Orang Tua Berburu Alat Tulis, Sementara Krisis Air Bersih Meluas

Pemandangan kontras mewarnai Indonesia jelang tahun ajaran baru 2025. Di Kota Bandung, ribuan orang tua menyerbu toko alat tulis, sementara di sejumlah des

Jul 12, 2026 - 04:16
0 0
Orang Tua Berburu Alat Tulis, Sementara Krisis Air Bersih Meluas

Pemandangan kontras mewarnai Indonesia jelang tahun ajaran baru 2025. Di Kota Bandung, ribuan orang tua menyerbu toko alat tulis, sementara di sejumlah desa di Jawa, warga justru berjuang mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang. Dua realitas ini terjadi bersamaan pada akhir pekan lalu, memperlihatkan wajah ganda masyarakat yang tengah menghadapi kebutuhan mendesak masing-masing.

Pagi di Pasar Cibadak: Ribuan Alat Tulis Ludes

Sabtu (15/7/2025) pukul 07.00 WIB, kawasan Cibadak, Kota Bandung sudah dipadati pembeli. Salah satu toko andalan, milik Teatrika Putri, kebanjiran pelanggan yang ingin mendapatkan perlengkapan sekolah dengan harga diskon. "Penjualan kami dalam dua hari terakhir naik hingga 200 persen dibanding awal bulan," ujar Teatrika saat ditemui di tengah kesibukannya melayani antrean.

"Barang paling laris adalah buku tulis 38 lembar, pensil 2B, pulpen, tempat pensil karakter, dan kotak bekal. Banyak orang tua yang langsung membeli paket hemat seharga Rp150.000 hingga Rp250.000 per anak," lanjut Teatrika.

Mengikuti arus belanja, para orang tua menyusun strategi sejak subuh. Sari, ibu dua anak asal Cimahi, mengaku sengaja datang lebih awal. "Kalau kesiangan, barang murah sudah habis. Saya beli dua paket lengkap untuk anak SD dan SMP, total habis Rp480.000," katanya. Adapun daftar buruan para orang tua antara lain:

  • Buku tulis isi 38 dan 58 lembar
  • Pensil 2B dan penghapus
  • Pulpen hitam dan biru
  • Tempat pensil dan tas sekolah
  • Seragam, dasi, dan perlengkapan olahraga

Pantauan di lokasi, hingga pukul 11.00 WIB, stok di beberapa etalase sudah menipis. Pedagang lain, Asep, menyebut momen ini sebagai puncak musim belanja yang hanya terjadi setahun sekali. "Kami sudah siapkan stok 2 kali lipat sejak pekan lalu, ternyata masih kurang. Pesanan buku saja hari ini mencapai 1.500 eksemplar," ungkap Asep.

Siang di Desa Terpencil: Truk Tangki Jadi Harapan

Pada jam yang hampir bersamaan, sekitar pukul 10.00 WIB, suasana berbeda terjadi di Desa Girisuko, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Puluhan warga berbaris rapi membawa jeriken dan ember menunggu giliran menerima air bersih dari truk tangki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kemarau yang melanda sejak awal Juli membuat sumur-sumur warga mengering total.

Kepala BPBD Gunungkidul, Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan pihaknya telah mengirimkan lebih dari 200 tangki air ke 15 desa yang tersebar di empat kecamatan. "Setiap tangki berkapasitas 5.000 liter, kami distribusikan secara bergilir. Dalam seminggu terakhir, kami telah menyalurkan total 1,2 juta liter air bersih," jelas Sutopo saat memantau pembagian di lapangan.

Jumlah warga terdampak krisis air bersih di wilayah tersebut tercatat mencapai 17.000 jiwa. Selain Gunungkidul, daerah lain yang mengalami kondisi serupa adalah Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) dan sebagian Kabupaten Pacitan (Jawa Timur). Di Wonogiri, BPBD setempat mencatat sedikitnya 15.000 warga mengandalkan bantuan air bersih.

"Setiap hari kami antre dua kali, pagi dan sore. Satu keluarga dapat jatah 40 liter, cukup untuk masak, minum, dan mandi seadanya," kata Warno, warga Dusun Ngandong. Sementara itu, anak-anak yang seharusnya sibuk mempersiapkan buku dan seragam baru, justru harus membantu orang tua mengangkut air. "Kami baru bisa beli alat tulis nanti kalau sudah ada uang, sekarang yang penting air dulu," imbuh Warno pasrah.

Minggu: Krisis Meluas, Bantuan Bertambah

Pada Minggu (16/7/2025), fenomena belanja di Bandung masih berlanjut, namun toko mulai membatasi pembelian item tertentu agar semua pembeli kebagian. Sementara itu, desa-desa terdampak kekeringan justru mengalami perluasan titik krisis. BPBD Gunungkidul menambah jadwal distribusi menjadi 3 kali sehari dan mengerahkan tambahan dua truk tangki dari bantuan provinsi.

"Kami sudah mengajukan permohonan tangki tambahan ke BPBD DIY. Kemarau diprediksi masih akan berlangsung hingga Oktober, sehingga pasokan air harus terus terjamin," ujar Sutopo. Di Bandung, euforia belanja justru dimanfaatkan sejumlah toko untuk menggalang donasi. Toko milik Teatrika Putri, misalnya, menyisihkan Rp5.000 dari setiap transaksi untuk bantuan air bersih ke daerah terdampak. "Kami ingin berbagi karena di saat kami sibuk menyiapkan pendidikan anak, ada saudara-saudara kita yang berjuang untuk kebutuhan dasar," jelasnya.

Kedua peristiwa ini menyiratkan gambaran Indonesia yang sesungguhnya: semangat memajukan pendidikan tetap menyala, namun di saat yang sama, alam masih memberi ujian berat bagi sebagian warga. Ketimpangan akses terhadap kebutuhan pokok menjadi tantangan yang harus dijawab bersama oleh pemerintah dan masyarakat.

[SOCIAL_TWEET]: Di Bandung, orang tua antre alat tulis diskon sementara di pelosok ribuan warga antre air bersih. Dua wajah Indonesia jelang tahun ajaran baru. #KrisisAir #BelanjaSekolah #Kemarau2025[SOCIAL_TG]: πŸ“šπŸ›’ Orang tua ramai borong alat tulis di Cibadak, Bandung. πŸš›πŸ’§ Di sisi lain, ribuan warga di Gunungkidul antre bantuan air bersih. Berita lengkapnya…

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User