Teknologi

22 Aplikasi Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh dalam ekosistem digital yang tak terpisahkan dari layar. Mulai dari menonton video, bermain game, hingga mengobrol dengan teman, hampir semua aktivitas dilakukan le...

22 Aplikasi Berisiko Tinggi untuk Anak Menurut Komdigi

Anak-anak Indonesia hari ini tumbuh dalam ekosistem digital yang tak terpisahkan dari layar. Mulai dari menonton video, bermain game, hingga mengobrol dengan teman, hampir semua aktivitas dilakukan lewat aplikasi. Namun, di balik kemudahan itu tersimpan risiko yang tidak selalu terlihat. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru saja merilis daftar 22 platform yang dinilai berisiko tinggi bagi anak, dan daftar ini mengejutkan karena memuat aplikasi yang selama ini digunakan sehari-hari.

Kebijakan ini penting bagi orang tua, guru, dan pengelola platform. Tujuannya bukan melarang anak mengakses teknologi, melainkan memastikan ada pengawasan dan perlindungan yang memadai. Ibarat seperti memberi anak kunci rumah di lingkungan yang belum tentu aman—tanpa rambu, anak bisa tersesat.

Mengapa Komdigi Menyusun Daftar Ini?

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi regulasi perlindungan anak di ruang digital. Komdigi menilai beberapa platform memiliki fitur yang membuka celah bagi anak untuk terpapar konten dewasa, perundungan siber, atau interaksi dengan orang tak dikenal. Risiko ini muncul dari kombinasi algoritma rekomendasi, minimnya verifikasi usia, serta ruang obrolan terbuka.

Menurut data Komdigi, ada 22 platform yang masuk kategori berisiko tinggi. Beberapa di antaranya adalah layanan yang sangat populer, seperti YouTube dan Telegram. Keduanya bukan sekadar aplikasi hiburan, tetapi sudah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak keluarga Indonesia.

"Daftar ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menjadi dasar bagi orang tua dan platform untuk meningkatkan pengamanan," ujar perwakilan Komdigi dalam keterangan resminya.

Platform Apa Saja yang Masuk Daftar?

Dari 22 platform tersebut, terdapat layanan berbagi video, aplikasi pesan instan, media sosial, hingga game online. YouTube dan Telegram menjadi dua nama yang paling disorot karena jumlah penggunanya yang sangat besar. YouTube, misalnya, menjadi sumber tontonan utama anak, sementara Telegram dikenal sebagai aplikasi pesan dengan fitur grup dan saluran yang sulit dipantau.

Berikut gambaran kategori platform yang masuk daftar berisiko tinggi menurut Komdigi:

KategoriContoh LayananRisiko Utama
Berbagi videoYouTubeKonten tidak sesuai usia, autoplay tanpa batas
Pesan instanTelegramGrup terbuka, kontak asing, konten terusan
Media sosialBerbagai platformPerundungan siber, tekanan sosial
Game onlineBeragam judulObrolan dalam game, pembelian mikro

Angka pasti pengguna anak pada masing-masing platform memang sulit dipisahkan dari data pengguna umum. Namun, survei internal menunjukkan bahwa anak usia sekolah dasar hingga menengah menjadi kelompok yang paling aktif mengakses layanan video dan pesan instan setiap hari.

Peran Orang Tua dan Platform

Komdigi menegaskan bahwa daftar ini bukan bentuk pelarangan. Sebaliknya, ini adalah pemicu agar platform memperkuat fitur keamanan, seperti verifikasi usia, mode anak, dan pembatasan interaksi dengan orang tak dikenal. Di sisi lain, orang tua diminta lebih aktif mendampingi anak saat menggunakan gawai.

Beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan antara lain:

  • Mengaktifkan mode anak atau parental control pada perangkat dan aplikasi.
  • Membatasi waktu layar, misalnya maksimal 1–2 jam per hari untuk hiburan.
  • Mendampingi anak saat menonton video atau bermain game online.
  • Mengajak anak berdiskusi tentang konten yang mereka lihat dan temui.

Dalam jangka panjang, kolaborasi antara pemerintah, platform, dan keluarga menjadi kunci. Tanpa itu, daftar 22 platform berisiko tinggi hanya akan menjadi dokumen tanpa dampak nyata.

Yang perlu dipahami, teknologi bukanlah musuh. Inovasi digital tetap membawa manfaat besar bagi pendidikan dan kreativitas anak. Namun, seperti halnya kendaraan di jalan raya, tanpa aturan dan pengawasan, risiko kecelakaan akan meningkat. Daftar Komdigi ini adalah rambu-rambu yang seharusnya membuat perjalanan digital anak lebih aman, bukan malah menjauhkan mereka dari teknologi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User