Bisnis

JAKARTA — LRT Jakarta dan LRT Jabodebek Miliki Perbedaan Mendasar

Kawasan metropolitan Jabodetabek kini memiliki dua moda transportasi rel ringan berbasis listrik, yakni LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Kendati sama-sama me

JAKARTA — LRT Jakarta dan LRT Jabodebek Miliki Perbedaan Mendasar

Kawasan metropolitan Jabodetabek kini memiliki dua moda transportasi rel ringan berbasis listrik, yakni LRT Jakarta dan LRT Jabodebek. Kendati sama-sama mengusung nama Light Rail Transit (LRT), masyarakat pengguna transportasi publik kerap kali keliru menganggap keduanya merupakan satu kesatuan sistem yang sama. Pada kenyataannya, kedua moda transportasi modern ini memiliki perbedaan signifikan dari aspek regulator, operator pengelola, cakupan rute, sistem tarif, hingga adopsi teknologi persinyalan yang digunakan.

Kronologi dan Perkembangan Pengoperasian

Pengembangan kedua moda rel ringan ini didasari oleh kebutuhan mobilitas komuter yang berbeda sejak tahap perencanaan awal:

  1. Desember 2019: LRT Jakarta secara resmi beroperasi komersial penuh melayani koridor Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) hingga Velodrome (Rawamangun). Jalur ini awalnya dipersiapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mendukung perhelatan Asian Games 2018.
  2. Agustus 2023: LRT Jabodebek resmi diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Pembangunan proyek strategis nasional ini ditujukan untuk menghubungkan pusat bisnis ibu kota dengan kawasan penyangga di Jawa Barat.
  3. September 2024–Sekarang: Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Manggarai terus dikebut guna menyambungkan simpul transportasi terpadu di Stasiun Sentral Manggarai.
"Masyarakat perlu memahami bahwa LRT Jakarta dikelola oleh BUMD Pemprov DKI melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro), sedangkan LRT Jabodebek merupakan proyek pemerintah pusat di bawah kendali PT Kereta Api Indonesia (Persero)," tegas pengamat transportasi perkotaan.

Perbedaan Rute, Tarif, dan Spesifikasi Teknis

Memahami detail teknis dan layanan operasional sangat penting bagi penumpang agar tidak salah merencanakan perjalanan harian mereka:

  • Cakupan Lintasan dan Rute: LRT Jakarta beroperasi di dalam wilayah administratif DKI Jakarta (saat ini membentang 5,8 kilometer dengan 6 stasiun aktif). Sebaliknya, LRT Jabodebek memiliki lintasan sepanjang 44,43 kilometer yang terbagi ke dalam dua lintas pelayanan utama, yakni Lintas Cibubur (Dukuh Atas–Harjamukti) dan Lintas Bekasi (Dukuh Atas–Jati Mulya).
  • Skema Tarif: LRT Jakarta menerapkan tarif flat atau merata sebesar Rp5.000 untuk seluruh jarak perjalanan. Sementara itu, LRT Jabodebek menerapkan sistem tarif progresif berbasis jarak kilometer dengan rentang harga dinamis sesuai jarak tempuh serta jam sibuk (peak hours) dan non-sibuk (off-peak hours).
  • Teknologi Persinyalan dan Otomasi: Rangkaian LRT Jakarta menggunakan kereta buatan Hyundai Rotem asal Korea Selatan dengan sistem otomasi GoA 2 yang masih dikemudikan masinis. Adapun LRT Jabodebek menggunakan sarana produksi PT INKA dengan teknologi tanpa masinis tingkat tinggi berbasis Grade of Automation 3 (GoA 3) yang dikendalikan secara otomatis dari Operation Control Center (OCC).

Integrasi Antarmoda Transportasi Massal

Kedua moda transportasi ini dirancang terintegrasi dengan jaringan transportasi massal lainnya. LRT Jakarta saat ini terhubung langsung dengan halte TransJakarta di Pemuda Rawamangun dan Kelapa Gading. Di sisi lain, LRT Jabodebek terkoneksi langsung dengan MRT Jakarta, KRL Commuter Line di Stasiun Sudirman/Cikoko, serta Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User