Dokter Muda di Timor Tengah Utara Tewas Gantung Diri, Keluarga Sebut Depresi Akibat Intimidasi Dua Anggota DPRD
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke psikolog, psikiater, atau fasilitas kesehatan mental terdekat.
Seorang dokter bernama dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa Icha, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di kediamannya di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Perempuan berusia 27 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Sabtu (27/6/2026) sore.
Paman korban yang juga bertindak sebagai juru bicara keluarga, Fabianus Banase, mengungkapkan bahwa jenazah dr. Icha pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga di lantai dua rumah sekitar pukul 17.55 WITA. Fabianus menyebut keponakannya itu sempat menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa sebelum kejadian dan hasilnya menunjukkan adanya gangguan psikologis berat.
"Ditemukan gantung diri di lantai dua sekitar pukul 17.55 Wita. Dari hasil pemeriksaan kesehatan jiwa, almarhum ini mengalami guncangan hebat hingga melakukan percobaan bunuh diri," kata Fabianus saat ditemui di rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6/2026).
Pihak keluarga meyakini bahwa tindakan nekat tersebut dipicu oleh tekanan psikologis yang dialami korban setelah diduga mendapat intimidasi dari dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten TTU. Meski belum merinci bentuk intimidasi yang dimaksud, keluarga menyatakan kondisi mental dr. Icha terus memburuk sejak berurusan dengan kedua wakil rakyat tersebut.
Kabar duka ini sontak mengundang perhatian publik dan memunculkan desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut dugaan intimidasi yang menimpa almarhumah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian setempat maupun dua anggota DPRD yang disebut-sebut terlibat dalam kasus ini. Masyarakat kini menanti transparansi dari proses penyelidikan untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum dokter muda itu memutuskan mengakhiri hidupnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa kesehatan mental merupakan aspek krusial yang tidak boleh diabaikan, terutama bagi individu yang menghadapi tekanan eksternal berat. Dukungan dari lingkungan sekitar, akses terhadap konseling profesional, serta kesadaran untuk tidak melakukan perundungan dalam bentuk apa pun menjadi kunci mencegah tragedi serupa terulang. Redaksi Terdepan.id mengimbau siapa pun yang sedang bergumul dengan pikiran untuk menyakiti diri sendiri agar segera mencari bantuan dari psikolog, psikiater, atau layanan darurat kesehatan jiwa terdekat. Informasi ini dihimpun oleh Terdepan.id dari pernyataan keluarga korban dan tidak dimaksudkan untuk memperkeruh keadaan sebelum ada hasil investigasi resmi.
Comments (0)