Teknologi

Polda Riau Luncurkan Program Riau Cerah Presisi Cegah Karhutla

PEKANBARU, Terdepan.id — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menginisiasi terobosan strategis dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pelunc

Polda Riau Luncurkan Program Riau Cerah Presisi Cegah Karhutla

PEKANBARU, Terdepan.id — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menginisiasi terobosan strategis dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui peluncuran program inovatif bertajuk Riau Cerah Presisi. Program komprehensif ini diarahkan untuk mengubah paradigma penanganan karhutla di Bumi Lancang Kuning, beralih dari pola penindakan reaktif menuju skema restorasi ekosistem yang berkelanjutan.

Inisiatif ini dirumuskan langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, guna menjawab tantangan musiman kabut asap yang kerap melanda wilayah Riau. Melalui program ini, Polda Riau memadukan instrumen penegakan hukum, pelibatan masyarakat lokal, serta pemulihan lingkungan secara terintegrasi.

Tiga Pilar Utama Penyelamatan Ekosistem

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akhmadi menjelaskan bahwa Riau Cerah Presisi beroperasi di atas fondasi tiga pilar utama yang saling menguatkan, yakni Mencegah, Merawat, dan Menghijaukan. Ketiga pilar ini menjadi kerangka kerja terpadu bagi seluruh jajaran kepolisian resor (Polres) hingga kepolisian sektor (Polsek) di Riau.

"Program Riau Cerah Presisi bukan sekadar aksi seremonial, melainkan komitmen jangka panjang kepolisian bersama pemangku kepentingan untuk menjaga bentang alam Riau. Kami ingin memastikan pencegahan berjalan optimal sekaligus mengembalikan fungsi lahan yang telah rusak," ujar perwakilan Polda Riau.

Berikut adalah fokus operasional dari ketiga pilar tersebut:

  • Mencegah: Memperkuat sistem deteksi dini melalui patroli terpadu, pemanfaatan teknologi pemantauan titik panas (hotspot), serta edukasi intensif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan metode membakar.
  • Merawat: Menjaga stabilitas hidrologis lahan gambut melalui pengawasan sekat kanal (canal blocking) dan embung air, serta melakukan penegakan hukum tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku pembakaran perorangan maupun korporasi.
  • Menghijaukan: Melakukan rehabilitasi lahan kritis dan bekas terbakar melalui reboisasi masif dengan menanam vegetasi endemik bernilai ekologis tinggi bersama komunitas lokal.

Tahapan Implementasi Program di Lapangan

Polda Riau menyusun peta jalan terstruktur guna merealisasikan program ini agar berjalan efektif di seluruh kabupaten dan kota rawan karhutla:

  1. Tahap Pemetaan dan Konsolidasi Data: Mengidentifikasi zona merah rawan terbakar dan memetakan kepemilikan konsesi serta area gambut berkedalaman tinggi.
  2. Tahap Pembentukan Satgas Terpadu: Mengintegrasikan personel Polri, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA).
  3. Tahap Aksi Restorasi: Penanaman bibit pohon secara serentak di lahan-lahan terdegradasi untuk mengembalikan tutupan hijau.

Sinergi Multi-Pihak Menuju Riau Bebas Asap

Keberhasilan program Riau Cerah Presisi bertumpu pada kolaborasi lintas sektoral. Kepolisian menggandeng pemerintah daerah, akademisi, korporasi perkebunan dan kehutanan, serta tokoh adat untuk menciptakan tata kelola lingkungan yang tangguh.

Langkah preventif dan restoratif ini diharapkan mampu menghapus stigma bencana asap tahunan di Provinsi Riau, sekaligus melindungi keanekaragaman hayati dan menjamin hak masyarakat atas udara bersih.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User