Bisnis

Toyota Siapkan Hilux Bertenaga Hidrogen Meluncur di Eropa Tahun 2028

BRUSSELS — Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, mengonfirmasi langkah strategis terbaru dalam portofolio kendaraan komersial nir-emisi.

Toyota Siapkan Hilux Bertenaga Hidrogen Meluncur di Eropa Tahun 2028

BRUSSELS — Raksasa otomotif asal Jepang, Toyota Motor Corporation, mengonfirmasi langkah strategis terbaru dalam portofolio kendaraan komersial nir-emisi. Setelah memperkenalkan varian bertenaga baterai (BEV), Toyota kini tengah mempersiapkan peluncuran Toyota Hilux bertenaga hidrogen atau Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) untuk pasar Eropa yang ditargetkan mulai mengaspal pada tahun 2028.

Berbeda dengan lini kendaraan penumpang pada umumnya, Toyota memosisikan pikap kabin ganda berbasis sel bahan bakar ini khusus untuk sektor komersial, armada korporasi, serta perusahaan penyewaan (leasing), bukan untuk pembeli ritel atau konsumen perseorangan.

Fokus Pasar Armada Komersial dan Skema Leasing

Keputusan membidik segmen korporasi diambil berdasarkan perhitungan matang terkait kesiapan infrastruktur pengisian hidrogen di Benua Biru. Perusahaan komersial dinilai memiliki pola operasional rute tetap (depot-to-depot), sehingga manajemen pengisian bahan bakar hidrogen dapat dilakukan secara terpusat dan terprediksi.

"Toyota terus mengedepankan pendekatan multi-jalur (multi-pathway) dalam mencapai netralitas karbon, di mana teknologi hidrogen menjadi pilar vital untuk kendaraan angkut beban berat dan operasional jarak jauh."

Skema leasing jangka panjang juga memberikan kemudahan bagi korporasi untuk beralih ke armada hijau tanpa harus menanggung risiko depresiasi aset teknologi baru secara langsung.

Kronologi Pengembangan Hilux Ramah Lingkungan

Pengembangan pikap tangguh bertenaga hidrogen ini melewati sejumlah tahapan penting yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir:

  1. Tahun 2022: Toyota Motor Manufacturing UK (TMUK) di Burnaston, Inggris, memimpin proyek konsorsium pengembangan purwarupa Hilux FCEV yang didukung oleh pendanaan pemerintah Inggris melalui Advanced Propulsion Centre (APC).
  2. Tahun 2023–2024: Sebanyak sepuluh unit prototipe berhasil diproduksi untuk menjalani serangkaian uji ketahanan, dinamika berkendara, performa di medan ekstrem, serta simulasi kerja harian.
  3. Tahun 2025–2027: Peluncuran Hilux versi listrik baterai (BEV) sebagai pembuka jalan elektrifikasi kendaraan komersial ringan di berbagai pasar global.
  4. Tahun 2028: Peluncuran resmi dan distribusi komersial unit Hilux FCEV generasi produksi massal bagi pasar armada dan leasing di kawasan Eropa.

Keunggulan Teknologi Sel Bahan Bakar untuk Kerja Berat

Secara teknis, Toyota Hilux hidrogen mengadopsi komponen inti sel bahan bakar dari Toyota Mirai generasi kedua yang telah teruji keandalannya. Penggunaan sistem FCEV pada kendaraan pikap menawarkan beberapa keunggulan signifikan dibandingkan kendaraan listrik berbasis baterai murni:

  • Waktu Pengisian Singkat: Pengisian tangki hidrogen bertekanan tinggi hanya memerlukan waktu sekitar 3 hingga 5 menit, setara dengan pengisian bahan bakar konvensional.
  • Daya Angkut dan Derek Maksimal: Bobot sistem FCEV jauh lebih ringan dibandingkan paket baterai berkapasitas besar, sehingga tidak mengorbankan kapasitas muatan bak (payload) maupun daya tarik (towing capacity).
  • Daya Jelajah Tinggi: Jarak tempuh ditargetkan mampu melampaui 600 kilometer dalam satu kali pengisian penuh tanpa menghasilkan emisi gas buang selain uap air murni.

Dengan strategi matang ini, Toyota menegaskan komitmennya untuk memimpin transformasi dekarbonisasi sektor transportasi komersial di Eropa, melengkapi portofolio kendaraan ramah lingkungan yang kian komprehensif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User