Dokter Anak Ungkap Tanda Tantrum yang Perlu Dicurigai Orangtua

JAKARTA — Dokter spesialis anak Jessica Sugiharto mengingatkan para orangtua agar tidak menganggap remeh kondisi tantrum yang kerap dialami anak. Menurutny

Dokter Anak Ungkap Tanda Tantrum yang Perlu Dicurigai Orangtua

JAKARTA — Dokter spesialis anak Jessica Sugiharto mengingatkan para orangtua agar tidak menganggap remeh kondisi tantrum yang kerap dialami anak. Menurutnya, ada sejumlah tanda yang perlu dicurigai karena bisa mengindikasikan adanya gangguan perkembangan atau masalah kesehatan tertentu pada anak.

Tantrum merupakan ledakan emosi yang umum terjadi pada anak usia 1 hingga 4 tahun. Pada rentang usia tersebut, anak belum mampu mengungkapkan keinginan dan perasaannya lewat kata-kata, sehingga rasa frustrasi diluapkan melalui tangisan, teriakan, hingga berguling-guling di lantai.

Memahami Fase Tantrum pada Anak

Jessica menjelaskan bahwa tantrum sebenarnya merupakan fase normal dalam tumbuh kembang anak. Hampir semua anak mengalaminya, terutama ketika merasa lelah, lapar, mengantuk, atau ketika keinginannya tidak dipenuhi oleh orangtua.

Kendati demikian, ia menekankan bahwa tidak semua tantrum bisa dianggap wajar. "Orangtua perlu jeli membedakan tantrum yang masih normal dengan tantrum yang sudah mengarah pada masalah. Jangan semuanya dianggap fase biasa," kata Jessica.

Tanda-Tanda Tantrum yang Perlu Dicurigai

Menurut Jessica, ada sejumlah tanda bahaya atau red flags yang patut diwaspadai orangtua ketika anak kerap mengalami tantrum, di antaranya:

  1. Durasi terlalu lama — tantrum berlangsung lebih dari 15 hingga 25 menit dan anak sulit ditenangkan.
  2. Frekuensi sangat sering — terjadi berkali-kali dalam sehari dan hampir setiap hari.
  3. Anak melukai diri sendiri — misalnya membenturkan kepala ke dinding atau lantai, menggigit tangan sendiri, atau mencakar wajahnya.
  4. Melukai orang lain — anak menjadi agresif, memukul, menendang, atau menggigit orang di sekitarnya.
  5. Menahan napas — hingga wajah membiru atau bahkan pingsan saat tantrum berlangsung.
  6. Terjadi di usia lebih tua — tantrum intens masih muncul saat anak berusia di atas 4 hingga 5 tahun.
  7. Disertai gangguan lain — seperti gangguan tidur, gangguan pola makan, atau kemunduran kemampuan bicara dan sosial.

"Kalau tantrumnya sudah berlebihan, sering, lama, disertai perilaku melukai diri sendiri atau orang lain, itu tanda orangtua harus segera berkonsultasi ke dokter. Bisa jadi ada masalah perkembangan atau kondisi medis yang mendasarinya," jelas Jessica.

Kapan Orangtua Harus Membawa Anak ke Dokter

Jessica menyarankan orangtua segera memeriksakan anak ke dokter spesialis anak bila menemukan satu atau lebih tanda di atas. Pemeriksaan dini penting untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan perkembangan seperti keterlambatan bicara (speech delay), spektrum autisme, ADHD, hingga masalah neurologis lainnya.

Semakin cepat ditangani, lanjutnya, semakin besar peluang anak mendapatkan intervensi yang tepat. Sebaliknya, keterlambatan penanganan justru berisiko memperberat kondisi anak di kemudian hari dan memengaruhi kualitas hidupnya saat dewasa.

Sebagai langkah awal, Jessica juga menyarankan orangtua mencatat atau merekam episode tantrum anak. Catatan mengenai durasi, pemicu, frekuensi, dan perilaku yang muncul akan sangat membantu dokter dalam menegakkan diagnosis yang akurat.

Tips Orangtua Menghadapi Anak Tantrum

Untuk tantrum yang masih tergolong normal, Jessica membagikan sejumlah kiat praktis bagi orangtua:

  • Tetap tenang — jangan ikut terpancing emosi karena justru akan memperburuk situasi.
  • Pastikan anak aman — jauhkan dari benda-benda berbahaya saat ia meluapkan emosi.
  • Validasi perasaan anak — tunjukkan bahwa orangtua memahami kekecewaan dan amarahnya.
  • Konsisten dengan aturan — jangan mengubah keputusan hanya karena anak menangis atau berteriak.
  • Alihkan perhatian — berikan distraksi positif setelah emosi anak mulai mereda.
  • Bicara setelah tenang — ajak anak berdiskusi dan memahami perasaannya saat suasana hatinya sudah membaik.

Jessica turut mengingatkan pentingnya memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi, seperti tidur yang cukup, makan teratur, dan waktu bermain berkualitas. Pasalnya, kelelahan dan rasa lapar kerap menjadi pemicu utama ledakan emosi pada anak. Dengan pola asuh yang konsisten dan penuh kehangatan, frekuensi tantrum umumnya akan berkurang seiring bertambahnya usia dan kemampuan berbahasa anak.

[SOCIAL_TWEET]: Orangtua wajib tahu! Dokter spesialis anak Jessica Sugiharto ungkap tanda tantrum yang TIDAK normal: durasi >15-25 menit, melukai diri sendiri, hingga menahan napas. Kenali red flags-nya! #Parenting #TantrumAnak #KesehatanAnak[SOCIAL_TG]: ⚠️ WAJIB TAHU: TANDA TANTRUM BERBAHAYA PADA ANAK\n\nDokter spesialis anak Jessica Sugiharto mengingatkan orangtua untuk mewaspadai tantrum yang:\n• Berlangsung >15-25 menit\n• Terjadi sangat sering\n• Anak melukai diri sendiri/orang lain\n• Menahan napas hingga membiru\n• Masih intens di usia >4-5 tahun\n\nSegera konsultasi ke dokter bila menemukan tanda ini. Info lengkap di Terdepan.id

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User