Bisnis

JAKARTA — Fenomena Mindfulness Islam Memperkuat Praktik Khusyuk dan Muraqabah

Fenomena mindfulness atau kesadaran penuh mendadak menjadi perbincangan hangat di ruang publik digital Indonesia. Tren ini mengemuka setelah pernyataan seo

JAKARTA — Fenomena Mindfulness Islam Memperkuat Praktik Khusyuk dan Muraqabah

Fenomena mindfulness atau kesadaran penuh mendadak menjadi perbincangan hangat di ruang publik digital Indonesia. Tren ini mengemuka setelah pernyataan seorang selebritas papan atas yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pemusatan perhatian pada masa kini. Namun, di balik populernya istilah dari khazanah psikologi modern Barat tersebut, timbul pertanyaan mendasar di kalangan masyarakat: bagaimana ajaran Islam memandang konsep kesadaran diri ini, dan apakah tradisi Islam telah lama mengenalnya melalui konsep **khusyuk** dan **muraqabah**?

Mengakar pada Tradisi Spiritual Islam

Secara umum, psikologi modern mendefinisikan mindfulness sebagai kondisi mental di mana seseorang memberi perhatian penuh pada momen saat ini tanpa memberikan penilaian instan (*non-judgmental awareness*). Dalam bingkai Islam, konsep kesadaran ini tidak hanya berpusat pada penataan emosi atau pikiran semata, melainkan terkoneksi secara langsung dengan dimensi ketuhanan (*transendental*).

"Mindfulness dalam Islam bukan sekadar mengosongkan pikiran atau fokus pada tarikan nafas, melainkan menghadirkan keagungan Allah SWT dalam setiap hembusan nafas dan tindakan," ungkap Dr. Ahmad Zaki, pakar psikologi Islam.

Islam mengajarkan bahwa kesadaran penuh harus bermuara pada penghambaan yang tulus. Terdapat tiga pilar utama yang menjadi landasan kesadaran mental-spiritual dalam ajaran Islam, yaitu *khusyuk*, *muraqabah*, dan *muhasabah*.

Perbedaan Spesifik: Khusyuk, Muraqabah, dan Mindfulness

Untuk memahami konsep ini secara utuh, penting untuk membedakan antara terminologi psikologi sekuler dengan ajaran syariat. **Khusyuk** merujuk pada kondisi ketenangan jiwa, kerendahan hati, dan kerapian sikap yang lahir dari kesadaran mendalam akan kebesaran Sang Pencipta saat beribadah, khususnya shalat. Sementara itu, **muraqabah** adalah tingkat kesadaran spiritual yang lebih luas, di mana seorang hamba senantiasa merasa diawasi oleh Allah SWT dalam setiap detik kehidupannya.

Parameter Mindfulness Sekuler Khusyuk Muraqabah
Fokus Utama Momen saat ini (present moment) Kehadiran hati dalam ibadah Kesadaran akan pengawasan Allah
Tujuan Akhir Ketenangan emosi & reduksi stres Kepatuhan & kenikmatan ibadah Ketakwaan & perbaikan akhlak
Dimensi Horisontal (Psikologis/Diri) Vertikal (Ibadah Khusus) Vertikal & Horisontal (Spiritual-Keseharian)

Praktik Integratif untuk Kesehatan Mental dan Spiritual

Para ulama dan pakar kesehatan mental menyimpulkan bahwa umat Islam tidak perlu mempertentangkan *mindfulness* dengan ajaran agama. Sebaliknya, teknik-teknik pemusatan pikiran dalam *mindfulness* justru dapat diserap sebagai instrumen pendukung untuk mencapai kualitas khusyuk yang lebih baik dalam ritual harian.

Ketika seorang muslim melakukan zikir dengan penghayatan penuh, ia sesungguhnya tengah menjalankan bentuk kesadaran penuh tertinggi. Kesadaran bahwa Allah SWT senantiasa dekat memberikan efek terapeutik yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar relaksasi fisik biasa.

  • Tafakkur: Merenungi kebesaran ciptaan Allah untuk mengheningkan pikiran yang kacau.
  • Muhasabah: Melakukan evaluasi diri secara jujur di akhir hari tanpa melarikan diri dari kesalahan.
  • Dzikrullah: Mengingat Allah secara sadar dan berulang guna mengikat fokus emosional.

Dengan memahami kaitan ini, publik diimbau untuk tidak sekadar mengadopsi tren *mindfulness* secara dangkal. Memadukan teknik kesadaran modern dengan kedalaman spiritualisme Islam justru akan melahirkan mentalitas yang tangguh dan berakar kuat pada nilai keimanan. "Ketenangan sejati hanya didapat ketika jiwa manusia merasa terhubung sepenuhnya dengan Sang Pencipta," pungkas para ahli spiritual.

Istilah mindfulness tengah hangat dibicarakan. Simak penjelasannya secara mendalam dari sudut pandang psikologi Islam. Baca selengkapnya di artikel Terdepan.id!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User