Turis Belanda Saksikan Cahaya Aneh di Gunung Kawi

MALANG — Seorang wisatawan asal Belanda melaporkan pengalaman tak biasa saat mengunjungi kawasan Gunung Kawi, Minggu malam lalu. Ia bersama seorang pemandu

Turis Belanda Saksikan Cahaya Aneh di Gunung Kawi

MALANG — Seorang wisatawan asal Belanda melaporkan pengalaman tak biasa saat mengunjungi kawasan Gunung Kawi, Minggu malam lalu. Ia bersama seorang pemandu lokal menyaksikan serangkaian cahaya berpendar yang muncul dari arah puncak gunung, menyerupai kembang api yang menyala tanpa suara. Fenomena ini berlangsung sekitar tujuh menit dan sempat terekam dalam kamera ponsel, meski hasilnya hanya menampilkan semburat sinar redup.

Pengakuan itu sontak menyebar di media sosial setelah pemandu wisata mengunggahnya ke grup diskusi pelaku wisata Kabupaten Malang. Hingga kini, banyak warganet yang menduga-duga: dari tanda alam hingga isyarat gaib yang melekat pada Gunung Kawi sebagai salah satu destinasi religi.

Kesaksian Langsung: ‘Seperti Kembang Api yang Diam’

Adriaan van der Meer, 34 tahun, warga Rotterdam yang tengah menjalani liburan spiritual di Jawa Timur, mengaku sempat terdiam melihat pemandangan tersebut. Saat ditemui awak media di kawasan Pesanggrahan Gunung Kawi, ia menuturkan:

“Kami baru selesai berdoa di area pesarean. Langit cerah, tiba-tiba dari punggung gunung muncul kilatan warna kehijauan dan kebiruan. Saya mengira itu drone, tapi tidak ada suara. Lalu muncul lagi, seperti percikan api yang menari-nari. Pemandu saya langsung menunjuk ke atas dan mengatakan ‘itu sudah biasa, Mas’,”

Ia menambahkan, fenomena itu tidak menimbulkan getaran atau suara ledakan, sehingga kecil kemungkinan berasal dari aktivitas vulkanik. Hal ini diperkuat oleh data Badan Geologi Kementerian ESDM yang tidak mencatat adanya aktivitas seismik mencurigakan di sekitar Gunung Kawi pada jam kejadian.

Fenomena Alam atau Misteri Lintas Zaman?

Gunung Kawi sendiri memang tak asing dengan kisah-kisah tak lazim. Dalam catatan sejarah lisan, kawasan tersebut konon menjadi tempat bertapa dan ritual para tokoh spiritual. Cerita tentang bola api terbang atau cahaya penanda kerap terdengar dari para peziarah yang bermalam. Namun, ini kali pertama kisah serupa disampaikan oleh pelancong asing yang tidak memiliki latar belakang kepercayaan setempat.

Dr. Ratna Kusumawardhani, ahli geofisika dari Universitas Brawijaya, memberikan pandangan ilmiahnya. Menurutnya, fenomena cahaya tanpa suara di daerah pegunungan bisa dijelaskan oleh beberapa kemungkinan:

  • Pelepasan gas metana dari celah-celah batuan yang bereaksi dengan oksigen di udara dingin malam, menghasilkan nyala singkat berwarna biru kehijauan.
  • Tekanan mekanis pada batuan kuarsa yang menghasilkan efek piezoelektrik, memicu lecutan listrik statis di atmosfer lokal—dikenal sebagai earthquake lights meski tak selalu disertai gempa.
  • Refraksi cahaya dari permukiman lembah yang terpantul lapisan awan tipis di atas gunung, menciptakan ilusi optik berpendar-pendar.

“Yang penting, warga tidak perlu khawatir karena tidak terdeteksi peningkatan gas beracun atau anomali termal. Namun kami akan mengirim tim kecil untuk memantau rekahan aktif di jalur pendakian,” ujar Dr. Ratna.

Sementara itu, tokoh adat setempat, Mbah Karto Wijoyo (72), punya tafsir berbeda. Ia menuturkan dengan raut tenang bahwa cahaya itu adalah “kembang lawang”—pintu gaib yang konon membuka jalan bagi arwah leluhur. “Orang sini sudah hafal, kalau ada cahaya seperti itu artinya Gunung Kawi sedang ‘bernafas’. Biasa menjelang bulan purnama,” ujarnya di pendopo Desa Wonosari.

Pemandu wisata yang mendampingi Adriaan, yakni Bayu Anggara (28), membenarkan bahwa dirinya sudah sekitar empat kali melihat kejadian serupa. “Kadang muncul jam dua malam, kadang pas habis hujan gerimis. Saya pribadi menikmati saja, itu bagian dari kekayaan alam Gunung Kawi,” katanya.

Dampak pada Pariwisata dan Respon Pemerintah

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Malang, Hadi Prasetyo, menyambut positif viralnya fenomena ini sebagai magnet baru wisata minat khusus. Namun ia mengingatkan agar pengunjung tidak nekat mendaki tanpa izin ke area yang dianggap keramat.

“Kami sudah menyiagakan ranger di beberapa titik. Spot utama tetap aman dikunjungi. Jika ada yang ingin menyaksikan fenomena ini, silakan, tapi tetap ikuti aturan adat dan lingkungan,” kata Hadi. Pihaknya berencana memasukkan titik pengamatan cahaya malam hari ke dalam paket Wisata Malam Gunung Kawi yang mulai diuji coba September nanti.

Bagi Adriaan, pengalaman tersebut justru menjadi puncak perjalanannya di Indonesia. “Saya datang mencari ketenangan, malah disuguhi pertunjukan cahaya dari alam. Mungkin ini cara Jawa menyambut tamunya,” tutupnya sambil tersenyum.

[SOCIAL_TWEET]: Seorang turis Belanda merekam detik-detik munculnya cahaya aneh mirip kembang api di puncak Gunung Kawi. Ilmuwan menyebut gas metana atau lecutan listrik batuan, warga lokal menyebutnya “kembang lawang”. Lengkapnya: #GunungKawi #FenomenaAlam #WisataMalang[SOCIAL_TG]: 🌌✨ “Seperti kembang api yang diam”—seorang turis Belanda menceritakan penampakan cahaya aneh di Gunung Kawi. Fenomena alam atau “kembang lawang” yang melegenda? Yuk kita bedah di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User