Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama

Terdepan.id — Dominasi pertahanan Spanyol yang nyaris tanpa cela di babak pertama sepanjang Piala Dunia 2026 akhirnya runtuh. Pada laga perempat final yang

Belgia Patahkan Rekor Clean Sheet Spanyol di Babak Pertama

Terdepan.id — Dominasi pertahanan Spanyol yang nyaris tanpa cela di babak pertama sepanjang Piala Dunia 2026 akhirnya runtuh. Pada laga perempat final yang digelar di Stadion MetLife, New Jersey, Belgia sukses membobol gawang Spanyol pada menit ke-23 dan memaksa skor imbang 1-1 saat turun minum. Gol yang dicetak Romelu Lukaku ini mengakhiri rangkaian tujuh pertandingan beruntun La Roja tanpa kebobolan di 45 menit awal, sebuah rekor yang sebelumnya menjadi tembok psikologis bagi setiap lawan.

Belgia tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan, memilih pendekatan menyerang ketimbang menunggu di area sendiri. Tekanan tinggi yang diterapkan anak asuh Domenico Tedesco membuat lini belakang Spanyol yang digalang Aymeric Laporte dan Pau Cubarsí tak senyaman biasanya. Bola-bola panjang ke sektor sayap yang dialirkan Kevin De Bruyne menjadi kunci, dan sebelum setengah jam, sang kapten menyodorkan umpan lambung akurat yang disambut tandukan keras Lukaku di depan gawang.

Rekor Clean Sheet yang Legendaris dan Jatuhnya Tembok Spanyol

Sebelum pertandingan, statistik berbicara luar biasa untuk lini pertahanan Spanyol. Sejak dimulainya turnamen, mereka telah melakoni tujuh babak pertama tanpa kebobolan: tiga di fase grup, satu di babak 16 besar, ditambah tiga laga uji coba pra-Piala Dunia yang juga mencatatkan clean sheet di paruh awal. Rentetan itu menjadi catatan terpanjang dalam sejarah partisipasi Spanyol di Piala Dunia, menggeser raihan serupa pada 2010 saat mereka keluar sebagai juara. Unai Simón bahkan hanya perlu melakukan dua penyelamatan berarti sepanjang empat babak pertama sebelumnya.

Namun Belgia datang dengan resep yang berbeda. Bukannya terpancing permainan umpan pendek khas tiki-taka Spanyol, tim asuhan Tedesco justru memilih merapatkan jarak antarlini dan menerapkan transisi vertikal secepat kilat. “Kami tahu Spanyol sangat kuat di babak pertama, tapi kami berhasil mencetak gol lebih dulu. Itu hasil dari latihan taktik yang kami siapkan secara khusus,” ujar De Bruyne usai babak pertama.

Data pertandingan menunjukkan meski Spanyol memimpin penguasaan bola dengan 62 persen, Belgia justru melepaskan jumlah tembakan tepat sasaran yang setara (3-3) dan menghasilkan expected goals (xG) lebih tinggi pada 30 menit awal: 0,82 berbanding 0,45 milik La Roja. Artinya, efektivitas serangan Belgia jauh lebih tajam, sedangkan dominasi bola Spanyol belum berbuah peluang emas sebelum akhirnya mendapatkan hadiah penalti.

Momen Krusial Gol Belgia: Lukaku Mengukir Sejarah

Gol yang mematahkan rekor itu lahir dari skema serangan yang rapi. Pada menit ke-23, De Bruyne lepas dari kawalan Pedri di sisi kanan dan mengirimkan crossing melengkung ke kotak penalti. Lukaku, yang dijaga ketat Laporte, berhasil memenangi duel udara berkat postur tubuhnya yang kokoh. Sundulannya meluncur deras ke sudut kanan bawah gawang Simón yang tak mampu dijangkau. Selebrasi Lukaku menggema di antara ribuan pendukung Belgia yang hadir, sementara raut wajah para pemain Spanyol menampakkan kekecewaan yang dalam.

Rekor clean sheet Spanyol pun resmi terhenti di angka tujuh. Sebelumnya, sejarah mencatat Spanyol sempat nyaman dengan rekor serupa pada perjalanan menuju final Piala Dunia 2010, ketika mereka mencatat lima babak pertama tanpa kebobolan. Kali ini, catatan lebih panjang justru ditutup oleh generasi emas Belgia yang memburu trofi pertama sepanjang sejarah mereka.

