QRIS Tembus Pasar India, Transaksi Lintas Negara Kian Mudah

Bayangkan Anda sedang berwisata di Taj Mahal, hendak membeli suvenir khas India, dan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan Indonesia. Tidak perlu repot menukar rupiah ke rupee, tidak p...

Jul 12, 2026 - 04:44
0 0
QRIS Tembus Pasar India, Transaksi Lintas Negara Kian Mudah

Bayangkan Anda sedang berwisata di Taj Mahal, hendak membeli suvenir khas India, dan cukup memindai kode QR menggunakan aplikasi perbankan Indonesia. Tidak perlu repot menukar rupiah ke rupee, tidak perlu kartu kredit khusus perjalanan. Skenario ini sebentar lagi bukan fiksi. Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa sistem pembayaran digital nasional, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), akan segera dapat digunakan di India. Langkah ini membuka babak baru dalam efisiensi transaksi keuangan lintas negara, terutama bagi pelaku usaha dan wisatawan kedua negara.

Mengapa Ekspansi Ini Penting: Jembatan Perdagangan Dua Raksasa

Indonesia dan India merupakan dua kekuatan ekonomi utama di Asia dengan nilai perdagangan bilateral yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Menurut data Kementerian Perdagangan, total perdagangan kedua negara pada 2024 tercatat lebih dari 30 miliar dolar AS. Namun, salah satu hambatan yang kerap dikeluhkan pelaku usaha adalah kompleksitas dan biaya transaksi keuangan lintas negara, termasuk fluktuasi nilai tukar dan ketergantungan pada jaringan perbankan koresponden.

Dengan diadopsinya QRIS di India, transaksi antara pelaku UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) Indonesia dengan mitra dagang di India menjadi jauh lebih sederhana. Ibarat seperti memiliki satu dompet digital yang berfungsi di dua negara tanpa perlu memahami seluk-beluk sistem perbankan masing-masing. Pengusaha batik di Solo yang mengekspor produknya ke Mumbai cukup menerima pembayaran dalam rupee melalui QRIS, dan dana langsung dikonversi ke rupiah dengan kurs real-time. Ini memangkas biaya administrasi perbankan yang selama ini bisa mencapai 3-5 persen per transaksi.

Bagaimana Teknologi Interoperability Bekerja di Balik Layar

Secara teknis, ekspansi QRIS ke India dimungkinkan melalui skema interoperabilitas antara sistem pembayaran kedua negara. QRIS selama ini menggunakan standar EMVCo (Europay, MasterCard, Visa Company) yang diadopsi secara global, termasuk National Common Mobility Card (NCMC) yang digunakan di India. Bank Indonesia bekerja sama dengan Reserve Bank of India untuk menyelaraskan infrastruktur teknis, termasuk protokol keamanan, penyelesaian dana antarnegara, serta mekanisme anti-pencucian uang.

Proses transaksinya: Ketika seorang turis Indonesia memindai QR merchant di India, sistem akan membaca identitas merchant melalui QR code tersebut. Data transaksi kemudian dirutekan melalui payment gateway lokal India menuju switching network Indonesia. Di titik ini, sistem secara otomatis melakukan konversi mata uang menggunakan kurs acuan yang disepakati kedua bank sentral. Dana dalam rupiah akan didebit dari rekening pengguna, sementara merchant India menerima pembayaran dalam rupee secara instan.

Keamanan menjadi prioritas utama dalam implementasi ini. Setiap transaksi dilindungi dengan enkripsi end-to-end menggunakan algoritma AES-256, standar yang sama digunakan oleh perbankan global. Otoritas kedua negara juga menerapkan batas transaksi harian untuk memitigasi risiko pencucian uang dan pendanaan terorisme. Untuk transaksi dalam jumlah besar, verifikasi biometrik dua faktor akan diwajibkan melampaui PIN standar.

Dampak Nyata pada UMKM dan Pariwisata: Bukan Sekadar Kemudahan

Sektor yang paling merasakan dampak langsung adalah UMKM dan industri pariwisata. India merupakan salah satu sumber wisatawan mancanegara terbesar bagi Indonesia, terutama untuk destinasi Bali dan Lombok. Pada 2024, lebih dari 700 ribu wisatawan India berkunjung ke Indonesia. Jumlah ini diproyeksikan meningkat signifikan dengan kemudahan pembayaran digital yang sudah akrab di kalangan masyarakat India, mengingat India sendiri memiliki Unified Payments Interface (UPI) yang sangat populer.

Sebaliknya, Indonesia juga mengirimkan wisatawan dalam jumlah besar ke India, terutama untuk wisata religi dan bisnis teknologi di kota-kota seperti Bangalore dan Hyderabad. Alih-alih membawa uang tunai dalam jumlah besar atau bergantung pada kartu kredit dengan biaya konversi tinggi, turis Indonesia cukup menggunakan aplikasi perbankan yang sudah mereka gunakan sehari-hari untuk bertransaksi di India.

Dari sisi pelaku UMKM ekspor, efisiensi yang ditawarkan cukup signifikan. Sebuah studi internal Bank Indonesia memperkirakan penghematan biaya transaksi mencapai 40-60 persen dibandingkan metode transfer bank konvensional. Untuk UMKM dengan margin keuntungan tipis, efisiensi ini bisa menjadi penentu daya saing di pasar global.

Peta Jalan Implementasi: Dari Pilot Project ke Adopsi Penuh

Implementasi QRIS di India akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dimulai dengan pilot project di kota-kota besar dengan volume perdagangan tinggi dengan Indonesia, seperti New Delhi, Mumbai, dan Chennai. Periode uji coba diperkirakan berlangsung selama tiga hingga enam bulan, melibatkan merchant-merchant pilihan di sektor perhotelan, ritel, dan restoran. Bank Indonesia menargetkan cakupan penuh secara nasional dalam waktu 12-18 bulan setelah pilot project dinyatakan sukses.

Dari sisi infrastruktur, kedua otoritas telah menunjuk sejumlah bank dan fintech sebagai mitra strategis. Di Indonesia, bank-bank BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, dan BNI akan menjadi pionir, sementara di India, State Bank of India dan beberapa payment gateway swasta telah menyatakan kesiapan teknis. Koordinasi teknis mencakup standarisasi QR code format, harmonisasi regulasi Anti-Money Laundering (AML) dan Know Your Customer (KYC), serta penyelesaian sengketa transaksi lintas yurisdiksi.

Ke depan, model kerja sama ini membuka peluang ekspansi QRIS ke negara-negara lain yang memiliki hubungan ekonomi signifikan dengan Indonesia. Negara-negara seperti Arab Saudi, Jepang, dan Korea Selatan disebut-sebut sebagai kandidat berikutnya. Jika berhasil, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi pembayaran global, tetapi juga aktor penting dalam membentuk infrastruktur keuangan digital di kawasan Asia-Pasifik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User