Claudia Scheunemann Kewalahan Membongkar Benteng Pertahanan Pakistan di Kualifikasi Piala Asia Putri

Tangerang, Terdepan.id — Timnas Indonesia putri harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Pakistan dalam laga kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2

Jul 12, 2026 - 07:59
0 1
Claudia Scheunemann Kewalahan Membongkar Benteng Pertahanan Pakistan di Kualifikasi Piala Asia Putri

Tangerang, Terdepan.id — Timnas Indonesia putri harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Pakistan dalam laga kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 di Indomilk Arena, Rabu (2/7/2025). Meski mendominasi penguasaan bola dan menciptakan lebih dari selusin peluang, pasukan Satoru Mochizuki gagal menaklukkan pertahanan kukuh yang diperagakan para pemain Pakistan.

Babak Pertama: Dominasi Tanpa Hasil

Sejak peluit tanda mulai dibunyikan, Garuda Pertiwi langsung mengambil inisiatif serangan. Claudia Scheunemann, yang menjadi motor serangan dari sisi sayap, berkali-kali menusuk jantung pertahanan Pakistan. Pada menit ke-7, umpan silangnya nyaris disambut striker Marsela Awi, namun kiper Pakistan, Fatima Nasir, dengan sigap memotong bola.

Pakistan, yang datang dengan misi jelas untuk mencuri poin, menerapkan formasi 5-4-1 yang sangat disiplin. Dua bek tengah mereka, Ayesha Khan dan Sana Mahmood, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus. Setiap kali Claudia mencoba melewati bek sayap, selalu ada pemain Pakistan yang siap melakukan double cover. Strategi ini membuat frustrasi pemain Indonesia yang terus mencari celah.

Peluang emas datang di menit ke-33 melalui skema bola mati. Tendangan bebas Zahra Muzdalifah membentur tiang gawang setelah sempat mengenai ujung jari Fatima. Bola muntah disambar Viny Silfianus, tetapi lagi-lagi dihalau oleh Ayesha yang berdiri tepat di garis gawang. Babak pertama berakhir dengan skor kaca mata.

Babak Kedua: Keputusan Taktis yang Belum Membuahkan Gol

Memasuki babak kedua, pelatih Mochizuki memasukkan Sheva Imut untuk menambah daya dobrak. Perubahan ini langsung memberi dampak. Indonesia semakin intens menggempur pertahanan Pakistan. Pada menit ke-55, Claudia kembali menunjukkan akselerasi memukaunya dengan melewati dua pemain Pakistan sebelum melepaskan tembakan mendatar yang sayangnya masih menyamping tipis di sisi kanan gawang.

Frustrasi semakin terasa ketika pada menit ke-68, Reva Octaviani melepaskan tendangan first-time dari luar kotak penalti yang membentur mistar gawang. Ribuan penonton di Indomilk Arena serempak bergemuruh, namun bola kembali tidak mau masuk. Pakistan semakin percaya diri dan sesekali melancarkan serangan balik cepat, meski belum benar-benar mengancam gawang Fani Supriyanto.

"Kami sudah mencoba semua cara, dari umpan silang, tembakan jarak jauh, hingga penetrasi dari tengah. Hari ini memang bukan hari keberuntungan kami. Tapi saya bangga dengan perjuangan para pemain yang tidak pernah menyerah sampai menit akhir," ujar Mochizuki dalam konferensi pers usai pertandingan.

Performa Claudia dan Statistik Menyedihkan

Secara statistik, Indonesia mencatatkan 72% penguasaan bola dan melepaskan 17 tembakan (7 di antaranya tepat sasaran), sementara Pakistan hanya mencatatkan dua tembakan sepanjang laga. Claudia Scheunemann menjadi pemain paling aktif dengan empat dribel sukses dan tiga umpan kunci, namun solidnya pertahanan Pakistan membuat usahanya sia-sia.

Hasil imbang ini membuat Indonesia tetap memuncaki klasemen sementara Grup D dengan 4 poin dari dua laga, setelah sebelumnya mengalahkan Maladewa 3-1. Pakistan yang sebelumnya kalah dari Singapura mengoleksi 1 poin. Situasi ini membuat persaingan grup semakin ketat menjelang laga pamungkas.

Jalan ke Piala Asia Masih Terbuka

Indonesia masih memiliki satu laga sisa melawan Singapura yang akan digelar tiga hari kemudian. Hanya juara grup yang berhak lolos otomatis ke putaran final Piala Asia Putri 2026. Dengan kondisi saat ini, kemenangan menjadi harga mati bagi Garuda Pertiwi. Para pemain diharapkan segera melupakan hasil minor ini dan fokus ke pertandingan penentuan.

Kegagalan membongkar benteng pertahanan Pakistan menjadi pelajaran berharga bagi Timnas Indonesia putri, terutama dalam menghadapi tim-tim yang bermain ultra-defensif. Diperlukan kreativitas lebih dan penyelesaian akhir yang lebih klinis jika ingin melaju lebih jauh.

[SOCIAL_TWEET]: Dominasi 72% penguasaan bola belum cukup bagi Timnas Putri Indonesia untuk taklukkan pertahanan super ketat Pakistan. Hasil imbang 0-0 di Indomilk Arena buat jalan ke Piala Asia 2026 ditentukan laga pamungkas vs Singapura! #GarudaPertiwi #PialaAsiaPutri #TimnasDay[SOCIAL_TG]: ⚽️ Hasil Akhir: Indonesia 0-0 Pakistan 📊 Statistik: 72% ball possession, 17 shots, 0 gol 🗣 Claudia Scheunemann: "Pertahanan mereka luar biasa rapat" 🏟 Laga penentuan vs Singapura, Sabtu nanti!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User