Teknologi

PARIS — Terdakwa Pembunuhan Aramburú Tuding Polisi Prancis Rekayasa Bukti

PARIS — Sidang kasus pembunuhan mantan pemain rugbi internasional asal Argentina, Federico Martín Aramburú, kembali memanas pada hari kelima persidangan di

PARIS — Terdakwa Pembunuhan Aramburú Tuding Polisi Prancis Rekayasa Bukti

PARIS — Sidang kasus pembunuhan mantan pemain rugbi internasional asal Argentina, Federico Martín Aramburú, kembali memanas pada hari kelima persidangan di Pengadilan Paris. Salah satu terdakwa utama, Romain Bouvier, menyampaikan kesaksian kontroversial dengan menuding pihak kepolisian Prancis telah melakukan rekayasa bukti total terkait penemuan sejumlah senjata api terkokang di kediamannya.

Dalam persidangan yang dipantau ketat media internasional seperti L’Equipe, Bouvier yang mengenakan kemeja cerah membantah keras keterlibatannya dalam aksi pembunuhan berdarah yang terjadi pada 19 Maret 2022 tersebut. Terdakwa mengklaim bahwa senjata-senjata yang disita penyidik sebenarnya berada dalam kondisi kosong tidak terisi saat ia meninggalkan rumah.

"Senjata-senjata itu tidak terisi amunisi saat saya keluar rumah untuk makan malam bersama [Loïk] Le Priol. Satu-satunya kemungkinan senjata itu dalam keadaan terisi adalah petugas polisi sendiri yang memegang senjata saya, menguji cartridges peluru untuk melihat apakah cocok, lalu mengokangnya untuk membuat pementasan total," ujar Bouvier tegas di hadapan majelis hakim.

Polisi Prancis sebelumnya menyita belasan pucuk senjata api dari rumah Bouvier. Daftar penyitaan tersebut mencakup revólver Smith & Wesson, Colt, Browning, senapan Winchester, serta beberapa jenis senapan antik lainnya. Senjata-senjata tersebut diklaim Bouvier sebagai bagian dari koleksi pribadi dan tidak berkaitan dengan peristiwa penembakan di jalanan Paris.

Kronologi Peristiwa Penembakan Federico Martín Aramburú

Kasus yang menggemparkan dunia olahraga internasional ini bermula dari perselisihan di kawasan elit Paris. Untuk memahami alur kejadian yang menewaskan atlet berumur 42 tahun tersebut, berikut adalah urutan peristiwa penting yang terungkap di persidangan:

  1. 19 Maret 2022 (Dini Hari): Percekcokan verbal terjadi antara Federico Martín Aramburú bersama rekannya dengan kelompok Romain Bouvier dan Loïk Le Priol di bar Mabillon, Paris.
  2. Keributan Eskalatif: Petugas keamanan bar sempat melerai pertikaian tersebut, namun perselisihan berlanjut di luar area tempat hiburan.
  3. Aksi Penembakan Fatal: Para pelaku diduga membuntut korban hingga ke Boulevard Saint-Germain sebelum melepaskan beberapa tembakan fatal yang menewaskan Aramburú di tempat.
  4. Penggeledahan Rumah Terdakwa: Kepolisian Paris melacak keberadaan pelaku dan melakukan penggeledahan di kediaman Bouvier, di mana belasan senjata api ditemukan.

Analisis Strategi Pertahanan vs Tuduhan Penuntut Umum

Langkah Bouvier yang menyerang kredibilitas aparat penegak hukum dinilai oleh pemerhati hukum pidana internasional sebagai strategi pembelaan yang sangat berisiko. Menuduh kepolisian melakukan manipulasi barang bukti tanpa menyertakan bukti fisik balasan dapat memperberat posisi terdakwa di mata hakim.

Berikut adalah perbandingan argumen antara Penuntut Umum dan Terdakwa Romain Bouvier dalam persidangan:

Aspek Analisis Posisi Penuntut Umum (Jaksa) Argumen Pembelaan (Romain Bouvier)
Status Barang Bukti Senjata Ditemukan senjata dalam kondisi terisi peluru, menunjukkan kesiapan aksi kriminal dan potensi bahaya tinggi. Mengklaim senjata awalnya kosong dan menuding polisi melakukan rekayasa dengan mengokang peluru saat penggeledahan.
Inventaris Senjata Api Disita arsenil berbahaya mencakup Smith & Wesson, Colt, Browning, dan Winchester. Menyebut seluruh senjata api tersebut semata-mata sebagai koleksi pribadi barang antik.
Keterlibatan Penembakan Terdakwa diduga terlibat langsung dalam konfrontasi yang menyebabkan kematian korban di tempat. Membantah tuduhan pembunuhan berencana dan menyebut proses hukum diwarnai kejanggalan prosedur.

Persidangan yang melibatkan empat terdakwa ini diprediksi masih akan berlangsung ketat selama beberapa minggu ke depan. Pengadilan Paris terus menggali fakta material untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab atas kematian bintang rugbi yang pernah membela tim nasional Argentina pada Piala Dunia Rugbi 2007 tersebut. Publik olahraga global kini menanti keadilan atas tragedi berdarah yang menimpa sang atlet.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User