Khamenei Dimakamkan, Serangan Baru AS Guncang Iran

Diwarnai dentuman serangan udara, Iran menggelar upacara pemakaman untuk Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/7). Mantan Pemimpin Tertinggi yang berpengaruh selama 35 tahun itu dimakamkan di tengah ge...

Jul 12, 2026 - 15:28
0 0
Khamenei Dimakamkan, Serangan Baru AS Guncang Iran

Diwarnai dentuman serangan udara, Iran menggelar upacara pemakaman untuk Ayatollah Ali Khamenei pada Kamis (9/7). Mantan Pemimpin Tertinggi yang berpengaruh selama 35 tahun itu dimakamkan di tengah gelombang baru agresi militer Amerika Serikat, menciptakan kontras tajam antara duka nasional dan amarah retaliasi.

Prosesi Berkabung Sepekan yang Dramatis

Khamenei meninggal dunia pada Kamis malam pekan lalu dalam usia 86 tahun. Sejak saat itu, jenazahnya diarak melalui sejumlah kota suci, dimulai dari kediamannya di Tehran menuju Masjid Jamkaran di Qom, lalu kembali ke Tehran untuk disemayamkan di Musalla Agung. Ratusan ribu warga Iran berdiri di sepanjang rute, melambaikan bendera hitam dan melantunkan syair duka. Keamanan diperketat secara maksimal, terutama setelah sejumlah kerusakan akibat insiden penembakan di kota Mashhad pada hari ketiga prosesi.

Menurut pejabat kementerian dalam negeri, sedikitnya 14 juta warga secara langsung memberi penghormatan terakhir kepada tokoh revolusi itu. Namun, kemeriahan massa berubah menjadi ketegangan ketika militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru yang mengubah suasana berkabung menjadi krisis pertahanan.

Serangan AS yang Mengguncang Masa Transisi

Pada Kamis dini hari, sekitar empat jam sebelum upacara pemakaman dimulai, rudal-rudal jelajah dan pesawat tanpa awak milik AS menghantam tiga pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di provinsi Kerman, Hormozgan, dan fasilitas bawah tanah di dekat perbatasan Irak. Pentagon menyatakan serangan itu adalah respons atas serangan drone Houthi yang menewaskan dua personel Angkatan Laut AS di Teluk Aden pada Selasa lalu. AS menuduh Iran memberikan dukungan persenjataan dan intelijen kepada kelompok tersebut.

“Operasi ini bersifat terbatas dan proporsional, bertujuan menetralkan aset-aset yang secara langsung mengancam kepentingan keamanan kami,” ujar Juru Bicara Departemen Pertahanan AS dalam pernyataan tertulis.

Di Tehran, suara ledakan terdengar hingga ke pusat kota, memaksa otoritas Iran untuk menunda sementara prosesi pagi. Sistem pertahanan udara Iran, yang diklaim berhasil mencegat beberapa rudal, tidak mampu mencegah hancurnya sejumlah instalasi rudal balistik. Menurut sumber militer setempat, sedikitnya 22 personel IRGC tewas dan belasan lainnya terluka. Serangan ini merupakan yang terbesar sejak ketegangan meningkat pada awal tahun 2025.

Pemakaman Tertutup di Tengah Darurat Keamanan

Dengan situasi keamanan yang memburuk, upacara penguburan Khamenei berlangsung secara tertutup di pemakaman Behesht-e Zahra, hanya dihadiri oleh anggota keluarga inti, pejabat tertinggi negara, dan delegasi asing terbatas. Ketua Dewan Ahli, Ayatollah Ahmad Khatami, memimpin salat jenazah dalam tenda besar yang dilapisi kain hitam. Rakyat umum dilarang mendekat, sebuah keputusan yang menimbulkan kekecewaan di kalangan pendukung setia.

“Ini adalah keputusan pahit yang harus kami ambil demi menghormati keselamatan pemimpin kami yang wafat. Kami tidak akan membiarkan musuh memanfaatkan momen ini untuk menimbulkan lebih banyak korban,” kata Juru Bicara Pemerintah Iran dalam jumpa pers singkat.

Jenazah Khamenei kemudian dikebumikan di samping makam para syuhada perang Iran-Irak, sebuah simbol perjuangan melawan imperalisme yang selalu ia gaungkan semasa hidup.

Kekosongan Kepemimpinan di Tengah Badai Eksternal

Wafatnya Khamenei menciptakan kekosongan kekuasaan yang amat rawan di saat Iran menghadapi serangan militer eksternal. Dewan Ahli secara darurat dijadwalkan bertemu dalam 48 jam ke depan untuk menunjuk pengganti, namun perpecahan antara faksi konservatif dan pragmatis membuat proses suksesi berjalan alot. Sosok-sosok seperti Mojtaba Khamenei, putra almarhum, dan Ayatollah Alireza Arafi disebut-sebut sebagai kandidat kuat, namun belum ada konsensus.

Situasi diperumit oleh kematian Presiden Ebrahim Raisi dalam kecelakaan helikopter dua tahun lalu, yang hingga kini membuat posisi kepala eksekutif dipegang oleh Penjabat Presiden yang memiliki legitimasi terbatas. Ditambah lagi, ekonomi Iran yang tergerus sanksi dan inflasi dua digit membuat tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah berada di titik nadir. Serangan AS kali ini dikhawatirkan akan memicu kembali gelombang protes yang sempat mereda setelah Khamenei mengeluarkan sejumlah konsesi sosial pada awal 2025.

Reaksi Dunia dan Kekhawatiran Eskalasi

Komunitas internasional segera merespons dengan seruan menahan diri. Sekretaris Jenderal PBB mendesak kedua pihak untuk “mengutamakan jalur diplomasi” dan menghindari konflik terbuka. Rusia dan China mengutuk keras serangan AS, menyebutnya sebagai “pelanggaran kedaulatan dan memperkeruh kawasan.” Sementara itu, negara-negara Teluk Arab, termasuk Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei dan menyerukan dialog.

Israel, yang selama ini dianggap sebagai musuh utama Iran, bungkam secara resmi namun meningkatkan siaga di perbatasan utara. Media Israel melaporkan pengerahan tambahan pasukan ke Dataran Tinggi Golan sebagai antisipasi balasan dari proksi Iran, terutama Hizbullah.

Di Washington, seorang pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya menegaskan bahwa AS tidak menginginkan perang dengan Iran, namun “tidak akan ragu untuk melindungi personel dan warga Amerika dari serangan yang didalangi atau difasilitasi oleh Teheran.”

Dengan dimakamkannya Khamenei, satu babak panjang dalam sejarah Republik Islam Iran resmi berakhir. Namun, di bawah bayang-bayang serangan baru dan kekosongan kekuasaan, masa depan bangsa Persia itu kini bergantung pada kemampuan para penerusnya untuk meredam amarah rakyat dan menghindari perang besar yang dapat mengubah peta geopolitik Timur Tengah secara drastis.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User