KukuBima Sido Muncul dan Yayasan TOP Gelar Operasi Sumbing Gratis

Jonggol, Terdepan.id — KukuBima, produk minuman berkafein legendaris dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, bersama Yayasan Tangan Peduli Orang

KukuBima Sido Muncul dan Yayasan TOP Gelar Operasi Sumbing Gratis

Jonggol, Terdepan.id — KukuBima, produk minuman berkafein legendaris dari PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, bersama Yayasan Tangan Peduli Orang Tertindas (Yayasan TOP) menggelar bakti sosial operasi bibir sumbing dan langit-langit mulut secara gratis di Rumah Sakit Permata Jonggol, Kabupaten Bogor, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat prasejahtera yang membutuhkan penanganan medis rekonstruksi wajah.

Seremoni Simbolis dan Apresiasi

Acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan seremoni penyerahan bantuan secara simbolis di aula RS Permata Jonggol. Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Pemasaran Sido Muncul, Irwan Hidayat; Ketua Yayasan TOP, dr. Ratna Dewi; Direktur RS Permata Jonggol, dr. Andri Suryanto; serta sejumlah relawan medis. Irwan Hidayat dalam sambutannya menekankan bahwa program ini tidak hanya tentang koreksi fisik, melainkan juga pemulihan kepercayaan diri anak-anak yang selama ini kerap menerima stigma sosial akibat kondisi bibir sumbing.

“KukuBima hadir bukan sekadar sebagai brand minuman, tetapi juga sebagai sahabat yang terus berupaya memberi semangat bagi saudara-saudara kita. Melalui operasi gratis ini, kami ingin anak-anak Indonesia bisa tersenyum lebar tanpa rasa malu,” ujar Irwan.

Proses Operasi dan Jumlah Pasien

Sebanyak 25 anak dari berbagai daerah di Jabodetabek dan sekitarnya terdaftar sebagai penerima manfaat. Mereka telah melalui serangkaian skrining kesehatan oleh tim dokter spesialis bedah plastik RS Permata Jonggol pada satu pekan sebelumnya. Pada hari pelaksanaan, operasi dilakukan di tiga kamar operasi secara simultan mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Setiap pasien ditangani oleh satu tim dokter yang terdiri atas dokter bedah plastik, dokter anestesi, dan perawat terlatih. Biaya operasi bibir sumbing di rumah sakit swasta serupa biasanya mencapai Rp15 juta–Rp25 juta per pasien, sehingga bantuan ini sangat meringankan beban ekonomi keluarga.

  • Pra-operasi: Skrining kesehatan, laboratorium, dan konseling psikologis untuk pasien dan orang tua.
  • Operasi: Tindakan penutupan celah bibir dan/atau langit-langit menggunakan teknik millard atau teknik push-back sesuai tingkat keparahan.
  • Pasca-operasi: Rawat inap 1–2 hari, pemberian antibiotik dan analgesik, serta kontrol luka dalam 7 hari pertama.

Salah satu orang tua pasien, Siti Nurhayati (34), warga Cileungsi, menuturkan rasa syukurnya. “Anak saya, Rafa (4), sudah lama membutuhkan operasi ini tapi kami tidak mampu. Sekarang, berkat KukuBima dan Yayasan TOP, Rafa bisa tersenyum normal seperti teman-temannya. Terima kasih banyak, semoga berkah,” katanya sembari menahan haru.

Kolaborasi Berkelanjutan

Program operasi bibir sumbing gratis ini bukanlah yang pertama. Sejak 2024, KukuBima dan Yayasan TOP telah menjalin kemitraan strategis dalam bidang kesehatan masyarakat, mencakup operasi katarak, sunatan massal, dan donor darah. Khusus operasi bibir sumbing, ini merupakan gelaran kedua setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Semarang pada Desember 2025. dr. Ratna Dewi dari Yayasan TOP menjelaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta seperti Sido Muncul adalah kunci percepatan penanganan disabilitas wajah di Indonesia.

“Data Riset Kesehatan Dasar menunjukkan prevalensi bibir sumbing di Indonesia sekitar 1 dari 700 kelahiran hidup. Artinya, setiap tahun ada ribuan bayi lahir dengan kondisi ini. Tanpa dukungan perusahaan besar, sangat sulit menjangkau mereka yang tinggal di pelosok,” jelas dr. Ratna. Ia menambahkan bahwa Yayasan TOP menargetkan 100 operasi bibir sumbing gratis sepanjang 2026, dengan beberapa di antaranya akan kembali didukung penuh oleh Sido Muncul.

Reputasi RS Permata Jonggol

RS Permata Jonggol dipilih sebagai lokasi karena memiliki fasilitas kamar operasi yang memadai serta tenaga medis yang berpengalaman dalam bedah rekonstruksi. Direktur rumah sakit, dr. Andri Suryanto, menyatakan kesiapan pihaknya untuk terus menjadi mitra kegiatan sosial semacam ini. “Kami membuka diri seluas-luasnya untuk program-program kemanusiaan. RS Permata Jonggol berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, tanpa membedakan status ekonomi pasien,” tegasnya.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Lebih dari sekadar perbaikan anatomi, operasi bibir sumbing memberikan dampak psikososial yang signifikan. Banyak anak dengan bibir sumbing mengalami kesulitan berbicara, makan, dan rentan terhadap infeksi saluran pernapasan atas. Setelah operasi, fungsi bicara dan nutrisi membaik drastis. Bagi keluarga miskin, beban biaya pengobatan yang dihilangkan setara dengan 6–10 bulan penghasilan kepala keluarga. KukuBima dan Yayasan TOP tidak hanya membiayai operasi, tetapi juga transportasi dan akomodasi pasien serta pendampingnya dari luar kota.

Kegiatan ini sejalan dengan pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Sido Muncul yang berfokus pada kesehatan masyarakat. Ke depan, perusahaan berencana memperluas cakupan operasi gratis ke luar Pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan, bekerja sama dengan rumah sakit daerah dan yayasan lokal.

Dengan terselenggaranya bakti sosial ini, KukuBima membuktikan bahwa misinya tidak hanya memberi energi melalui produk, tetapi juga memberi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan. Program ini diharapkan menjadi pemantik bagi lebih banyak korporasi untuk turun tangan mengatasi masalah kesehatan masyarakat yang masih terabaikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User