Bisnis

Israel Ancam Cabut Kewarganegaraan Dua Sineas Pengungkap Serangan AI Gaza

TEL AVIV, TERDEPAN.ID — Ketegangan politik dan kebebasan berekspresi di Israel kian memanas setelah otoritas pemerintah melayangkan ancaman keras terhadap

Israel Ancam Cabut Kewarganegaraan Dua Sineas Pengungkap Serangan AI Gaza

TEL AVIV, TERDEPAN.ID — Ketegangan politik dan kebebasan berekspresi di Israel kian memanas setelah otoritas pemerintah melayangkan ancaman keras terhadap dua pembuat film dokumenter terkemuka. Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel, Miki Zohar, secara terbuka menuduh sineas Yuval Abraham dan Rachel Szor melakukan tindakan pengkhianatan terhadap negara usai mempublikasikan karya investigatif yang menyoroti dugaan pembantaian serta penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh militer Israel di Jalur Gaza.

Pemerintah sayap kanan Israel kini tengah mengkaji langkah hukum ekstrem, termasuk opsi pencabutan kewarganegaraan dan pemotongan seluruh akses dana kebudayaan bagi para kreator yang dianggap merusak citra militer di panggung internasional.

Kronologi Polemik dan Eskalasi Ancaman Otoritas

Tekanan terhadap para jurnalis dan sineas independen di Israel berlangsung dalam beberapa fase ketegangan menyusul peluncuran karya dokumenter dan investigasi mendalam terkait agresi militer di Gaza:

  1. Rilis Karya Investigasi dan Dokumenter: Yuval Abraham bersama Rachel Szor dan tim memproduksi dokumentasi visual yang mengungkap realitas kehancuran Gaza serta keterlibatan sistem algoritma militer dalam penentuan target serangan udara.
  2. Sorotan Komunitas Internasional: Publikasi tersebut meraih apresiasi luas di festival film global dan memicu kecaman dunia atas tingginya korban sipil akibat otomatisasi perang berbasis kecerdasan buatan.
  3. Reaksi Keras Pemerintah Israel: Menteri Kebudayaan Miki Zohar merilis pernyataan resmi pada Minggu malam yang mengecam keras karya tersebut dan melabeli tindakan para sineas sebagai pengkhianatan terhadap keamanan nasional.
  4. Dorongan Sanksi Hukum dan Status Kewarganegaraan: Otoritas kementerian mendorong kementerian terkait untuk memproses pencabutan status kewarganegaraan serta penuntutan pidana bagi pihak-pihak yang terlibat dalam proyek dokumenter tersebut.

"Tindakan memfitnah tentara kita di panggung global saat perang berlangsung adalah bentuk pengkhianatan nyata. Kami tidak akan tinggal diam dan akan mengambil tindakan paling tegas terhadap siapa pun yang merongrong negara dari dalam," tegas Miki Zohar dalam pernyataan resminya.

Sorotan atas Penggunaan Sistem AI 'Lavender' dan 'The Gospel'

Nama Yuval Abraham sebelumnya telah menjadi sorotan global setelah merilis laporan investigatif bersama media +972 Magazine dan Local Call. Investigasi tersebut mengungkap bagaimana Pasukan Pertahanan Israel (IDF) memanfaatkan sistem AI seperti 'Lavender' dan 'The Gospel' untuk memproses ribuan target pengeboman di Gaza dengan pengawasan manusia yang sangat minim.

Sistem ini dituding menjadi faktor utama yang menyebabkan kehancuran infrastruktur sipil secara masif dan tingginya angka kematian perempuan serta anak-anak. Rachel Szor, seorang sinematografer dan editor berpengaruh, melengkapi laporan tersebut melalui kekuatan visual dokumenter yang memperlihatkan dampak nyata pemboman presisi-otomatis terhadap kehidupan warga Palestina.

Langkah ekstrem Israel untuk mencabut kewarganegaraan warganya sendiri menuai kecaman keras dari berbagai organisasi hak asasi manusia dan pers internasional. Kelompok pembela kebebasan sipil menilai bahwa kriminalisasi terhadap jurnalis dan sineas merupakan upaya sistematis untuk membungkam kebenaran dan menutupi potensi kejahatan perang dari pengawasan dunia internasional.

Otoritas Israel menuduh pembuat film Yuval Abraham dan Rachel Szor melakukan tindakan makar atas dokumenter yang membongkar penggunaan AI militer terhadap warga sipil Gaza. Baca selengkapnya di Terdepan.id: [Link]

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS toni-kurniadi

Reporter E-Sports. Meliput Mobile Legends, Valorant, dan industri gaming.

Comments (0)

User