Dua Serangan Bom Guncang Kolombia Usai Pelantikan Presiden de la Espriella
TERDEPAN.ID — Hanya sehari setelah resmi dilantik sebagai presiden, Abelardo de la Espriella langsung menghadapi ujian berat pertamanya. Dua serangan bom m
TERDEPAN.ID — Hanya sehari setelah resmi dilantik sebagai presiden, Abelardo de la Espriella langsung menghadapi ujian berat pertamanya. Dua serangan bom mengguncang Kolombia dalam waktu berdekatan: satu ledakan menghancurkan gardu tol jalan raya di dekat kota Cali dan melukai dua orang, sementara serangan terpisah di wilayah utara menewaskan seorang anggota polisi.
Serangan ganda ini menjadi tantangan langsung bagi pemerintahan baru yang sejak masa kampanye mengusung pendekatan garis keras terhadap kekerasan yang telah lama melanda negara Amerika Selatan tersebut. De la Espriella bahkan bersumpah di media sosial bahwa pelaku kekerasan tidak akan mendapatkan ampun.
"Tidak akan ada keringanan," tegas de la Espriella melalui akun media sosialnya, merespons gelombang serangan yang terjadi hanya selang sehari setelah pelantikannya sebagai presiden.
Kronologi Dua Serangan Bom
- Serangan di dekat Cali: Militer Kolombia menyatakan kelompok pembangkang FARC menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan sebuah gardu tol jalan raya di dekat kota Cali, di barat daya negara itu. Ledakan tersebut melukai dua orang.
- Serangan di Cesar: Sekitar 1.000 kilometer dari lokasi pertama, tepatnya di departemen Cesar di wilayah utara Kolombia, seorang anggota kepolisian tewas dalam serangan terpisah.
- Respons pemerintah: Presiden de la Espriella merespons dengan janji penindakan tanpa kompromi, menegaskan tidak akan ada keringanan bagi pelaku.
Jarak yang sangat jauh antara dua lokasi serangan menunjukkan kemampuan jangkauan kelompok bersenjata di Kolombia, sekaligus menggambarkan kompleksitas ancaman keamanan yang kini harus dihadapi pemerintahan baru di Bogotá.
Agenda Tangan Besi Sang Presiden Baru
De la Espriella memenangkan kepercayaan publik dengan janji pendekatan tanpa kompromi terhadap kekerasan yang terus berkecamuk di Kolombia. Sepanjang kampanye, ia berulang kali menekankan bahwa negara harus kembali menegakkan otoritasnya atas wilayah-wilayah yang selama ini dikuasai kelompok bersenjata.
Kini, kurang dari 24 jam setelah pengucapan sumpah jabatan, janji-janji tersebut langsung diuji di lapangan. Dua serangan bom yang terjadi hampir bersamaan di ujung barat daya dan utara negara itu menjadi pesan tersirat bahwa kelompok-kelompok bersenjata tidak berniat memberi ruang bagi pemerintahan baru.
Pengamat keamanan menilai hari-hari pertama pemerintahan de la Espriella akan sangat menentukan. Respons yang diambil istana kepresidenan terhadap serangan ini akan menjadi tolok ukur awal apakah retorika garis keras sang presiden mampu diterjemahkan menjadi strategi keamanan yang efektif di lapangan.
Bayang-bayang Kekerasan FARC di Kolombia
Kelompok yang dituding militer sebagai pelaku serangan di dekat Cali adalah faksi pembangkang FARC — sisa-sisa gerilyawan yang menolak meletakkan senjata. Kelompok-kelompok pembelot ini terus beroperasi di berbagai wilayah Kolombia, menguasai jalur ekonomi ilegal dan kerap menargetkan infrastruktur publik serta aparat keamanan.
Serangan terhadap gardu tol dan aparat kepolisian bukanlah pola baru. Selama bertahun-tahun, kelompok bersenjata di Kolombia kerap menghancurkan infrastruktur transportasi sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah, sekaligus alat unjuk kekuatan kepada masyarakat sipil.
Bagi warga Kolombia, dua ledakan di awal pemerintahan baru ini menghidupkan kembali kekhawatiran lama akan eskalasi kekerasan. Bagi de la Espriella, ini adalah panggung pertamanya sebagai panglima tertinggi — dan dunia kini menyaksikan bagaimana ia menjawab tantangan tersebut. Jurnalis Antonia Kerrigan melaporkan.
[SOCIAL_TWEET]: Sehari usai dilantik, Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella langsung diuji: dua serangan bom guncang Cali dan Cesar. Ia bersumpah tanpa ampun bagi pelaku. 🇨🇴💥[SOCIAL_TG]: 🚨 KOLOMBIA DIGUNCANG BOM: Dua serangan terjadi sehari usai pelantikan Presiden de la Espriella 💥 | Gardu tol dekat Cali hancur, 2 terluka | 1 polisi tewas di Cesar | Presiden: "Tidak akan ada ampun" 🇨🇴
Comments (0)