Bisnis

PANDEGLANG — Basarnas Kerahkan 570 Personel Cari KM Arupadatu I

Memasuki hari kesembilan operasi pencarian dan pertolongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk mempersempit serta mendeta

PANDEGLANG — Basarnas Kerahkan 570 Personel Cari KM Arupadatu I

Memasuki hari kesembilan operasi pencarian dan pertolongan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memutuskan untuk mempersempit serta mendetailkan sektor pencarian kapal cepat KM Arupadatu I yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda. Kapal yang membawa rombongan jurnalis tersebut menjadi fokus utama operasi SAR gabungan skala besar.

Penyempitan radius operasi dilakukan berdasarkan hasil analisis trajektori arus laut dan arah angin terbaru. Langkah ini diambil guna memaksimalkan efektivitas pencarian objek maupun korban di titik-titik yang memiliki probabilitas tertinggi.

Kronologi dan Strategi Penyisiran Hari Kesembilan

Operasi pencarian pada Rabu (16/9) dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan membagi tim ke dalam beberapa sektor prioritas. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran lebih rapat di sekitar perairan Pandeglang hingga mendekati gugusan pulau di selatan Selat Sunda.

  1. Pukul 06.00 WIB: Seluruh unsur SAR menggelar apel kekuatan dan pembagian sektor pencarian mendetail di Posko Terpadu Pandeglang.
  2. Pukul 07.30 WIB: Armada laut diberangkatkan menuju koordinat sasaran dengan pola pencarian paralel (parallel sweep search).
  3. Pukul 11.00 WIB: Pemantauan udara dan penggunaan perangkat sonar bawah air dikerahkan untuk mendeteksi anomali di kedalaman laut.
  4. Pukul 15.30 WIB: Evaluasi berkala dilakukan menyusul perubahan pola arus gelombang di sekitar Selat Sunda bagian barat.
"Area pencarian hari ini kita persempit dan dibuat lebih rapat (mendetail). Tim bergerak menjangkau titik-titik yang dicurigai berdasarkan perhitungan pergerakan arus air laut dan angin. Kami mengerahkan total 570 personel gabungan untuk menyisir perairan dan pesisir pantai," ujar perwakilan pimpinan operasi Basarnas.

Pengerahan Kekuatan dan Armada Gabungan

Operasi kemanusiaan ini melibatkan kolaborasi lintas instansi yang terdiri dari personel Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud Polda Banten, BPBD, potensi SAR lokal, hingga nelayan setempat. Sedikitnya 570 personel gabungan diterjunkan dengan dukungan logistik serta armada laut modern.

Fasilitas utama yang dikerahkan dalam misi pencarian KM Arupadatu I meliputi:

  • Kapal Negara (KN SAR): Dikerahkan sebagai pangkalan apung sekaligus pusat komando navigasi di laut lepas.
  • Rigid Inflatable Boat (RIB) dan Sea Rider: Digunakan untuk manuver cepat menyisir area dangkal dan bebatuan karang di pesisir pulau.
  • Peralatan Sonar dan Aqua Eye: Alat pemindai bawah air untuk melacak keberadaan bangkai kapal maupun objek logam di dasar laut.
  • Tim Penyisir Darat: Bergerak di sepanjang garis pantai selatan Pandeglang guna memantau serpihan atau tanda-tanda yang terdampar.

Tantangan Arus dan Gelombang Selat Sunda

Karakteristik perairan Selat Sunda yang dinamis menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan. Keberadaan palung laut dalam serta arus bawah yang kuat menuntut kehati-hatian ekstra bagi seluruh kru penyelamat. Kendati demikian, Basarnas memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal agar seluruh penumpang KM Arupadatu I dapat segera ditemukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS suwandi-tan

Editor Olahraga. Mantan jurnalis olahraga cetak. Meliput Piala Dunia 3 edisi.

Comments (0)

User