Wamendagri Dorong Pemda Perkuat Kolaborasi untuk Eliminasi TB di Sumsel
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Mohammad Rifai menekankan pentingnya kolaborasi antar pemerintah daerah (pemda) dalam upaya mengeliminasi Tuberkulosis (TB) di Sumatera Selatan. Hal ini disampaikan dalam acara sosialisasi dan pelatihan parlemen TB di Sumsel yang diselenggarakan pada Rabu (15/11/2023). Wamendagri menegaskan bahwa TB merupakan masalah kesehatan masyarakat yang kompleks dan memerlukan pendekatan multisektoral untuk menanganinya secara efektif.
Kompleksitas Masalah TB
Tuberkulosis terus menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia, termasuk di Sumatera Selatan. Menurut data Kementerian Kesehatan, angka kasus TB di Sumsel masih relatif tinggi dibandingkan provinsi lain di Pulau Sumatera. Wamendagri mengungkapkan bahwa penanganan TB tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi melibatkan berbagai pihak lainnya.
"TB tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Kita perlu kolaborasi antar sektor, mulai dari pemerintah daerah, legislatif, komunitas, hingga masyarakat itu sendiri," ujar Rifai dalam sambutannya.
Peran Pemerintah Daerah yang Kritis
Wamendagri menyoroti peran krusial pemerintah daerah dalam menggerakkan berbagai pihak terkait. Menurutnya, pemda memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk memastikan program TB berjalan efektif di tingkat lokal.
"Pemda harus memainkan peran katalisator dalam membangun sinergi antarstakeholder. Ini termasuk memastikan anggaran kesehatan yang memadai untuk deteksi dan pengobatan TB, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini," tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari DPRD setempat dalam pengawasan pelaksanaan program TB. Dalam acara tersebut, Wamendagri secara khusus berinteraksi dengan anggota DPRD Sumsel untuk membahas langkah-langkah konkret yang dapat diambil dalam mendukung program eliminasi TB.
Tantangan di Lapangan
Menurut Wamendagri, ada beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya mengendalikan TB di Sumsel. Beberapa di antaranya adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan gejala TB, stigma sosial yang masih melekat pada penderita TB, serta kendala akses terhadap pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
"Kita harus melawan stigma yang salah tentang TB. TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan jika ditangani secara tepat dan cepat. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting," jelas Rifai.
Selain itu, tantangan lainnya adalah adanya resistensi obat pada beberapa kasus TB, terutama TB multiresisten (MDR-TB). Hal ini memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih komprehensif dan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Langkah Konkrit yang Akan Ditempuh
Sebagai respons terhadap tantangan-tantangan tersebut, Wamendagri mengungkapkan beberapa langkah konkrit yang akan diupayakan di Sumsel. Pertama, pembenahan sistem deteksi dini TB melalui pemeriksaan secara masif di tingkat kelurahan dan desa.
Kedua, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya dalam menangani kasus TB. Ketiga, sinergi dengan sektor pendidikan untuk menyematkan edukasi TB dalam kurikulum sekolah.
Keempat, pengembangan model kolaborasi dengan komunitas dan organisasi masyarakat untuk melakukan pendampingan pasien TB hingga sembuh. Kelima, peningkatan akses terhadap obat TB berkualitas, khususnya untuk kasus resisten obat.
Komitmen Bersama
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri juga menyampaikan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung program eliminasi TB di daerah. Pemerintah pusat akan terus memberikan bantuan teknis, pelatihan, serta pendanaan untuk mempercepat penurunan angka prevalensi TB di Sumsel.
"Kita berharap dengan kolaborasi yang erat antar pihak, Sumsel bisa menjadi contoh provinsi sukses dalam mengeliminasi TB di Indonesia. Ini adalah investasi masa depan untuk kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Sumsel," pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menunjukkan komitmen penuh untuk mendukung program ini. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan memastikan selurup pemda di Sumsel turut serta dalam mengimplementasikan program TB secara maksimal.
"Kita akan memastikan sinergi yang baik antara pemerintah provinsi dengan kabupaten/kota dalam penanganan TB. Ini bukan tugas mudah, tetapi dengan kerja sama yang solid, kita yakin bisa mencapai target eliminasi TB di Sumsel," kata Gubernur Deru.
Comments (0)