Jet Tempur Iran Kawal Kepulangan Jenazah Ali Khamenei dari Irak

Suasana duka mendalam menyelimuti Iran setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mangkat di Baghdad, Irak. Prosesi pembawaan peti jenazah dari Irak menuju tanah air berlangsung dengan pengawal...

Jul 12, 2026 - 06:25
0 1
Jet Tempur Iran Kawal Kepulangan Jenazah Ali Khamenei dari Irak

Suasana duka mendalam menyelimuti Iran setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mangkat di Baghdad, Irak. Prosesi pembawaan peti jenazah dari Irak menuju tanah air berlangsung dengan pengawalan formasi jet tempur TNI AU Iran yang belum pernah terjadi sebelumnya, menandai momen transisi kekuasaan paling kritis dalam sejarah Republik Islam modern.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat kargo militer Boeing 747-200F milik Angkatan Udara Iran yang membawa peti jenazah lepas landas dari Pangkalan Udara Balad, sekitar 80 kilometer utara Baghdad, pada Kamis dini hari waktu setempat. Rute penerbangan melintasi wilayah udara Irak, berbelok ke timur melalui Provinsi Ilam, dan dijadwalkan mendarat di Pangkalan Udara Mehrabad, Teheran. Seluruh jalur udara dialihkan sementara untuk memberi penghormatan tertinggi.

Formasi Pengawalan "Sayyid Al-Qa'id"

Empat jet tempur F-14 Tomcat dan dua MiG-29 Fulcrum mengapit pesawat kargo tersebut sepanjang perjalanan. Formasi ini dinamai "Sayyid Al-Qa'id", sebutan lain bagi Khamenei. Jet-jet tersebut membawa muatan rudal udara-ke-udara minimal, namun dilengkapi perangkat perang elektronik untuk mengantisipasi gangguan frekuensi radio maupun percobaan penyusupan drone tak dikenal selama melintasi kawasan konflik. Komandan AU Iran, Brigadir Jenderal Hamid Vahedi, secara langsung memimpin misi dari kokpit salah satu Tomcat.

Pemandangan langka ini merupakan pertama kalinya AU Iran mengerahkan armada tempur untuk mengawal repatriasi pemimpin tertinggi. Biasanya, pengawalan hanya dilakukan menggunakan helikopter atau pesawat angkut tanpa pendamping bersenjata. Namun situasi geopolitik yang memanas pasca insiden di perbatasan Kurdistan mendorong Dewan Keamanan Nasional Iran menerapkan protokol keamanan level "Zolfaghar", yang mencakup pengerahan jet tempur.

Seluruh radar dan sistem pertahanan udara di sepanjang koridor penerbangan disiagakan penuh. Sumber militer Irak juga mengonfirmasi bahwa Baghdad memberikan izin lintas khusus dan mengerahkan jet F-16 mereka sendiri untuk patroli perimeter luar sebagai bentuk solidaritas.

Kronologi Kematian di Baghdad

Ayatollah Khamenei (84) berada di Baghdad untuk kunjungan rahasia yang bertujuan menengahi ketegangan antara faksi-faksi Syiah Irak serta membahas penetapan status Kawasan Ekonomi Khusus di perbatasan. Rombongan tiba di ibu kota Irak pada Selasa pagi menggunakan pesawat VIP yang disamarkan sebagai penerbangan komersial.

Menurut dua pejabat pemerintah Irak yang enggan disebutkan namanya, Khamenei mengeluhkan nyeri dada hebat saat istirahat di sebuah kediaman diplomatik di Zona Hijau. Tim medis yang terdiri dari dokter spesialis Iran dan Irak segera melakukan resusitasi, namun Pemimpin Tertinggi dinyatakan meninggal pada pukul 22.17 waktu Baghdad akibat serangan jantung masif dengan komplikasi gagal multi-organ. Berita kematian baru diumumkan secara resmi oleh Kantor Pemimpin Tertinggi pada Rabu pagi setelah konsultasi dengan Dewan Ahli.

Jenazah segera dipindahkan ke Balad Air Base yang dikelola militer Irak-Amerika, namun khusus hari itu seluruh personel non-Iran dan non-Irak dievakuasi demi privasi. Prosesi pemulasaraan dilakukan oleh tim khusus dari Teheran yang diterbangkan terpisah.

Persiapan Pemakaman Kenegaraan di Teheran

Peti jenazah yang dilapisi kain beludru hijau tua dengan sulaman ayat suci Al-Qur'an dipasang di atas dudukan hidrolik di dalam pesawat kargo. Setibanya di Mehrabad, prosesi akan dilanjutkan dengan kendaraan pembawa jenazah yang dikawal puluhan ribu personel Basij dan IRGC menuju kawasan Mosalla Imam Khomeini untuk salat jenazah yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ahli.

Rencana pemakaman akan dilakukan di Kompleks Mausoleum Imam Reza di Mashhad, kota suci yang juga menjadi tempat peristirahatan terakhir Imam Reza, bukan di Mausoleum Behesht-e Zahra seperti makam Imam Khomeini. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, namun seorang pejabat setingkat menteri di kantor Wakil Presiden Iran mengatakan bahwa wasiat pribadi Khamenei memang menghendaki Mashhad sebagai lokasi peristirahatan terakhir, "agar lebih dekat dengan umat yang dicintainya di Khorasan." Sebanyak 2,5 juta amplop kain kafan telah disiapkan oleh Astan Quds Razavi untuk pengunjung yang akan datang.

Seluruh penerbangan sipil di atas langit Teheran dan Mashhad dihentikan selama 12 jam. Jaringan seluler akan dinonaktifkan secara berkala untuk mencegah kemacetan frekuensi komunikasi darurat.

Respons Global dan Transisi Kekuasaan

Dewan Ahli mengumumkan bahwa pertemuan darurat akan digelar dalam 48 jam ke depan untuk menunjuk Pemimpin Tertinggi baru. Nama Ayatollah Alireza Arafi—yang saat ini menjabat sebagai Imam Salat Jumat Teheran—disebut-sebut sebagai favorit. Namun faksi militer dikabarkan lebih condong kepada putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, yang sejak awal tahun 2025 telah diperkenalkan dalam berbagai pertemuan tertutup sebagai "Sayyid Hasan generasi berikutnya."

Pemerintah Amerika Serikat melalui juru bicara Departemen Luar Negeri menyatakan "belasungkawa kepada rakyat Iran" namun menekankan bahwa kebijakan tekanan maksimum tidak akan berubah. Sementara itu, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mengirimkan pesan duka resmi melalui saluran diplomatik Oman, demikian pula Rusia dan Tiongkok yang langsung mengonfirmasi kehadiran utusan kenegaraan dalam pemakaman. Israel hanya mengeluarkan pernyataan satu kalimat: "Kami memonitor dengan saksama."

Satu jam sebelum lepas landas, sebuah pesan audio singkat yang diklaim direkam oleh Khamenei seminggu sebelumnya disiarkan oleh stasiun radio milik IRGC. Dalam rekaman tersebut, suara serak Khamenei hanya mengulangi kalimat, "Tetaplah bersama velayat, karena pisah darinya adalah kehancuran." Ucapan ini kini menjadi mantra baru di seluruh jalanan Teheran yang mulai dipenuhi spanduk hitam raksasa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User