Mendes Beberkan Program Beasiswa-Swasembada Pangan ke Kepdes Se-Merangin
Dalam rangka percepatan program swasembada pangan, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan menggelar kegiatan sosialisasi program beasiswa swasembada pangan bagi Kepala Desa (Kepdes) se-Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu (15/11/2023) lalu ini dihadiri oleh puluhan Kepdes dari seluruh kecamatan di Merangin.
Target Jelas: Swasembada Pangan di Tingkat Desa
Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan dan Pelatihan Tanaman Pangan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Dr. Ir. H. Syaiful Bahri, M.P dalam sambutannya menjelaskan bahwa program ini merupakan salah satu upaya nyata pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan dari tingkat desa. "Kita melihat Kepdes sebagai garda terdepan dalam menggerakkan program swasembada pangan di tingkat desa. Dengan memberikan beasiswa dan pengetahuan yang memadai, diharapkan mereka menjadi agen perubahan yang efektif," ujarnya.
Program beasiswa ini menargetkan agar setiap desa di Merangin mampu mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu tiga tahun ke depan. Untuk mencapai target tersebut, Kepdes akan dilatih berbagai aspek mulai dari perencanaan program pertanian, pengembangan varietas unggul, hingga pemasaran hasil pertanian.
Kurikulum Komprehensif untuk Kepdes
Menurut Syaiful, kurikulum yang diberikan kepada para Kepdes dirancang secara komprehensif dan disesuaikan dengan kondisi lokal di Merangin. "Kami tidak hanya memberikan teori, tapi juga praktik langsung di lapangan. Para Kepdes akan belajar bagaimana mengoptimalkan lahan pertanian yang ada, menerapkan teknologi tepat guna, serta memanfaatkan potensi lokal yang ada," jelasnya.
Beberapa materi pokok yang akan diberikan antara lain perencanaan dan pengembangan agribisnis, pengelolaan benih unggul, pemberantasan hama penyakit secara terintegrasi, serta pengolahan dan pemas hasil pertanian. "Kami juga menekankan pentingnya kolaborasi antara desa dengan pihak terkait seperti koperasi, investor, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan potensi pertanian lokal," tambahnya.
Respons Positif dari Kepdes
Kepala Desa Koto Baru, Kecamatan Tabir, Merangin, H. Zainuddin menyambut baik program ini. Menurutnya, program beasiswa ini sangat membantu Kepdes dalam melaksanakan tugasnya mewujudkan swasembada pangan di desa. "Saya sangat terbantu dengan adanya program ini. Sebagai Kepdes, kita membutuhkan pengetahuan dan keterampilan yang lebih untuk menggerakkan masyarakat terkait program pertanian. Dengan beasiswa ini, kami berharap bisa meningkatkan produksi pangan di desa kami," ujar Zainuddin.
Hal senada diungkapkan oleh Kepala Desa Pulau Tengah, Kecamatan Rantau Pandan, Ibu Siti Aminah. Ia berharap dengan adanya program ini, para Kepdes bisa menjadi agen perubahan yang mampu membawa desa menuju swasembada pangan. "Kami akan terus belajar dan menerapkan ilmu yang didapatkan untuk kemajuan desa, khususnya dalam bidang pertanian. Semoga dengan program ini, desa kami bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan," harapnya.
Program Berkelanjutan untuk Masa Depan
Syaiful Bahri menambahkan bahwa program ini bukan sekadar pelatihan sekali saja, melainkan program berkelanjutan yang akan diikuti monitoring dan evaluasi secara berkala. "Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi setiap tiga bulan sekali untuk melihat perkembangan program di setiap desa. Jika ada tantangan atau kesulitan, kami akan turun langsung ke lapangan untuk membantu," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kementan akan memfasilitasi para Kepdes untuk melakukan studi banding ke daerah yang telah berhasil mencapai swasembada pangan. "Kami akan membawa mereka ke daerah yang telah berhasil mencapai swasembada pangan untuk belajar langsung dari pengalaman mereka. Ini penting agar mereka mendapatkan inspirasi dan solusi yang tepat untuk diterapkan di desa masing-masing," tambahnya.
Target Kinerja yang Jelas
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Merangin, H. Syamsul Bahri, menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh program ini. "Pemerintah daerah akan menyiapkan anggaran dan sumber daya lain yang diperlukan untuk mendukung program ini. Kami juga akan membuat target kinerja yang jelas untuk setiap desa dalam mencapai swasembada pangan," ujarnya.
Ia menargetkan bahwa dalam kurun waktu satu tahun ke depan, minimal 30 persen desa di Merangin telah mencapai swasembada pangan. "Kami akan berkoordinasi dengan Kementan untuk memastikan program ini berjalan sesuai target. Dengan dukungan dari pemerintah pusat dan daerah, kami yakin Merangin bisa menjadi contoh kabupaten/kota yang berhasil mencapai swasembada pangan di Jambi," tambah Syamsul.
Dengan adanya program ini, diharapkan Kepdes di Merangin menjadi pelopor dalam mewujudkan swasembada pangan di tingkat desa. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, mereka diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan produksi pertanian dan mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.
Comments (0)