Inggris vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2026, Warisan Rivalitas Panas Dua Raksasa
JAKARTA — Pertemuan Timnas Inggris dan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 dipastikan menghadirkan duel sarat gengsi yang mengingatkan dunia pa
Awal Mula Rivalitas: Perang Falkland dan Sepak Bola
Rivalitas Inggris dan Argentina tidak bisa dilepaskan dari konteks geopolitik. Perang Falkland (Malvinas) tahun 1982 menciptakan luka mendalam antara kedua negara. Dalam waktu kurang dari empat tahun setelah konflik bersenjata itu, sepak bola mempertemukan mereka di panggung paling bergengsi — Piala Dunia 1986 di Meksiko — dan melahirkan momen yang dikenang selamanya.
Lima Momen Paling Bersejarah Inggris vs Argentina di Piala Dunia
Berikut kronologi pertemuan-pertemuan yang membentuk rivalitas abadi ini:
- 1966 — Perempat Final Piala Dunia Inggris: Kartu Merah Kontroversial Rattin
Inggris menang 1-0 atas Argentina di Wembley. Namun, laga ini dikenang karena kartu merah kontroversial yang diterima kapten Argentina, Antonio Rattin, pada menit ke-35. Rattin menolak meninggalkan lapangan selama hampir 10 menit, memicu ketegangan diplomatik. Manajer Inggris saat itu, Alf Ramsey, melarang pemainnya bertukar jersey dan menyebut Argentina sebagai "binatang." Momen ini menanam benih permusuhan yang bertahan hingga kini.
- 1986 — Perempat Final Piala Dunia Meksiko: Gol 'Tangan Tuhan' Maradona
Argentina menang 2-1. Pada menit ke-51, Diego Maradona melompat bersama kiper Peter Shilton dan menggunakan tangan kirinya untuk mencetak gol — sebuah pelanggaran yang luput dari penglihatan wasit. Maradona menyebutnya "sedikit dengan kepala Maradona, dan sedikit dengan tangan Tuhan." Empat menit kemudian, Maradona mencetak "Gol Abad Ini," menggiring bola dari tengah lapangan melewati lima pemain Inggris sebelum menjebol gawang. Dua gol dalam satu laga yang menjadi simbol rivalitas abadi.
- 1998 — Babak 16 Besar Piala Dunia Prancis: Kartu Merah David Beckham
Argentina menang lewat adu penalti 4-3 setelah bermain imbang 2-2. Laga ini menghadirkan gol solo brilian Michael Owen yang baru berusia 18 tahun — salah satu gol terbaik dalam sejarah Piala Dunia. Namun, momen paling dikenang adalah kartu merah David Beckham pada menit ke-47. Beckham menendang Diego Simeone dari belakang sebagai balasan atas tekel keras. Inggris harus bermain dengan 10 pemain selama lebih dari 70 menit. Beckham menjadi kambing hitam di Inggris selama bertahun-tahun setelahnya.
- 2002 — Fase Grup Piala Dunia Korea-Jepang: Penebusan Beckham
Inggris menang 1-0. Empat tahun setelah mimpi buruk di Prancis, Beckham menebus kesalahannya. Gol penalti Beckham pada menit ke-44 — setelah Michael Owen dilanggar Mauricio Pochettino di kotak terlarang — menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan yang menegangkan. Beckham merayakan gol dengan penuh emosi, menutup salah satu bab paling personal dalam rivalitas ini.
- 2014 — Fase Grup Piala Dunia Brasil: Ketangguhan Argentina
Argentina menang 1-0 melalui gol Lionel Messi di menit ke-118 — tepat saat pertandingan tampaknya akan berakhir imbang tanpa gol. Messi, yang saat itu mengenakan ban kapten, menunjukkan kilau magisnya dengan gol dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau Joe Hart. Ini menjadi pertemuan terakhir kedua tim di Piala Dunia sebelum semifinal 2026.
Menuju Semifinal 2026: Babak Baru Rivalitas Klasik
Pertemuan di Piala Dunia 2026 menjadi yang keenam dalam sejarah kompetisi ini. Rekor pertemuan di Piala Dunia menunjukkan keunggulan tipis Argentina dengan tiga kemenangan (1986, 1998, 2014) berbanding dua kemenangan Inggris (1966, 2002). Inggris belum pernah mengalahkan Argentina di Piala Dunia dalam 24 tahun terakhir.
Konstelasi kekuatan kedua tim pada edisi 2026 menghadirkan narasi yang berbeda. Inggris datang dengan status juara bertahan Piala Dunia 2022, diperkuat generasi emas Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Phil Foden. Sementara Argentina — sang juara Copa America 2024 — memiliki Julian Alvarez sebagai mesin gol utama mereka.
Head-to-head keseluruhan kedua tim di semua kompetisi mencatat Argentina memenangkan 14 dari 32 pertemuan, Inggris 11 kali menang, dan 7 laga berakhir imbang. Rivalitas ini juga melahirkan 112 kartu kuning dan 7 kartu merah sepanjang sejarah — menjadikannya salah satu rivalitas paling keras dalam sepak bola internasional.
Stadion MetLife yang berkapasitas 82.500 penonton diprediksi akan penuh oleh pendukung kedua kubu. Pengamanan tingkat tinggi telah disiapkan mengingat tensi historis yang selalu menyertai duel ini, termasuk insiden kerusuhan suporter pada pertemuan persahabatan 2005 di Jenewa.
FAQ Esensial
Tanya: Berapa kali Inggris dan Argentina bertemu di Piala Dunia?
Jawab: Kedua tim telah bertemu lima kali di Piala Dunia sebelum semifinal 2026: 1966, 1986, 1998, 2002, dan 2014. Argentina unggul dengan tiga kemenangan, sementara Inggris memenangkan dua laga. Semifinal 2026 akan menjadi pertemuan keenam mereka di ajang ini.
Tanya: Mengapa rivalitas Inggris dan Argentina begitu panas?
Jawab: Rivalitas ini dipicu oleh kombinasi faktor geopolitik — terutama Perang Falkland/Malvinas 1982 — dan insiden-insiden kontroversial di lapangan, seperti kartu merah Rattin (1966), gol "Tangan Tuhan" Maradona (1986), dan kartu merah Beckham (1998). Kedua negara memandang pertemuan ini lebih dari sekadar pertandingan sepak bola.
Tanya: Siapa top skor dalam sejarah rivalitas Inggris vs Argentina di Piala Dunia?
Jawab: Diego Maradona memimpin dengan dua gol yang keduanya dicetak dalam satu pertandingan legendaris pada perempat final 1986 — gol "Tangan Tuhan" dan "Gol Abad Ini." Gol-gol lainnya dalam rivalitas ini dicetak oleh Michael Owen, David Beckham, Lionel Messi, dan beberapa pemain lain dengan masing-masing satu gol.
Comments (0)