PERSELISIHAN dagang antara Kanada dan Amerika Serikat tidak lagi berputar pada susu, komponen mobil, atau sumber daya alam. Kini, perebutan ruang layar menjadi medan pertarungan baru: apakah layanan streaming raksasa asal AS seperti Netflix dan Disney Plus wajib mempromosikan serta mendanai konten Kanada.
Sengketa ini menyusup ke meja negosiator perdagangan dua negara tetangga terbesar di dunia, justru ketika hubungan ekonomi keduanya sudah memanas akibat tarif impor dan retorika proteksionis dari Gedung Putih. Bagi Ottawa, persoalan ini menyangkut kedaulatan budaya. Bagi Washington, aturan itu dinilai sebagai hambatan dagang tidak adil bagi perusahaan teknologi Amerika.
Latar Belakang: UU Streaming Daring
Akar konflik bermula dari langkah Parlemen Kanada mengesahkan Undang-Undang Penyiaran Daring (Bill C-11), yang menerima persetujuan kerajaan pada April 2023. Undang-undang itu memberi mandat kepada regulator penyiaran Kanada, CRTC, untuk memastikan platform streaming asing yang beroperasi dan meraih pendapatan di Kanada turut menyumbang bagi ekosistem konten lokal.
Pemerintah Kanada berargumen bahwa era digital telah membuat aturan penyiaran lama usang. Televisi dan radio tradisional selama puluhan tahun berkewajiban mendukung produksi lokal, sementara raksasa streaming global justru lolos dari kewajiban serupa meski menikmati pasar Kanada yang luas.
Kronologi Sengketa
- 2021–2022: RUU penyiaran daring diajukan dan diperdebatkan panjang di Parlemen Ottawa, menuai lobi keras dari industri hiburan Hollywood.
- April 2023: Bill C-11 resmi disahkan menjadi undang-undang, menjadikan Kanada salah satu negara Barat pertama yang mewajibkan kontribusi platform streaming asing terhadap konten nasional.
- Juni 2024: Regulator CRTC mengumumkan keputusan awal yang mensyaratkan layanan streaming menyisihkan sekitar lima persen pendapatan tahunan di Kanada untuk mendanai produksi konten lokal.
- 2025: Ketegangan dagang AS–Kanada meluas ke ranah digital. Washington mencatat aturan konten Kanada sebagai salah satu isu yang digugurkan dalam pembicaraan dagang bilateral, bersama kebijakan tarif Trump yang menyasar produk Kanada.
- Kini: Sengketa streaming masuk daftar agenda permanen hubungan dagang kedua negara, berdampingan dengan isu dairy dan baja.
Posisi Washington dan Ottawa
Pihak industri streaming Amerika menilai kewajiban promosi dan pendanaan konten Kanada sebagai bentuk diskriminasi terhadap layanan asing. Mereka menggugat lewat jalur diplomatik, dengan dukungan pejabat dagang AS yang menuntut perlakuan setara sesuai semangat perjanjian dagang regional USMCA.
"Perusahaan streaming kami harus bisa bersaing secara adil di luar negeri, tanpa beban regulasi yang tidak dikenakan pada pesaing domestik," demikian bunyi argumen utama Washington dalam berbagai forum dagang bilateral.
Sementara itu, pejabat Kanada konsisten menegaskan bahwa budaya bukan sekadar komoditas. Menteri yang membidani undang-undang tersebut pernah menyatakan bahwa kesuksesan platform global di Kanada membawa tanggung jawab untuk cerita-cerita Kanada agar tetap hidup di layar penontonnya. Ottawa juga mengandalkan klausul pembebasan budaya (cultural exemption) dalam USMCA yang memberi ruang bagi anggota untuk melindungi industri kreatifnya.
Dampak bagi Industri dan Penonton
Berbagai kalangan menilai taruhan sengketa ini besar bagi kedua sisi:
- Bagi produsen lokal: dana lima persen pendapatan platform berpotensi menyuntikkan ratusan juta dolar Kanada baru setiap tahun untuk film, seri, dan musim dingin produksi lokal.
- Bagi platform AS: biaya tambahan dan kewajiban algoritma promosi konten Kanada dinilai menekan marjin serta menyeragamkan pengalaman penonton secara global.
- Bagi penonton: pengguna di Kanada kemungkinan melihat lebih banyak judul lokal di halaman beranda mereka, tanpa perubahan harga langganan yang signifikan sejauh ini.
Jalan ke Depan
Hingga kini belum ada tanda-tanda kedua pihak akan mundur. Kanada memperlakukan perlindungan konten nasional sebagai garis merah yang tak bisa dinegosiasikan, sementara tekanan dari industri hiburan Hollywood terhadap Gedung Putih diprediksi terus menguat. Para analis peringatan bahwa jika isu ini bergabung dengan perang tarif yang lebih luas, sengketa streaming bisa berubah dari sekadar catatan kaki menjadi simbol baru ketidakpercayaan dagang antara dua ekonomi terintegrasi terbesar di dunia. Nasib maraton serial dan film Kanada di layar global pun kini bergantung pada meja perundingan.
[SOCIAL_TWEET]: Sengketa dagang AS–Kanada merambah layar kaca! Netflix & Disney Plus diminta wajib mendanai konten Kanada, Washington menolak. Siapa yang akan menang? #Netflix #Kanada #Streaming[SOCIAL_TG]: 📺 Kanada vs AS: Netflix & Disney Plus Wajib Danai Konten Lokal — UU Bill C-11 picakkan industri streaming Hollywood. Baca kronologi lengkap sengketa dagang digital ini di Terdepan.id.
Comments (0)