Prancis Incar Rekor Italia di Semifinal Piala Dunia 2026

New Jersey — Stadion MetLife akan menjadi saksi bisu ambisi besar Tim Ayam Jantan saat Prancis berhadapan dengan Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 202

Prancis Incar Rekor Italia di Semifinal Piala Dunia 2026

New Jersey — Stadion MetLife akan menjadi saksi bisu ambisi besar Tim Ayam Jantan saat Prancis berhadapan dengan Spanyol di babak semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (18/6) dini hari WIB. Lebih dari sekadar tiket final, skuad asuhan Didier Deschamps memburu satu misi historis: memecahkan rekor legendaris Italia yang telah bertahan lebih dari delapan dekade.

Italia hingga kini masih memegang rekor sebagai tim dengan jumlah kemenangan terbanyak secara beruntun di putaran final Piala Dunia, yakni 11 kemenangan beruntun yang dibukukan antara edisi 1934 hingga 1938 — sebuah era ketika Gli Azzurri mendominasi panggung sepak bola dunia di bawah asuhan Vittorio Pozzo. Kini, Prancis berada di ambang menyamai, bahkan melampaui, tonggak bersejarah tersebut.

Sejak kekalahan mengejutkan dari Tunisia di fase grup Piala Dunia 2022, Prancis belum sekalipun menelan kekalahan dalam waktu normal di ajang Piala Dunia. Rentetan kemenangan yang dimulai dari babak 16 besar Qatar 2022 berlanjut hingga perempat final 2026 saat mereka menumbangkan Senegal dengan skor meyakinkan 3-1. Jika mampu mengatasi Spanyol di semifinal dan kemudian memenangi laga puncak, maka koleksi kemenangan beruntun Les Bleus akan mencapai 13 kemenangan — memecahkan rekor Italia yang telah bertahan selama 88 tahun.

Jejak Italia yang Legendaris

Rekor 11 kemenangan beruntun Italia di Piala Dunia bukanlah pencapaian biasa. Dimulai dari kemenangan 1-0 atas Austria di semifinal 1934, berlanjut ke final melawan Cekoslovakia yang berakhir 2-1, kemudian disempurnakan dengan sapu bersih empat pertandingan di edisi 1938 — termasuk final kontroversial melawan Hungaria — rekor ini menjadi monumen keabadian dalam sejarah sepak bola. Vittorio Pozzo, arsitek di balik kejayaan itu, masih menjadi satu-satunya pelatih yang memenangkan dua Piala Dunia secara beruntun.

"Rekor Italia itu seperti hantu yang menghantui setiap tim juara bertahan. Banyak yang mendekat, tak ada yang benar-benar menyentuhnya. Prancis sekarang punya kans terbaik sejak Brasil 2002," ujar Jonathan Wilson, sejarawan sepak bola dan penulis Inverting the Pyramid, dalam wawancara eksklusif dengan Terdepan.id.

Brasil sendiri sempat mendekati rekor ini pada periode 2002-2006 dengan 11 kemenangan beruntun sebelum akhirnya dihentikan Prancis — ironisnya — di perempat final 2006 lewat gol tunggal Thierry Henry. Kini, dua dekade berselang, Prancis berpeluang membalikkan narasi dan menulis ulang buku sejarah.

Peta Jalan Prancis Menuju Takhta

Perjalanan Prancis di Piala Dunia 2026 bukan tanpa ujian. Tergabung di Grup D bersama Denmark, Peru, dan Arab Saudi, Kylian Mbappé dan kolega harus bekerja keras melewati fase grup dengan rekor sempurna. Di babak 16 besar, mereka menyingkirkan Iran dengan skor tipis 1-0 melalui gol tunggal Antoine Griezmann. Puncaknya, perempat final melawan Senegal menjadi panggung gemilang saat trio Mbappé-Dembélé-Kolo Muani masing-masing mencetak gol.

Deschamps, yang telah membawa Prancis ke tiga final turnamen besar sejak 2016, kini berada di ambang pencapaian yang bahkan melampaui para pendahulunya. Dengan satu kemenangan lagi di semifinal, ia akan menyamai rekor kemenangan beruntun Italia. Dengan dua kemenangan — semifinal dan final — ia akan mengukir sejarah baru.

"Kami tidak memikirkan rekor. Yang ada di kepala kami hanya Spanyol, hanya 90 menit di depan. Rekor adalah konsekuensi, bukan tujuan," tegas Deschamps dalam konferensi pers pra-pertandingan di New Jersey, Selasa (17/6) waktu setempat. Namun, sorot matanya mengatakan hal berbeda — ada api yang menyala di sana.

Perbandingan Dua Era Dominasi

Menarik untuk membandingkan konteks dominasi Italia era 1930-an dengan dominasi Prancis kontemporer. Berikut perbandingan singkat kedua era emas tersebut:

Aspek Italia (1934-1938) Prancis (2022-2026)
Pelatih Vittorio Pozzo Didier Deschamps
Bintang Utama Giuseppe Meazza Kylian Mbappé
Kemenangan Beruntun 11 9 (berpotensi 13)
Format Turnamen 16 tim, knockout murni 48 tim, grup + knockout
Gol Dicetak 27 gol dalam 9 laga 23 gol dalam 9 laga

Data di atas menunjukkan bahwa meskipun konteks turnamen sangat berbeda — dari format 16 tim knockout murni menjadi 48 tim dengan fase grup — konsistensi yang ditunjukkan kedua tim sama-sama luar biasa. Prancis bahkan memiliki rasio gol yang sedikit lebih efisien mengingat level kompetisi global yang jauh lebih ketat di era modern.

Tantangan Spanyol: Tembok Terakhir Menuju Sejarah

Namun, Spanyol bukanlah lawan yang bisa dipandang sebelah mata. La Roja datang ke semifinal dengan status tim paling produktif di turnamen — 17 gol dalam lima pertandingan, dipimpin oleh wonderkid Lamine Yamal yang baru berusia 18 tahun. Gaya tiki-taka modern yang diusung Luis de la Fuente telah berevolusi menjadi lebih vertikal dan mematikan ketimbang versi 2010 yang membosankan.

Pertemuan ini juga membawa aroma balas dendam. Spanyol belum pernah mengalahkan Prancis di putaran final Piala Dunia sejak 2006 — saat itu Les Bleus justru yang menyingkirkan mereka di babak 16 besar. Di Nations League 2025, kedua tim bermain imbang 2-2 dalam laga yang disebut banyak pihak sebagai "final kepagian". Kini, panggung MetLife menanti pertunjukan sesungguhnya.

Dengan 88 tahun rekor Italia bertahan, tekanan kini sepenuhnya berada di pundak Prancis. Sejarah menanti, dan hanya 90 menit — atau mungkin 120 menit plus adu penalti — yang akan menentukan apakah Les Bleus layak menggantikan nama Italia dalam buku emas Piala Dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User