PANDEGLANG, Terdepan.id – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan penyisiran laut dan udara guna mencari delapan penumpang speed boat yang dilaporkan hilang kontak di kawasan Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Memasuki hari kelima operasi kemanusiaan ini, tim penyelamat memperlebar radius jelajah akibat dinamika arus laut dan ancaman gelombang tinggi yang terus menyelimuti kawasan perairan tersebut.
Operasi pencarian berskala besar ini melibatkan armada gabungan dari Basarnas, TNI AL, Polairud, serta potensi relawan dan nelayan setempat. Luasnya perairan terbuka dan perubahan cuaca yang berlangsung cepat menuntut pengerahan strategi terkoordinasi secara ketat di lapangan.
Kronologi dan Pembagian Sektor Pencarian
Operasi harian dimulai sejak pagi buta untuk mengoptimalkan jarak pandang visual dan ketenangan arus perairan sebelum gelombang memuncak menjelang siang hari. Berikut merupakan tahapan manuver penyisiran yang dikerahkan oleh Tim SAR Gabungan:
- Pukul 06.30 WIB: Seluruh unsur tim gabungan menggelar koordinasi taktis dan pengarahan teknis (briefing) di posko utama untuk memetakan dinamika arah angin serta pergerakan arus air laut.
- Pukul 07.00 WIB: Armada laut dan tim patroli udara resmi diberangkatkan menuju titik koordinat pencarian yang telah ditetapkan pada rencana operasi hari kelima.
- Pukul 10.30 WIB: Tim menyisir enam klaster utama di zona perairan terbuka dengan pola penyisiran paralel guna memastikan tidak ada celah yang terlewatkan.
- Pukul 14.00 WIB: Evaluasi berkala dilakukan menyusul meningkatnya ketinggian gelombang laut dan kecepatan angin di sekitar Selat Sunda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten, Al Amrad, menegaskan bahwa strategi pemisahan wilayah dilakukan untuk memaksimalkan efektivitas deteksi korban maupun puing kapal.
"Memasuki hari kelima, kami kembali memperluas area pencarian dengan membagi wilayah menjadi beberapa sektor, baik melalui jalur laut maupun udara. Seluruh unsur SAR yang terlibat kami optimalkan untuk menyisir area yang telah ditentukan," ujar Al Amrad dalam keterangannya.
Fokus Penyisiran di Enam Sektor Utama
Dalam operasi pencarian kali ini, penyisiran laut dipusatkan pada enam sektor strategis yang mencakup Sektor T, U, Z, W, X, dan Y. Wilayah pencarian ini mencakup bentang luas hingga mencapai sekitar 2.537 nautical mile persegi (NM²).
Penyisiran diatur sedemikian rupa dengan memanfaatkan sejumlah armada teknis, antara lain:
- Kapal Penyelamat (Rescue Boat): Dikerahkan menyisir laut lepas pada sektor terluar (W, X, dan Y).
- Rigid Inflatable Boat (RIB): Bergerak fleksibel di perairan dekat pulau dan perairan dangkal (Sektor T dan U).
- Patroli Udara: Melakukan pemantauan visual jarak jauh untuk mendeteksi anomali di permukaan laut.
Kendala Gelombang Tinggi dan Cuaca Dinamis
Kondisi oseanografi di Selat Sunda menghadirkan tantangan berat bagi tim penyelamat. Arus bawah laut yang sangat deras berpotensi menyeret material atau korban menjauh dari titik perkiraan awal insiden. Selain itu, tinggi gelombang yang dapat berfluktuasi secara mendadak menuntut kewaspadaan tinggi dari para personel penyelamat guna mencegah timbulnya risiko baru.
Pihak berwenang mengimbau kepada seluruh kapal nelayan maupun armada niaga yang melintasi Selat Sunda untuk segera memberikan laporan apabila menemukan tanda-tanda atau puing yang terindikasi terkait dengan kecelakaan kapal tersebut.
Comments (0)