Di Tengah Serangan Baru AS, Iran Makamkan Ali Khamenei

Teheran, Iran – Setelah melalui rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung selama tujuh hari, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya dikebumikan pada Kamis (9/7)...

Jul 12, 2026 - 05:36
0 0
Di Tengah Serangan Baru AS, Iran Makamkan Ali Khamenei

Teheran, Iran – Setelah melalui rangkaian upacara kenegaraan yang berlangsung selama tujuh hari, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, akhirnya dikebumikan pada Kamis (9/7). Prosesi pemakaman berlangsung di tengah ketegangan yang kian memuncak setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah titik strategis di wilayah barat dan selatan Iran.

Ribuan warga memadati jalan-jalan di pusat kota Teheran untuk memberikan penghormatan terakhir. Meskipun sirene peringatan dini sempat beberapa kali berbunyi selama prosesi, massa yang berduka tetap bertahan, melantunkan doa dan menolak meninggalkan iring-iringan. Pemerintah Iran menyatakan pemakaman tetap dilaksanakan sesuai jadwal sebagai simbol perlawanan dan keteguhan bangsa.

Pekan Duka Nasional yang Dramatis

Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989 hingga akhir hayatnya, meninggal dunia pada 2 Juli lalu akibat komplikasi penyakit yang selama ini dirahasiakan oleh tim medisnya. Kematiannya memicu pengumuman berkabung nasional dan serangkaian ritual adat Syiah yang meliputi pembaringan jenazah di berbagai kota suci. Selama sepekan, jenazah dibawa dari Teheran ke Qom, Mashhad, dan Isfahan, sebelum kembali lagi ke ibu kota untuk pemakaman definitif.

Yang membuat prosesi berbeda dari para pendahulunya adalah bayang-bayang konflik yang terus memburuk dengan Washington. Beberapa jam setelah wafatnya Khamenei diumumkan, jet-jet tempur dan drone AS telah memulai gelombang operasi pengeboman terhadap instalasi yang diduga terkait dengan pengembangan rudal balistik dan program nuklir Iran. Pemerintahan sementara Iran di bawah Dewan Transisi, yang dipimpin oleh figur militer dan ulama senior, menyebut langkah itu sebagai "tindakan pengecut di tengah duka nasional".

Serangan Baru AS dan Arsitektur Target

Menurut pernyataan Pentagon yang dikutip oleh sejumlah media internasional, serangan terbaru tersebut menargetkan pusat perakitan drone Shahed-136 di pangkalan bawah tanah dekat Kermanshah, serta fasilitas pengayaan uranium di Fordow. Pentagon menyebut operasi ini sebagai respons atas ancaman langsung terhadap sekutu regional dan penolakan Iran untuk kembali ke meja perundingan nuklir. Namun, para analis menilai eskalasi ini adalah bagian dari strategi tekanan maksimal yang lebih luas, memanfaatkan masa transisi politik pasca-Khamenei.

Serangan yang dimulai pada dini hari Rabu waktu setempat itu juga mengakibatkan pemadaman listrik di sejumlah provinsi. Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim telah menembak jatuh tiga drone pengintai milik koalisi pimpinan AS di atas wilayah udara Provinsi Khuzestan, meskipun klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen. Situasi semakin kompleks karena kedua pihak saling bertukar peringatan melalui saluran komunikasi tidak langsung.

Konteks Global dan Reaksi Regional

Dewan Keamanan PBB segera mengadakan sesi darurat pada Jumat pagi, namun upaya untuk menghasilkan resolusi gencatan senjata kemungkinan besar akan kandas mengingat posisi keras beberapa anggota tetap. Sementara itu, reaksi dari kawasan pun terbelah. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menyatakan "keprihatinan mendalam" dan menyerukan de-eskalasi, sedangkan koalisi Poros Perlawanan yang mencakup Hizbullah di Lebanon dan milisi di Irak berjanji akan membalas setiap serangan terhadap tanah Iran.

Di dalam negeri, pemakaman Khamenei menjadi momentum penggalangan dukungan bagi Dewan Transisi. Ratusan ribu demonstran yang tadinya turun ke jalan menentang kebijakan ekonomi dan sosial rezim, kini beralih dengan cepat menjadi sukarelawan pertahanan sipil. Pengamat menilai ada unsur nasionalisme yang dimobilisasi, namun juga ketakutan bahwa serangan AS dapat memicu perang regional yang lebih luas dan mengganggu stabilitas seluruh Timur Tengah.

Warisan Khamenei dan Masa Depan Iran

Terlepas dari gejolak militer, sosok Khamenei tetap menjadi pusat ingatan kolektif. Ia meninggalkan warisan berupa negara dengan pengaruh geopolitik yang membentang dari Suriah hingga Yaman, namun juga ekonomi yang babak belur akibat sanksi internasional. Para penerusnya kini dihadapkan pada dilema akut: melanjutkan kebijakan resistensi yang dibangun selama tiga dekade, atau membuka ruang diplomasi untuk meredam pukulan militer AS yang kian membabi buta.

Upacara pemakaman ditutup dengan peletakan batu granit hitam di kompleks Mausoleum Imam Khomeini di selatan Teheran, tempat para pemimpin revolusi disemayamkan. Suara azan magrib mengiringi detik-detik terakhir, berbaur dengan gemuruh jet tempur yang terbang rendah di kejauhan. Iran kini memasuki babak baru – tanpa Khamenei, namun dengan perang yang justru semakin dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User