SEMARAPURA — Pemerintah Kabupaten Klungkung secara resmi memulai proyek revitalisasi dan pembangunan Pasar Mentigi di kawasan kepulauan Nusa Penida. Proyek infrastruktur strategis yang menelan total anggaran mencapai Rp99 miliar ini dirancang untuk mengubah wajah pusat perdagangan tradisional menjadi sentra ekonomi modern yang terintegrasi langsung dengan sektor pariwisata.
Pelaksanaan proyek multi-tahun ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra pada Sabtu (12/9). Pembangunan fisik pasar ini dipercayakan kepada kontraktor pelaksana PT Pandu Jaya Karya.
Kronologi dan Tahapan Pembangunan Pasar Mentigi
Pemerintah daerah merancang pengerjaan proyek berskala besar ini ke dalam dua fase utama guna memastikan stabilitas anggaran dan ketepatan konstruksi. Rangkaian jadwal pelaksanaan pembangunan telah disusun secara terstruktur:
- Pertengahan Agustus 2026: Pemkab Klungkung memulai proses relokasi bertahap bagi seluruh pedagang aktif ke tempat penampungan sementara demi kelancaran persiapan lahan proyek.
- Sabtu, 12 September 2026: Pelaksanaan peletakan batu pertama oleh jajaran pimpinan daerah sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik konstruksi.
- 26 Desember 2026: Target batas akhir penyelesaian pembangunan fisik untuk Tahap Pertama.
- Tahun Anggaran 2027: Pelaksanaan pembangunan Tahap Kedua sebagai fase penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung operasional pasar secara menyeluruh.
Konsep Pasar Terpadu Berorientasi Wisata Bahari
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Klungkung, I Komang Dharma Suyasa, menjelaskan bahwa Pasar Mentigi dibangun di atas lahan aset milik Pemkab Klungkung seluas 6.250 meter persegi. Desain arsitekturnya mengusung perpaduan unik antara pasar rakyat dan pasar seni.
Secara tata ruang, bangunan pasar dirancang menghadap ke arah utara yang menyuguhkan pemandangan langsung ke laut lepas Selat Badung serta panorama megah Gunung Agung. Letaknya yang sangat strategis—berdekatan dengan Pelabuhan Sampalan dan kawasan pesisir—dijadikan modal utama untuk memikat wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Nusa Penida.
Relokasi 300 Pedagang ke Lapangan Umum Sampalan
Sebelum revitalisasi dimulai, Pasar Mentigi menampung sedikitnya 62 unit kios dan 190 los pedagang tetap, di samping puluhan pedagang tidak tetap yang memanfaatkan pelataran pasar. Untuk memastikan roda perekonomian warga tetap berjalan selama proses pengerjaan konstruksi, pemerintah memindahkan seluruh aktivitas perniagaan ke lokasi baru.
Tercatat sekitar 300 pedagang telah menempati Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berlokasi di Lapangan Umum Sampalan. Pemindahan ini telah berlangsung secara tertib sejak pertengahan Agustus 2026 agar area proyek steril dari mobilitas warga sipil.
"Kita semua menantikan pembangunan pasar ini. Semoga pekerjaan dilaksanakan dengan baik, transparan, administrasinya benar, dan memberikan manfaat luas bagi kesejahteraan masyarakat Nusa Penida," tegas Bupati Klungkung I Made Satria.
Dengan hadirnya fasilitas pasar modern berkonsep seni ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung optimistis denyut perekonomian lokal Nusa Penida akan semakin berdaya saing tinggi serta mampu menopang ekosistem pariwisata bahari yang terus berkembang pesat.
Comments (0)