Arsitek Ungkap 9 Desain Selasar Terang dan Pakar Sarankan Vacuum Cleaner
JAKARTA — Inovasi desain rumah hemat energi kembali mencuri perhatian publik. Dalam gelaran Workshop Rumah Modern 2025 yang berlangsung di Jakarta Conventi
JAKARTA — Inovasi desain rumah hemat energi kembali mencuri perhatian publik. Dalam gelaran Workshop Rumah Modern 2025 yang berlangsung di Jakarta Convention Center akhir pekan lalu, seorang arsitek ternama mengungkap sembilan model selasar yang mampu tetap terang tanpa bantuan lampu di siang hari. Di sesi berbeda, pakar kebersihan juga membagikan teknik tepat menggunakan vacuum cleaner agar proses bebersih lebih efisien dan hemat waktu.
Pukul 08.30 WIB - Antusiasme Peserta Membludak
Ratusan peserta yang terdiri dari pemilik rumah, kontraktor, hingga mahasiswa arsitektur sudah memadati ruang utama sejak pagi. Mereka tampak antusias mengikuti dua sesi andalan yang dijanjikan panitia: tips desain selasar tanpa lampu dan teknik penggunaan alat kebersihan modern. Panitia mencatat, jumlah pendaftar tembus 1.200 orang, meningkat 40 persen dibanding tahun sebelumnya.
Pukul 09.00 WIB - Sesi Utama: Sembilan Model Selasar Terang Alami
Arsitek senior Andi Prasetyo, yang telah menangani lebih dari 200 proyek residensial, membuka sesi dengan data mengejutkan: rata‑rata konsumsi listrik untuk penerangan selasar rumah mencapai 15–25 persen dari total tagihan bulanan. Ia kemudian memaparkan sembilan model selasar yang dirancang khusus agar tetap terang sepanjang siang tanpa perlu menyalakan lampu.
- Skylight Kaca Laminasi – Memanfaatkan atap transparan dengan lapisan anti‑UV, model ini mampu menyebarkan cahaya merata sekaligus menahan panas berlebih.
- Jendela Panoramik dari Lantai ke Plafon – Bukaan besar yang menghadap ke arah datangnya sinar matahari, dikombinasikan dengan tirai tipis untuk mengontrol silau.
- Partisi Kaca Bening dengan Rangka Minimalis – Memisahkan area dalam tanpa menghalangi distribusi cahaya alami.
- Dinding Bata Kaca (Glass Block) – Memberi privasi namun tetap meneruskan cahaya hingga 80 persen.
- Plafon Tinggi dengan Warna Putih atau Krim – Memantulkan cahaya alami yang masuk, membuat area terasa lebih lapang dan terang.
- Inner Court atau Taman Kecil di Tengah Rumah – Menghadirkan void terbuka sehingga selasar di sekelilingnya mendapat pencahayaan alami dari atas.
- Reflektor Cahaya Berbahan Aluminium – Dipasang di sudut strategis untuk mengarahkan sinar matahari ke area yang biasanya gelap.
- Material Lantai Glossy dengan Warna Terang – Keramik mengkilap membantu memantulkan cahaya ke seluruh sudut selasar.
- Kanopi Transparan di Sisi Luar Selasar – Melindungi dari hujan namun tetap membiarkan sinar masuk secara optimal.
“Sembilan model ini sudah kami uji di berbagai tipe rumah, termasuk rumah tapak dan cluster kecil. Dengan menerapkan prinsip pencahayaan alami, pemilik rumah bisa menghemat listrik hingga 30 persen per bulan sekaligus menciptakan suasana yang lebih sehat,” ujar Andi.
Ia menambahkan, tren ini juga sejalan dengan semangat green building yang makin diminati generasi muda. Lebih dari 70 persen kliennya kini meminta agar konsultan menyertakan setidaknya dua dari sembilan model tersebut dalam rancangan awal.
Pukul 11.00 WIB - Sesi Kebersihan: Rahasia Mengoptimalkan Vacuum Cleaner
Setelah rehat singkat, giliran pakar kebersihan rumah, Dewi Safitri, naik panggung. Ia menyoroti kebiasaan keliru masyarakat saat menggunakan vacuum cleaner yang justru membuat alat cepat rusak dan hasil tidak maksimal. Berdasarkan survei internal timnya, 62 persen responden mengaku tidak pernah membaca buku manual, dan 45 persen membersihkan filter kurang dari sekali sebulan.
Dewi membagikan langkah‑langkah kronologis penggunaan yang benar:
- Periksa Kantong Debu atau Tabung – Pastikan tidak melebihi kapasitas maksimal agar daya hisap tetap prima. Kosongkan jika sudah terisi dua pertiga bagian.
- Pilih Nozzle Tepat – Gunakan crevice tool untuk sudut sempit, sikat lembut untuk furnitur, dan kepala lebar untuk lantai.
- Atur Tinggi Kepala Sikat – Sesuaikan dengan jenis lantai; terlalu rendah pada karpet tebal bisa membebani motor.
- Gerakan Perlahan dan Maju Mundur – Hindari gerakan cepat. Beri waktu bagi mesin menyedot debu secara maksimal.
- Bersihkan Filter Secara Berkala – Filter yang kotor menurunkan performa hingga 40 persen dan memicu konsumsi listrik lebih tinggi.
- Servis Rutin Enam Bulan Sekali – Bawa ke teknisi resmi untuk memeriksa komponen dalam, termasuk sabuk dan motor.
“Vacuum cleaner bukan sekadar digerakkan bolak-balik. Kalau tekniknya benar, durasi bebersih bisa turun 25 menit per sesi. Ini juga memperpanjang umur alat,” tegas Dewi. Ia pun mengingatkan bahwa alat dengan teknologi HEPA filter lebih disarankan karena menyaring partikel kecil hingga 0,3 mikron dan menjaga kualitas udara dalam rumah.
Para peserta merespons positif kedua sesi tersebut. Salah satu peserta, Ratna asal Tangerang, mengaku langsung ingin merenovasi selasar rumahnya dengan model skylight. “Saya tidak menyangka selasar yang biasanya gelap bisa seterang itu tanpa lampu. Selain hemat, rumah jadi lebih cantik,” ungkapnya. Sementara itu, Bayu dari Bekasi mengaku baru sadar bahwa cara menyedot debunya selama ini keliru. “Saya pikir yang penting suara mesin kencang, ternyata malah boros listrik,” katanya.
Workshop ditutup dengan pemberian sertifikat bagi peserta yang mengikuti lomba desain selasar hemat energi. Pemenang mendapat paket konsultasi eksklusif dengan arsitek serta satu unit vacuum cleaner modern dari sponsor. Melihat antusiasme tinggi, panitia berencana menggelar acara serupa di Surabaya dan Medan pada kuartal berikutnya.
[SOCIAL_TWEET]: Ingin selasar rumah tetap terang tanpa lampu di siang hari? Arsitek bagikan 9 model andalan + pakar kebersihan ungkap cara tepat gunakan vacuum cleaner. Simak tipsnya! #DesainRumah #HematEnergi #TipsRumah[SOCIAL_TG]: 🏠✨ 9 Model Selasar Terang Tanpa Lampu + Panduan Vacuum Cleaner Efisien. Bikin rumah hemat energi dan bersih maksimal. Baca sekarang!
Comments (0)