Serangan drone Rusia menghanguskan sebuah gudang penyimpanan di kawasan Kyiv, Ukraina, pada Sabtu (20/9/2026). Insiden tersebut memicu kebakaran besar yang melibatkan puluhan petugas pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerusakan material diperkirakan mencapai puluhan juta dolar AS.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kyiv, Petro Kovalenko, mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 03.30 waktu setempat. Segera setelah alarm pengeboman berbunyi, warga di sekitar area gudang telah dievakuasi ke tempat perlindungan. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dalam waktu tujuh menit setelah laporan kebakaran diterima.
Kronologi Serangan dan Pemadaman Kebakaran
- Pukul 02.45 waktu setempat: Sistem pertahanan udara Kyiv mendeteksi sekitar 15 unit drone nirawak Rusia yang bergerak menuju arah ibu kota dari berbagai sudut.
- Pukul 03.15: Sebanyak 9 drone berhasil dijatuhkan oleh pasukan pertahanan udara Ukraina. Namun, 6 unit lainnya lolos dan mengarah ke sasaran sipil.
- Pukul 03.28: Satu drone menghantam atap gudang penyimpanan barang elektronik di Distrik Holosiivskyi. Benturan tersebut memicu ledakan dan kebakaran hebat.
- Pukul 03.30: Api mulai merambat dengan cepat ke seluruh bangunan gudang berukuran sekitar 3.000 meter persegi.
- Pukul 03.37: Tim pemadam kebakaran pertama tiba di lokasi dan memulai upaya pemadaman dengan 12 unit kendaraan pemadam kebakaran.
- Pukul 05.45: Setelah berjuang selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Drone pertama menghantam bagian utara gudang. Api berkembang sangat cepat karena gudang tersebut menyimpan barang-barang elektronik yang mudah terbakar," ujar Petro Kovalenko dalam konferensi pers di lokasi kejadian.
Berdasarkan data Kementerian Pertahanan Ukraina, serangan tersebut merupakan bagian dari kampanye besar Rusia yang menargetkan infrastruktur sipil dan logistik di wilayah Kyiv. Dalam sepekan terakhir, setidaknya telah terjadi empat kali serangan serupa yang mengenai fasilitas penyimpanan dan gudang komersial di sejumlah distrik di ibu kota.
Kerugian Material dan Dampak Ekonomi
Pemilik gudang, Andriy Marchenko, mengungkapkan kerugian yang dialami akibat insiden tersebut. "Seluruh stok barang elektronik senilai sekitar $12 juta ludes terbakar. Kami kehilangan segalanya dalam waktu kurang dari tiga jam," ungkap Marchenko dengan nada sedih.
Selain kerugian langsung, kebakaran tersebut juga berdampak pada aktivitas ekonomi di sekitar kawasan gudang. Setidaknya tiga bisnis lain yang berada di radius satu kilometer mengalami kerusakan akibat asap dan panas. Sejumlah karyawan terpaksa dievakuasi dan aktivitas operasional dihentikan sementara waktu.
Menurut perkawian awal dari Kementerian Ekonomi Ukraina, total kerugian ekonomi dari serangan ini diperkirakan mencapai $18 juta AS termasuk kerusakan fasilitas dan kehilangan produk. Jumlah ini belum termasuk biaya pemulihan infrastruktur dan kompensasi untuk pekerja yang terdampak.
Pertahanan Udara Ukraina Tingkatkan Kesiagaan
Sejak awal September 2026, Rusia meningkatkan intensitas serangan udara terhadap Kyiv dan kota-kota besar lainnya di Ukraina. Militer Ukraina melaporkan telah menjatuhkan ratusan drone dan rudal dalam beberapa pekan terakhir, namun sebagian kecil berhasil menembus pertahanan udara.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Ukraina, Lieutenant Colonel Natalia Humeniuk, menyatakan bahwa Rusia kini menggunakan taktik baru dengan meluncurkan drone dalam gelombang berulang untuk membingungkan sistem pertahanan. "Mereka mengirim drone secara bersamaan dari berbagai arah untuk mencari celah di pertahanan kami," jelasnya.
Pemerintah Ukraina telah meminta bantuan internasional untuk memperkuat sistem pertahanan udara. Beberapa negara sekutu, termasuk Jerman dan Prancis, telah berkomitmen mengirimkan sistem pertahanan udara tambahan dalam beberapa bulan mendatang.
Respons Internasional
Organisasi Negara-Negara Bersatu (PBB) mengecam keras serangan tersebut dan menyerukan agar kedua belah pihak menghormati hukum internasional kemanusiaan. "Serangan terhadap fasilitas sipil adalah pelanggaran serius terhadap konvensi Jenewa," kata Stéphane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB.
Amerika Serikat melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan Ukraina dan menyerukan penghentian segera agresi militer Rusia. Sementara itu, Uni Eropa mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia yang difokuskan pada sektor teknologi pertahanan.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa serangan ini membuktikan bahwa Rusia tidak memiliki niat untuk berunding. "Setiap serangan terhadap warga sipil kami semakin memperkuat tekad kami untuk mempertahankan tanah air," ujar Zelensky melalui akun media sosialnya.
Comments (0)