Bukan Soal Nasionalitas

Kritik pedas mengarah ke Ducati setelah pabrikan asal Italia itu mengumumkan perekrutan Pedro Acosta untuk MotoGP musim depan. Banyak pihak menyebut Ducati

Jul 08, 2026 - 07:20
0 0
Ducati Dikritik Bak Timnas Spanyol, Tardozzi Tegaskan Bukan Soal Nasionalitas

Kritik pedas mengarah ke Ducati setelah pabrikan asal Italia itu mengumumkan perekrutan Pedro Acosta untuk MotoGP musim depan. Banyak pihak menyebut Ducati kini seperti "Timnas Spanyol" karena akan mengandalkan dua pembalap asal Negeri Matador — Acosta dan Marc Marquez. Namun, bos tim Ducati, Davide Tardozzi, dengan tegas menolak anggapan tersebut. Ia menekankan bahwa keputusan merekrut Acosta murni berdasarkan performa dan potensi, bukan karena latar belakang kebangsaannya.

Bukan Soal Paspor, Melainkan Performa

Tardozzi merespons kritik itu dengan tenang namun lugas. Ia menjelaskan bahwa Ducati selalu mendahulukan kualitas seorang pembalap di atas segala pertimbangan lain.

“Saya mendengar komentar itu. Tapi bagi kami, warna paspor tidak pernah menjadi faktor. Yang kami lihat hanyalah seberapa cepat seorang pembalap bisa melaju dan bagaimana ia bekerja dengan tim. Pedro membuktikan itu semua,” ujar Tardozzi.

Pernyataan ini menegaskan filosofi Ducati yang pragmatis: memilih pembalap berdasarkan data dan hasil, bukan sentimen nasionalisme. Acosta, yang baru berusia 21 tahun, dianggap sebagai salah satu talenta paling cemerlang di MotoGP. Debutnya yang mengesankan bersama tim satelit KTM telah menarik perhatian banyak pabrikan besar.

Duet Spanyol di Garasi Ducati

Musim depan, garasi Ducati akan dihuni dua pembalap Spanyol yang mewakili dua generasi berbeda: Marc Marquez (sang veteran peraih delapan gelar dunia) dan Pedro Acosta (sang penantang muda dengan segudang potensi). Kombinasi ini disebut-sebut sebagai duet paling eksplosif di grid.

Perekrutan Acosta sendiri merupakan langkah antisipasi Ducati setelah Francesco Bagnaia memutuskan hengkang ke Aprilia. Bagnaia, yang merupakan pembalap Italia, menjadi sosok sentral dalam dominasi Ducati beberapa tahun terakhir. Kepergiannya menyisakan kekosongan yang butuh segera diisi oleh talenta sekaliber Acosta.

Mengapa Kritik “Timnas Spanyol” Muncul?

Sebutan “Timnas Spanyol” muncul dari komunitas MotoGP karena dominasi pembalap Spanyol di era modern. Ducati, yang notabene adalah pabrikan Italia, sebelumnya memiliki komposisi pembalap yang lebih beragam, termasuk Bagnaia asal Italia. Dengan bergabungnya Acosta, komposisi ini berubah menjadi sepenuhnya Spanyol, memicu kekhawatiran tentang identitas tim.

Namun Tardozzi tidak khawatir. Ia mengingatkan bahwa masa depan Ducati dibangun di atas hasil balapan, bukan sentimen publik.

“Saya paham ada opini publik. Namun yang kami pedulikan adalah podium, poin, dan kejuaraan. Acosta bersama Marc bisa mewujudkan itu,” tegasnya.

Poin Penting

  • Ducati merekrut Pedro Acosta untuk musim MotoGP mendatang, menggantikan Francesco Bagnaia yang pindah ke Aprilia.
  • Bersama Marc Marquez, Acosta menjadikan komposisi pembalap Ducati sepenuhnya dari Spanyol, sehingga memunculkan kritik “Timnas Spanyol”.
  • Davide Tardozzi menegaskan keputusan ini murni berdasarkan performa dan data, bukan karena nasionalitas pembalap.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User