Awal Mula Wanita di Tangsel Ketahuan Jual Emas Palsu Usai Setahun Beraksi
Kepolisian Sektor Ciputat Timur berhasil mengungkap praktik penjualan perhiasan emas palsu yang dilakukan seorang wanita muda berinisial HCTW (20) di wilayah Tangerang Selatan. Tersangka diketahui te
Kepolisian Sektor Ciputat Timur berhasil mengungkap praktik penjualan perhiasan emas palsu yang dilakukan seorang wanita muda berinisial HCTW (20) di wilayah Tangerang Selatan. Tersangka diketahui telah menjalankan aksinya selama hampir satu tahun sebelum akhirnya terdeteksi oleh salah satu toko emas yang menjadi korbannya.
Menurut laporan yang dihimpun Terdepan.id, kasus ini terungkap pada 24 Juni 2025 ketika seorang penjaga toko emas di kawasan Ciputat melakukan peleburan terhadap sebuah gelang yang dibeli dari tersangka sehari sebelumnya. Gelang tersebut semula terlihat meyakinkan dengan lapisan luar yang tampak seperti emas asli dan memiliki berat yang sesuai. Namun, saat dilebur, terungkap bahwa bagian dalam gelang tersebut tidak mengandung kadar emas seperti yang dijanjikan oleh tersangka.
Modus Lapisan Emas Asli
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq menjelaskan kronologi temuan tersebut. Dari hasil peleburan itu diketahui gelang tersebut tidak mengandung emas, melainkan hanya dilapisi emas asli pada bagian terluar. Hal ini membuat korbannya, termasuk beberapa toko emas lainnya, tidak menaruh curiga karena lapisan luarnya lolos uji secara kasatmata.
"Dari hasil peleburan diketahui bahwa gelang tersebut tidak mengandung kadar emas sebagaimana yang diklaim, melainkan hanya dilapisi emas asli pada bagian paling luar, sehingga diduga merupakan emas palsu," jelas Bambang kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).
Setelah menerima laporan dari toko emas tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka HCTW. Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka diduga telah menjual perhiasan palsu ke sejumlah toko emas di wilayah Tangerang Selatan selama hampir setahun tanpa terdeteksi. Keberhasilannya mengelabui para pedagang emas ini tidak lepas dari teknik pelapisan yang digunakan tersangka, yang membuat perhiasan palsu tersebut sulit dibedakan dari emas asli jika hanya diperiksa secara visual atau dengan uji gores sederhana.
Polisi kini masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya korban lain serta jaringan di balik aksi tersangka. Masyarakat, khususnya para pemilik toko emas, diimbau untuk lebih berhati-hati dan melakukan uji keaslian emas secara menyeluruh, misalnya dengan uji densitas atau menggunakan alat uji kadar emas digital, agar peristiwa serupa tidak terulang.
Hingga berita ini diturunkan, tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Ciputat Timur. Polisi belum merilis secara rinci jumlah kerugian yang dialami para korban maupun berapa banyak toko yang telah menjadi sasaran penipuan ini. Namun, diperkirakan aksi tersangka telah menimbulkan kerugian finansial yang cukup signifikan mengingat durasi aksinya yang mencapai satu tahun. Kasus ini menjadi peringatan bagi industri perdagangan emas agar tidak hanya mengandalkan pengamatan sekilas dalam setiap transaksi.
Comments (0)