Presiden Prabowo Subianto Bertemu Delegasi Imperial College Bahas Kolaborasi Sains
Langkah kaki yang mantap dan jabat tangan hangat menandai momen bersejarah di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2026). Presiden Prabowo Subianto, didampi
Langkah kaki yang mantap dan jabat tangan hangat menandai momen bersejarah di Istana Negara, Jakarta, Senin (22/6/2026). Presiden Prabowo Subianto, didampingi Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto, menerima kunjungan kehormatan delegasi Imperial College London. Suasana menjadi saksi bisu dibukanya lembaran baru kerja sama akademik dan riset antara Indonesia dan salah satu universitas paling prestisius di dunia itu. Delegasi Imperial College yang dipimpin langsung oleh Presiden kampus, Profesor Hugh Brady, disambut dengan penghormatan resmi dan sesi foto bersama di tangga utama istana. Kunjungan ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan strategis untuk memperdalam kolaborasi di bidang sains, teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia unggul.
Pertemuan berlangsung dalam format diskusi lintas sektor yang hangat namun penuh substansi. Presiden Prabowo tampak antusias mendengarkan pemaparan delegasi tentang potensi riset bersama di ranah kecerdasan buatan (AI), energi bersih, bioteknologi, hingga rekayasa material maju. Mendiktisaintek Brian Yuliarto yang baru sepekan dilantik—dan memiliki rekam jejak riset internasional di bidang nanosains—tampil sebagai jembatan teknis yang fasih memetakan kebutuhan riset nasional. Chemistry personal antara kedua pemimpin pendidikan tinggi itu menjadi katalis yang mempercepat pembahasan poin-poin konkret kerja sama.
Visi Bersama: Memajukan Riset dan Teknologi
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa era pembangunan Indonesia saat ini menuntut lompatan inovasi berbasis sains. Anggaran riset nasional telah ditingkatkan menjadi 1,2 persen dari PDB pada APBN 2026, naik signifikan dari 0,28 persen lima tahun sebelumnya. “Kami tidak ingin hanya menjadi pasar teknologi. Indonesia harus menjadi bagian dari rantai pasok inovasi global. Kemitraan dengan Imperial College adalah batu loncatan untuk mewujudkannya,” ujar Presiden dengan nada optimistis. Delegasi Imperial College merespons positif dengan menyodorkan model triple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan industri secara simultan. Profesor Hugh Brady menekankan bahwa kolaborasi dengan universitas-universitas Indonesia yang sudah berjalan—seperti Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia—dapat diperluas hingga ke laboratorium bersama dan program gelar ganda.
Topik paling hangat yang dibicarakan adalah pendirian Pusat Unggulan Riset Kecerdasan Buatan Indonesia-Imperial yang diproyeksikan mulai beroperasi pada kuartal pertama 2027. Pusat ini akan menjadi hub bagi peneliti muda Indonesia untuk mengakses superkomputer dan basis data global yang dimiliki Imperial College. Selain itu, disinggung pula kemungkinan kolaborasi riset vaksin dan terapi genetik berbasis mRNA, sejalan dengan pengalaman Imperial selama pandemi.
Komentar dari Para Pemimpin
“Kami ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi di Asia Tenggara. Dengan bermitra bersama Imperial College, kami yakin lompatan kualitas riset dan SDM bisa tercapai dalam satu dekade. Ini bukan retorika, tapi komitmen yang akan kami wujudkan lewat kebijakan nyata,”
tegas Presiden Prabowo. Pernyataan itu langsung disambut tepuk tangan para hadirin yang terdiri dari sejumlah rektor universitas terkemuka dan CEO BUMN strategis. Di sisi lain, Profesor Hugh Brady menambahkan bahwa Imperial College melihat Indonesia sebagai mitra yang sangat potensial. “Kami terkesan dengan talenta-talenta muda Indonesia yang cemerlang. Kolaborasi ini akan membuka jalan bagi para ilmuwan kedua negara untuk menjawab tantangan global bersama,” ujarnya.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto ikut menimpali dengan menekankan pentingnya transfer pengetahuan yang berkelanjutan. “Ini adalah momen emosional bagi saya pribadi dan bagi dunia pendidikan tinggi Indonesia. Kami tidak sekadar mengejar peringkat, tetapi mengejar dampak nyata riset untuk kesejahteraan rakyat,” katanya sembari menyampaikan rencana beasiswa doktoral dan posdoktoral yang segera diumumkan.
Rencana Aksi: Dari Riset Bersama hingga Beasiswa Doktoral
Kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tersebut mencakup tiga pilar utama yang akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada September 2026 mendatang. Program beasiswa “Imperial-Indonesia PhD Fellowship” akan menyediakan 100 beasiswa penuh bagi lulusan S1 dan S2 terbaik Indonesia untuk menempuh studi doktor di London selama empat tahun ke depan. Selain itu, dana riset bersama senilai 50 juta dolar AS akan dialokasikan untuk proyek-proyek prioritas nasional, termasuk pengembangan kendaraan listrik berbasis hidrogen dan sensor cerdas untuk pertanian presisi. Pilar ketiga adalah mobilitas peneliti, di mana sedikitnya 30 peneliti Indonesia akan ditempatkan di laboratorium Imperial setiap tahunnya.
Data ringkas rencana kolaborasi tersebut disajikan sebagai berikut:
| Pilar Kolaborasi | Target 2027-2030 | Alokasi Dana |
|---|---|---|
| Beasiswa Doktoral | 100 kandidat PhD | 25 juta dolar AS |
| Dana Riset Bersama | 5 proyek strategis | 50 juta dolar AS |
| Mobilitas Peneliti | 30 peneliti/tahun | 10 juta dolar AS (tahap awal) |
Pertemuan ini sekaligus menjadi ajang unjuk gigi Indonesia dalam membangun ekosistem riset yang kompetitif. Presiden Prabowo menginstruksikan Mendiktisaintek untuk mempercepat penyusunan peta jalan riset nasional yang terintegrasi dengan kerja sama luar negeri. Delegasi Imperial College pun dijadwalkan mengunjungi sejumlah kampus dan pusat riset di Bandung dan Surabaya hingga 26 Juni 2026 sebelum kembali ke London. Kunjungan ini menegaskan bahwa diplomasi sains kini menjadi pilar penting dalam hubungan bilateral Indonesia dengan Inggris, sekaligus membuka jalan bagi transformasi pendidikan tinggi yang lebih berdampak.
[SOCIAL_TWEET]: Presiden Prabowo & Mendiktisaintek Brian Yuliarto sambut delegasi @imperialcollege. Bahas kolaborasi AI, beasiswa 100 PhD, dan dana riset 50 juta dolar AS. Indonesia makin diperhitungkan! #Prabowo #ImperialCollege #RisetIndonesia[SOCIAL_TG]: 🇮🇩🤝🇬🇧 Presiden Prabowo terima delegasi Imperial College London! Kolaborasi super: pusat AI, beasiswa 100 doktor, dan dana riset jumbo. Sains Indonesia siap melesat! 🚀🔬
Comments (0)