KLUMPRIT, NUSAWUNGU, CILACAP — Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Klumprit, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, mendapatkan pembekalan pengelolaan keuangan usaha melalui program "Peningkatan Literasi Keuangan Pelaku Usaha". Program tersebut digelar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University yang bertugas di desa ini.
Kegiatan itu menghadirkan Dr. Linda Karlina Sari, S.Stat., M.Si., dosen Sekolah Bisnis IPB University, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa fondasi usaha yang sehat dimulai dari hal paling sederhana: memisahkan uang usaha dari uang pribadi dan mencatat setiap transaksi secara konsisten.
Sentra Ekonomi Kreatif di Tujuh Dusun
Desa Klumprit dikenal sebagai salah satu desa dengan aktivitas usaha rumahan yang cukup padat di wilayah timur Kabupaten Cilacap. Beragam UMKM tersebar di tujuh dusun, mulai dari kerajinan anyaman bambu, batik tulis, konveksi, hingga olahan makanan seperti minuman jahe dan telur asin bakar.
Keragaman tersebut menjadikan Klumprit salah satu sentra ekonomi kreatif pedesaan yang potensial. Namun, potensi ekonomi yang besar ini belum sepenuhnya diimbangi oleh kemampuan pengelolaan keuangan yang memadai di tingkat rumah tangga usaha.
"Langkah paling mendasar yang perlu dibiasakan pelaku usaha adalah memisahkan uang usaha dari uang pribadi, serta mencatat setiap transaksi secara konsisten," ujar Linda Karlina Sari dalam paparan materinya.
Uang Usaha Tercampur, Untung Rugi Tak Terdeteksi
Permasalahan klasik yang dialami sebagian besar pelaku usaha di Klumprit adalah kebiasaan mencampurkan uang usaha dengan kebutuhan rumah tangga tanpa pencatatan yang jelas. Akibatnya, banyak di antara mereka sulit mengetahui secara pasti apakah usahanya memperoleh keuntungan atau justru mengalami kerugian.
Kondisi serupa umum terjadi pada UMKM di berbagai daerah. Tanpa catatan keuangan, pelaku usaha kesulitan menghitung harga pokok produksi, menentukan margin penjualan yang wajar, hingga mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan formal karena tidak memiliki laporan yang bisa dipertanggungjawabkan.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKNT IPB University merancang program literasi keuangan yang sederhana namun tepat guna, agar mudah diterapkan oleh pelaku usaha rumahan dengan berbagai tingkat pendidikan.
Urutan Kegiatan dan Materi Pembekalan
Rangkaian program dilaksanakan secara bertahap kepada para pelaku UMKM dan warga Desa Klumprit dengan alur sebagai berikut:
- Pemetaan pelaku usaha. Mahasiswa KKNT mendata jenis usaha yang tersebar di tujuh dusun, mulai dari anyaman bambu, batik tulis, konveksi, hingga olahan pangan lokal.
- Identifikasi permasalahan keuangan. Tim menemukan pola umum pencampuran uang usaha dengan kebutuhan domestik serta minimnya pencatatan transaksi harian.
- Penyuluhan oleh narasumber akademisi. Dr. Linda Karlina Sari memberikan pemaparan dasar-dasar pengelolaan keuangan usaha secara sederhana dan aplikatif.
- Pendampingan praktik pencatatan. Pelaku usaha diajak membiasakan pencatatan pemasukan dan pengeluaran setiap hari sebagai kebiasaan baru.
- Evaluasi dan tindak lanjut. Mahasiswa memantau penerapan pembukuan sederhana agar program berdampak jangka panjang bagi naiknya kelas usaha warga.
Pesan Utama: Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas
Materi yang disampaikan menitikberatkan pada kebiasaan dasar yang murah namun berdampak besar. Pelaku usaha diajak mengenal konsep pencatatan kas sederhana, memahami selisih antara laba dan omzet, serta menyisihkan keuntungan untuk pengembangan usaha.
Dengan pembiasaan ini, diharapkan pelaku UMKM Klumprit mampu melihat gambaran kesehatan usahanya setiap bulan, menentukan harga jual yang lebih tepat, dan pada akhirnya lebih siap mengakses permodalan formal seperti pinjaman bank atau kredit usaha rakyat.
Pihak penyelenggara berharap program ini tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat. Penguatan literasi keuangan dipandang sebagai pintu masuk menuju UMKM yang lebih tertata, berkelanjutan, dan siap naik kelas dari sekadar usaha rumahan menjadi unit bisnis yang profesional.
Bagi Desa Klumprit, langkah kecil berupa membuku transaksi harian diyakini dapat menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi desa yang lebih kokoh, sejalan dengan semangat "Catat Cerdas, Usaha Naik Kelas" yang menjadi benang merah program ini.
[SOCIAL_TWEET]: Pelaku UMKM di Desa Klumprit, Nusawungu, Cilacap belajar pisahkan uang usaha dari dompet pribadi lewat program literasi keuangan mahasiswa KKNT IPB University. Catat cerdas, usaha naik kelas! #UMKM #Cilacap [SOCIAL_TG]: 🔔 UMKM Desa Klumprit, Cilacap dapat pembekalan literasi keuangan dari mahasiswa KKNT IPB University. Pesan utamanya sederhana: pisahkan uang usaha dari uang pribadi dan catat semua transaksi. Detail selengkapnya di Terdepan.id.
Comments (0)