BANTUL — Tim Gegana Polda DIY Musnahkan Granat Nanas Aktif
Sebuah granat tangan tipe nanas yang masih dalam kondisi aktif berhasil dimusnahkan oleh Tim Gegana Satuan Brimob Polda DIY bersama Polres Bantul pada Seni
Sebuah granat tangan tipe nanas yang masih dalam kondisi aktif berhasil dimusnahkan oleh Tim Gegana Satuan Brimob Polda DIY bersama Polres Bantul pada Senin (6/7). Proses disposal dilakukan dengan teknik aman di lokasi yang telah disiapkan, memastikan tidak ada dampak membahayakan bagi warga sekitar.
Kronologi Penemuan
Granat berdiameter sekitar 10 cm itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang membersihkan pekarangan rumahnya di wilayah Kapanewon Sewon, Bantul. Saat menggali tanah untuk menanam pohon, warga tersebut menemukan benda besi bundar menyerupai nanas dengan permukaan bergerigi dan pin pengaman yang masih terpasang. Menyadari benda itu adalah sebuah granat tangan, warga langsung melapor ke perangkat desa yang kemudian meneruskan laporan ke Polsek setempat.
Petugas dari Polres Bantul yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan mengamankan area dalam radius 100 meter. Warga diminta menjauh sementara tim Gegana Polda DIY dihubungi untuk melakukan penanganan lebih lanjut.
Proses Disposal oleh Tim Gegana
Setibanya di lokasi, Tim Gegana melakukan pemeriksaan awal menggunakan peralatan deteksi dan perlengkapan pelindung lengkap. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa granat tersebut merupakan granat nanas buatan peninggalan zaman perang yang masih memiliki detonator dan bahan peledak di dalamnya. Kondisi granat dilaporkan berkarat di bagian luar, tetapi sistem pemicunya masih berfungsi.
Untuk meminimalkan risiko ledakan tak terkendali, granat kemudian dipindahkan secara hati‑hati ke dalam wadah khusus peledak dan dibawa ke lokasi disposal terpencil di kawasan perbukitan yang jauh dari permukiman. Di sana, Tim Gegana melakukan pemusnahan menggunakan teknik controlled detonation—ledakan terkendali—dengan bahan peledak rendah daya yang dipasang langsung pada granat. Proses disposal berlangsung tanpa kendala dan tidak menimbulkan kerusakan lingkungan berarti.
“Granat tersebut masih sangat berbahaya karena dalam kondisi aktif, sehingga kami langsung melakukan disposal setelah memastikan keamanan area. Kami bersyukur warga segera melapor, bukan mencoba memegang atau memindahkannya sendiri,” ujar Komandan Tim Gegana Satbrimob Polda DIY, AKP Arif Wicaksono, di lokasi disposal.
Himbauan Kepada Masyarakat
Polres Bantul melalui Kasi Humas mengimbau warga untuk segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan benda mencurigakan yang diduga merupakan senjata atau bahan peledak. Beberapa langkah yang harus dihindari:
- Jangan menyentuh, menggoyang, atau mencabut pin pengaman benda tersebut karena dapat memicu ledakan.
- Jangan memindahkan sendiri, biarkan di tempatnya dan beri tanda agar orang lain tidak mendekat.
- Segera hubungi kepolisian terdekat atau layanan darurat 110 untuk penanganan oleh tim berpengalaman.
Selain itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi yang dapat menimbulkan kepanikan. Penemuan granat di Bantul ini menjadi pengingat bahwa sisa‑sisa bahan peledak dari masa konflik masih mungkin ditemukan di berbagai wilayah.
Polres Bantul juga akan meningkatkan patroli dan sosialisasi keamanan lingkungan, khususnya di daerah yang secara historis pernah menjadi lokasi pertempuran atau penyimpanan persenjataan. “Kejadian ini menjadi pembelajaran bagi kita semua. Kepedulian warga sangat menentukan kelancaran penanganan benda berbahaya,” tutup Kasi Humas.
Comments (0)