JAYAWIJAYA — Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Tiga orang pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya gugur usai ditembak oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat menjalankan tugas kedinasan di lapangan. Insiden berdarah ini memicu gelombang kecaman luas dari berbagai elemen masyarakat, disertai desakan agar para aktivis dan lembaga Hak Asasi Manusia (HAM) tidak tinggal diam melihat pembantaian terhadap warga sipil dan pelayan publik.
Peristiwa penyerangan tersebut dinilai sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat keji karena menyasar aparatur sipil negara (ASN) yang sedang mengabdi untuk ketahanan pangan masyarakat lokal. Gelombang kritik kini dialamatkan kepada organisasi pembela HAM yang kerap vokal saat terjadi operasi keamanan, namun terkesan lamban bersuara ketika korban berasal dari pihak sipil atau aparatur negara.
Kronologi Tragedi Penyerangan di Jayawijaya
Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari pihak kepolisian dan saksi di lapangan, peristiwa penyerangan berlangsung secara tiba-tiba ketika para korban sedang melakukan pemantauan program pertanian rakyat. Berikut adalah urutan kejadian yang tercatat:
- Pukul 08.30 WIT: Rombongan staf Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya berangkat menuju lokasi peninjauan lahan dan pendampingan kelompok tani setempat guna memastikan distribusi bantuan bibit berjalan lancar.
- Pukul 11.15 WIT: Saat rombongan berada di area perkebunan yang cukup terpencil, sekelompok anggota KKB bersenjata laras panjang muncul dari perbukitan dan langsung melepaskan tembakan beruntun tanpa peringatan.
- Pukul 11.45 WIT: Tiga pegawai dilaporkan tewas di tempat akibat luka tembak di bagian vital, sementara sejumlah staf lainnya berhasil menyelamatkan diri ke pemukiman warga terdekat.
- Pukul 13.30 WIT: Aparat keamanan gabungan TNI-Polri tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan perimeter dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena.
"Mereka bukan personel militer, melainkan abdi negara yang datang membawa cangkul, bibit, dan program ketahanan pangan untuk membantu masyarakat pedalaman. Penyerangan ini murni aksi teror terhadap kemanusiaan," tegas perwakilan tokoh pemuda Papua Pegunungan dalam keterangannya.
Desakan Pengusutan dan Sorotan atas Sikap Lembaga HAM
Kematian tragis tiga aparatur pemerintah daerah ini mengundang reaksi keras dari akademisi, tokoh adat, serta pengamat keamanan nasional. Publik mempertanyakan konsistensi aktivis kemanusiaan dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) bidang HAM yang dinilai kerap menerapkan standar ganda dalam menyikapi eskalasi kekerasan di Tanah Papua.
- Kecaman Terbuka: Menuntut lembaga HAM nasional dan internasional untuk secara resmi mengutuk aksi keji KKB terhadap pekerja sektor pertanian.
- Peningkatan Keamanan: Mendesak aparat keamanan memperketat pengawalan terhadap para pelayan publik yang bertugas di wilayah zona merah demi menjamin roda pemerintahan tetap berjalan.
- Penegakan Hukum: Mendorong pengejaran intensif terhadap kelompok pelaku pembunuhan berencana tersebut agar diproses sesuai hukum yang berlaku.
Pemerintah Daerah Jayawijaya bersama jajaran kepolisian saat ini tengah memfasilitasi pemulangan jenazah para korban ke pihak keluarga serta memberikan santunan kedinasan. Aparat gabungan terus menyisir area pelarian pelaku untuk mencegah teror lanjutan terhadap warga sipil.
Comments (0)