Respon Cepat Spanyol: Penalti yang Menyelamatkan

Tertinggal satu gol tak membuat Spanyol kehilangan arah. Pelatih Luis de la Fuente langsung memberikan instruksi dari tepi lapangan untuk memperlebar permainan lewat Nico Williams dan Lamine Yamal. Gelandang muda Gavi dan Pedri mulai menemukan celah di antara pressing ketat Belgia. Puncaknya di menit ke-38, Yamal yang menusuk dari sektor kanan melepaskan umpan tarik yang mengenai tangan bek Zeno Debast. Wasit asal Brasil Edina Batista sempat mengecek VAR sebelum akhirnya menunjuk titik putih.

Alvaro Morata yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang di menit ke-41. Meski kiper Koen Casteels sempat membaca arah bola, kaki kanan Morata mengirim si kulit bundar tepat ke sudut kiri. Skor 1-1 mengembalikan asa Spanyol.

Data menunjukkan bahwa ini adalah penalti ketiga yang diperoleh Spanyol sepanjang turnamen, menegaskan agresivitas lini depan mereka di kotak lawan. Morata kini mengoleksi lima gol di Piala Dunia 2026, menyamai catatan legenda Spanyol Fernando Torres pada edisi 2010.

Dampak Psikologis dan Catatan Babak Kedua

Meski skor berakhir imbang, runtuhnya rekor kebobolan di babak pertama bisa berdampak pada mentalitas Spanyol. Selama turnamen, mereka biasa membangun kepercayaan diri dari fondasi kokoh di awal laga dan seringkali baru menggebrak di paruh kedua. Kini, mereka harus menerima kenyataan bahwa keunggulan psikologis itu tak lagi berlaku.

Di sisi lain, Belgia justru mendapat suntikan moral. Mereka membuktikan bahwa Spanyol bukanlah tim yang tak tersentuh gol di fase awal. “Kami menunjukkan karakter dan keberanian. Sekarang saatnya meneruskan momentum ini di 45 menit kedua,” tambah De Bruyne. Statistik juga memperlihatkan bahwa Belgia secara umum memiliki rekor positif jika berhasil mencetak gol di babak pertama: dalam lima laga sebelumnya di turnamen mayor, mereka memenangi tiga di antaranya.

Sementara itu, Spanyol memiliki catatan terbaik dalam mencetak gol di babak kedua; tujuh dari sembilan gol mereka di Piala Dunia 2026 terjadi selepas turun minum. Maka, duel 45 menit penentu akan menjadi ajang adu taktik antara kedalaman skuad Spanyol yang lincah dan kecepatan serangan Belgia yang mematikan.

Data dan Rekor Penting

  • Spanyol mencatatkan 7 babak pertama beruntun tanpa kebobolan (rekor klub).
  • Gol Lukaku adalah yang ke-3 di Piala Dunia 2026, total menjadi 12 gol sepanjang sejarah Piala Dunia.
  • Alvaro Morata kini mengemas 5 gol di edisi ini, sejajar dengan Fernando Torres (2010).
  • Penguasaan bola 62% untuk Spanyol, namun Belgia menciptakan xG lebih tinggi (0,82 vs 0,45).
  • VAR menganulir satu offside tipis dari Leandro Trossard pada menit 33.

Kedua tim akan kembali berjuang di babak kedua untuk merebut tiket semifinal. Akankah Spanyol bangkit dengan kekuatan khas mereka, atau justru Belgia yang memanfaatkan celah di jantung pertahanan yang mulai retak? Jawabannya akan terkuak dalam 45 menit paling dinanti.

FAQ Esensial

  • Berapa lama rekor clean sheet Spanyol di babak pertama?
    Sebelum laga melawan Belgia, Spanyol mencatatkan 7 babak pertama tanpa kebobolan secara beruntun di Piala Dunia 2026, rekor terpanjang dalam sejarah mereka.
  • Siapa yang mencetak gol untuk Belgia?
    Romelu Lukaku mencetak gol pada menit ke-23 melalui tandukan memanfaatkan umpan silang Kevin De Bruyne.
  • Bagaimana hasil akhir babak pertama?
    Babak pertama berakhir imbang 1-1 setelah Alvaro Morata menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti pada menit ke-41.
[SOCIAL_FB]: Kejutan di perempat final Piala Dunia 2026! Belgia sukses mematahkan rekor clean sheet Spanyol di babak pertama yang sudah bertahan sepanjang turnamen. Romelu Lukaku mencetak gol pembuka, tapi Alvaro Morata langsung menyamakan melalui titik putih. Babak pertama berakhir 1-1, siapkah Spanyol bangkit di paruh kedua? Simak detailnya. Lukaku 23’ | Morata 41’ (pen) Rekor 7 babak pertama Spanyol tanpa kebobolan akhirnya tumbang. Kini penentuan di 45 menit terakhir.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User