[JAKARTA] — DTKJ Usulkan Tiket Langganan Transjakarta Mulai Rp45 Ribu

Bayangkan sebuah dompet digital yang tak perlu lagi Anda keluarkan setiap kali menempel kartu di gerbang halte. Cukup sekali bayar di awal, lalu sepanjang

Jul 10, 2026 - 02:31
0 0

Bayangkan sebuah dompet digital yang tak perlu lagi Anda keluarkan setiap kali menempel kartu di gerbang halte. Cukup sekali bayar di awal, lalu sepanjang sisa hari, pekan, atau bahkan bulan—Anda bisa melesat dari ujung timur ke barat Jakarta tanpa cemas saldo terkuras satu per satu. Inilah inti dari gagasan segar yang kini sedang didorong oleh Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ): tiket berlangganan Transjakarta dengan rentang durasi fleksibel. Di tengah pembicaraan soal penyesuaian tarif yang sudah dua dekade tak bergeming, ide ini hadir bagai oase yang menjanjikan efisiensi bagi para komuter setia.

Jika transportasi publik adalah urat nadi kota, maka tarif adalah tekanan darahnya—terlalu rendah bisa membuat layanan kolaps, terlalu tinggi bisa mematikan aksesibilitas. Selama 21 tahun terakhir, tarif Transjakarta bertengger di angka Rp3.500. Angka itu bertahan sejak 2005, sementara harga-harga lain terus merangkak naik. Menyadari kenyataan ini, DTKJ tidak sekadar mengusulkan kenaikan, melainkan merombak total filosofi pembayarannya: dari model transaksi per perjalanan menuju model langganan, mirip seperti yang akrab kita pakai untuk layanan streaming musik atau video.

Mekanisme Langganan: Harian, Dwipekan, Bulanan

Ketua DTKJ DKI Jakarta, Sugihardjo, merinci bahwa skema ini dirancang dengan tiga lapis pilihan durasi yang menyesuaikan dengan pola mobilitas warga. Untuk tujuh hari, harganya Rp45.000; 14 hari sebesar Rp90.000; dan untuk satu bulan penuh dikenai Rp200.000. Jika dihitung kasar, komuter harian yang menghabiskan minimal Rp7.000 untuk perjalanan pulang-pergi bisa menghemat signifikan dengan paket bulanan—hanya sekitar Rp6.600 per hari, dengan keleluasaan tak terbatas menyusuri koridor-koridor bus.

"DTKJ mengusulkan tarif berlangganan sebesar Rp200.000 untuk satu bulan, Rp90.000 untuk 14 hari, dan Rp45.000 untuk tujuh hari," ungkap Sugihardjo di Jakarta, Kamis (9/7).

Pendekatan ini bukan sekadar soal angka, melainkan tentang memberi kepastian. Seorang pekerja yang tinggal di Bekasi dan berkantor di Sudirman tak lagi perlu menghitung-hitung ongkos harian. Cukup membeli paket bulanan, maka seluruh jaringan Transjakarta—dari BRT hingga Mikrotrans—menjadi ruang geraknya tanpa hambatan biaya tambahan.

Revolusi Tarif Berbasis Waktu

Bersamaan dengan tiket langganan, DTKJ juga menggodok sistem tarif berbasis waktu yang bisa dibilang radikal. Untuk layanan di dalam DKI Jakarta, diusulkan tarif tunggal Rp5.000 dengan masa berlaku tiga jam. Apa artinya? Dalam rentang 180 menit itu, Anda bisa melompat dari satu moda ke moda lain—Bus Rapid Transit (BRT), non-BRT, hingga Mikrotrans—hanya dengan sekali tap di awal. Ini adalah lompatan besar dari sistem sekarang yang mengharuskan pembayaran setiap kali berganti rute atau moda.

Untuk cakupan yang lebih luas, yakni Transjabodetabek, tarifnya diusulkan Rp10.000 dengan durasi yang sama. Yang menarik, integrasinya tak main-main: mencakup Transjabodetabek, Transjakarta, Mikrotrans, bahkan Trans Bandara. Bisa dibayangkan, seorang penumpang yang mendarat di Bandara Soekarno-Hatta bisa langsung terhubung ke jaringan bus kota menuju rumahnya di Bogor hanya dengan satu biaya yang berlaku tiga jam penuh. Ini adalah visi aglomerasi yang sesungguhnya—transportasi publik yang benar-benar menjahit kota-kota penyangga menjadi satu kesatuan.

Dengan model ini, DTKJ berharap dapat mendorong lebih banyak warga beralih dari kendaraan pribadi. Argumentasinya sederhana namun kuat: jika biaya yang dikeluarkan lebih rendah dan lebih mudah diprediksi ketimbang bensin plus parkir, mengapa tidak?

[SOCIAL_TWEET]: Layaknya langganan Netflix, kini Transjakarta diusulkan punya paket mingguan sampai bulanan. Rp200 ribu untuk sebulan penuh! Plus, tarif Rp5.000 berlaku 3 jam bebas gonta-ganti moda. Efisiensi untuk komuter atau sinyal kenaikan terselubung? #Transjakarta #TransportasiPublik #Jakarta [SOCIAL_FB]: Pemerintah sedang merancang ulang cara kita membayar Transjakarta. Dari tiket langganan Rp200.000 per bulan hingga tarif flat Rp5.000 untuk tiga jam, semua dirancang agar dompet para komuter lebih ringan. Tapi, apakah ini sekadar strategi untuk menaikkan tarif yang sudah 21 tahun tak berubah? Klik untuk membaca analisis lengkapnya! [SOCIAL_TG]: 🚌 Bayar sekali, naik sepuasnya! DTKJ usul tiket langganan Transjakarta mulai dari Rp45.000/minggu. Ada juga tarif Rp5.000 berlaku 3 jam untuk semua moda dalam kota. Skema baru untuk dompet lebih hemat atau persiapan naik tarif? 🤔 [TAGS]: Transjakarta, DTKJ, tiket langganan, tarif transportasi, Jakarta

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User