15 Turis India Tewas usai Speedboat Terbalik di Perairan Phu Quoc

PHU QUOC, VIETNAM – Sebuah kecelakaan laut tragis mengguncang destinasi wisata Pulau Phu Quoc pada Sabtu pagi (12/7). Sebuah speedboat yang mengangkut sekitar 36 penumpang—seluruhnya warga negara ...

Jul 12, 2026 - 08:17
0 0
15 Turis India Tewas usai Speedboat Terbalik di Perairan Phu Quoc

PHU QUOC, VIETNAM – Sebuah kecelakaan laut tragis mengguncang destinasi wisata Pulau Phu Quoc pada Sabtu pagi (12/7). Sebuah speedboat yang mengangkut sekitar 36 penumpang—seluruhnya warga negara India—terbalik di perairan sekitar kawasan An Thoi setelah dihantam gelombang tinggi. Sebanyak 15 orang dinyatakan tewas, sementara 21 lainnya berhasil selamat dengan luka ringan hingga serius. Peristiwa nahas ini langsung menjadi sorotan otoritas Vietnam dan India, memicu investigasi mendalam tentang standar keselamatan transportasi wisata di kawasan tersebut.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan keterangan Kepolisian Daerah Kien Giang, speedboat nahas itu bertolak dari pelabuhan An Thoi sekitar pukul 08.30 waktu setempat. Kapal diketahui mengangkut rombongan turis yang sedang berlibur di resor mewah di bagian selatan pulau. Tujuan mereka adalah mengunjungi pulau-pulau kecil di sekitar Phu Quoc yang terkenal dengan pantai pasir putihnya. Namun, kurang dari 15 menit setelah keberangkatan, cuaca tiba-tiba berubah drastis. Gelombang setinggi dua meter menghantam lambung perahu, menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan dan langsung terbalik dalam hitungan detik.

Seorang saksi mata, nelayan setempat bernama Nguyen Van Thanh, mengatakan bahwa ia mendengar teriakan panik dari kejauhan. “Saya melihat perahu itu terombang-ambing, lalu tiba-tiba jungkir balik. Banyak orang langsung terlempar ke laut. Beberapa tampak berusaha berpegangan pada sisi perahu yang sudah terbalik,” tuturnya. Para korban yang tidak mengenakan jaket keselamatan terlihat kesulitan bertahan di tengah arus kuat. Insiden ini terjadi sekitar 2 kilometer dari garis pantai, sehingga upaya pertolongan dari darat sempat terkendala jarak.

Operasi Penyelamatan

Tim penyelamat gabungan dari Angkatan Laut Vietnam, penjaga pantai, dan nelayan setempat segera dikerahkan begitu laporan kecelakaan diterima. Hingga Sabtu siang, 21 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, meskipun beberapa di antaranya mengalami fraktur tulang, hipotermia, dan guncangan psikologis berat. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Phu Quoc untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, jenazah 15 korban tewas ditemukan dalam operasi pencarian yang berlangsung hingga sore hari. Mayoritas korban meninggal diduga akibat tenggelam, dengan beberapa di antaranya mengalami benturan keras pada kepala saat kapal terbalik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana setempat menyatakan bahwa seluruh korban selamat berasal dari kelompok umur 20–50 tahun, sementara di antara korban tewas terdapat anak-anak dan lansia. “Kami masih melakukan proses identifikasi jenazah bekerja sama dengan Kedutaan Besar India di Hanoi. Prioritas kami adalah memulangkan jenazah secepat mungkin sesuai prosedur diplomatik,” ujar juru bicara otoritas Phu Quoc.

Respons Pemerintah Vietnam dan India

Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Pariwisata menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ini dan berjanji akan meninjau ulang regulasi keselamatan seluruh operator perahu wisata di Phu Quoc. “Ini pukulan berat bagi industri pariwisata kami. Kami tidak akan mentoleransi kelalaian yang membahayakan jiwa tamu asing,” kata Menteri Pariwisata dalam pernyataan resmi.

Dari New Delhi, Kementerian Luar Negeri India mengonfirmasi bahwa seluruh penumpang adalah pemegang paspor India. Sebuah tim konsuler telah diberangkatkan ke Phu Quoc untuk mendampingi korban selamat dan keluarga korban. “Kami berduka mendalam atas kehilangan 15 warga negara kami. Pemerintah India terus berkoordinasi erat dengan otoritas Vietnam untuk memastikan investigasi transparan dan hak-hak korban terpenuhi,” tegas Juru Bicara Kemenlu India.

Kecelakaan Berulang dan Sorotan Standar Keselamatan

Insiden ini mengingatkan publik pada kecelakaan serupa yang terjadi di perairan Phu Quoc pada 2023 silam, ketika sebuah kapal wisata tenggelam akibat kelebihan muatan. Meskipun saat itu tidak ada korban jiwa, rekomendasi peningkatan keselamatan seperti kewajiban jaket pelampung dan pembatasan jumlah penumpang belum sepenuhnya diimplementasikan. Para pakar keselamatan transportasi laut mendesak agar pemerintah memberlakukan sertifikasi wajib bagi operator wisata, serta pemasangan perangkat pelacak di setiap kapal kecil yang beroperasi di rute-rute padat.

Seorang pengamat pariwisata dari Universitas Nasional Vietnam menyebutkan bahwa pertumbuhan pesat kunjungan wisatawan ke Phu Quoc sering tidak diimbangi dengan investasi infrastruktur keselamatan. “Setiap musim liburan, lonjakan penumpang kapal wisata bisa lima kali lipat dari kapasitas ideal. Ironisnya, operator kecil sering mengabaikan kondisi cuaca demi mengejar setoran,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perlu ada sanksi pidana bagi pelanggar regulasi, bukan sekadar teguran administratif.

Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih memeriksa nakhoda speedboat yang selamat dan kini dalam pengawasan polisi. Pemeriksaan juga meliputi kelayakan kapal, kondisi cuaca saat keberangkatan, serta kepatuhan terhadap prosedur pelayaran. Sementara itu, keluarga korban di India mulai berdatangan ke Phu Quoc untuk identifikasi dan proses repatriasi. Kedutaan Besar India di Vietnam mengimbau agar seluruh warga negara India yang berwisata di Vietnam tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas setempat.

Sementara itu, sejumlah agen perjalanan di India menghentikan sementara pemasaran paket wisata ke Phu Quoc dan menunggu hasil audit keselamatan dari pemerintah Vietnam. Ketua Asosiasi Agen Perjalanan India Selatan menyatakan, “Kami akan meninjau ulang seluruh mitra operator di Vietnam. Keselamatan klien adalah prioritas utama.” Di sisi lain, pemilik resor lokal mengeluhkan ketidakpastian yang ditimbulkan insiden ini terhadap kunjungan wisatawan pasca-pandemi yang mulai pulih. Phu Quoc sendiri mencatat lebih dari 600.000 kunjungan turis mancanegara pada semester pertama 2025, dengan India sebagai salah satu pasar utama yang pertumbuhannya mencapai 45% dibandingkan tahun sebelumnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User