BNPB Serahkan Contoh Rumah Huntap bagi Penyintas Banjir Sumatera Barat
PADANG, Terdepan.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi memperkenalkan dan menyerahkan unit contoh rumah hunian tetap (huntap) kepa
PADANG, Terdepan.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi memperkenalkan dan menyerahkan unit contoh rumah hunian tetap (huntap) kepada para penyintas bencana banjir bandang di Provinsi Sumatera Barat, Senin (13/7/2026). Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemulihan pascabencana yang menghantam sejumlah wilayah di provinsi tersebut beberapa bulan terakhir.
Latar Belakang Bencana Banjir Sumatera Barat
Bencana banjir bandang yang melanda Sumatera Barat pada pertengahan tahun 2026 menyebabkan kerusakan parah di berbagai kabupaten dan kota. Ribuan rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat dan hanyut terbawa arus. BNPB mencatat, sedikitnya 2.300 unit rumah terdampak langsung, dengan 847 di antaranya dinyatakan rusak berat atau hilang total. Peristiwa ini memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat-tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah daerah bersama BNPB.
"Kami memahami betul kondisi psikologis para penyintas yang telah kehilangan tempat tinggal. Kehadiran rumah contoh ini menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah-tengah mereka," ujar Kepala BNPB dalam sambutannya.
Spesifikasi Rumah Huntap yang Dibangun
Rumah hunian tetap yang diperkenalkan BNPB mengusung konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA), sebuah teknologi konstruksi tahan gempa yang telah teruji di berbagai wilayah rawan bencana di Indonesia. Setiap unit rumah memiliki spesifikasi sebagai berikut:
- Luas bangunan: 36 meter persegi (tipe 36)
- Struktur: Rangka baja ringan dengan panel beton bertulang
- Jumlah ruangan: Dua kamar tidur, satu ruang keluarga, satu kamar mandi, dan dapur
- Fondasi: Cakar ayam dengan kedalaman 1,2 meter untuk antisipasi gerakan tanah
- Atap: Baja ringan dengan genteng metal berlapis anti karat
- Sistem sanitasi: Tangki septik individual ramah lingkungan
- Kelistrikan: Instalasi listrik standar SNI dengan daya 1.300 VA
Teknologi RISHA memungkinkan pembangunan yang relatif cepat, yakni sekitar 7-10 hari per unit setelah fondasi siap. BNPB menargetkan seluruh proses pembangunan massal dapat rampung dalam waktu tiga bulan ke depan.
Lokasi Pembangunan Huntap
BNPB telah menetapkan tiga titik lokasi pembangunan huntap yang tersebar di wilayah terdampak paling parah:
- Kabupaten Agam: Kawasan relokasi seluas 4,5 hektare di Kecamatan Tanjung Raya, mampu menampung sekitar 120 unit rumah.
- Kabupaten Tanah Datar: Lahan 3,8 hektare di Kecamatan Sungayang, direncanakan untuk 95 unit rumah.
- Kota Padang Panjang: Area 2,1 hektare di Kelurahan Bukit Surungan, kapasitas 55 unit rumah.
Pemilihan lokasi ini melalui kajian geologi dan tata ruang yang ketat, dengan mempertimbangkan aspek keamanan dari potensi bencana susulan serta aksesibilitas menuju fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan pasar.
"Kami tidak sekadar membangun rumah, tetapi juga membangun kembali komunitas. Oleh karena itu, lokasi huntap didesain sebagai kawasan permukiman terpadu yang dilengkapi fasilitas umum dan ruang terbuka hijau," jelas Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB.
Mekanisme Penyerahan dan Kriteria Penerima
Penyerahan rumah huntap dilakukan berdasarkan data by name by address hasil verifikasi dan validasi bersama antara BNPB, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Adapun kriteria penerima huntap meliputi:
- Kepala keluarga yang rumahnya rusak berat atau hanyut akibat banjir bandang
- Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai keluarga prasejahtera
- Bersedia menempati lokasi relokasi dan menandatangani berita acara serah terima
- Tidak memiliki tanah atau rumah lain di lokasi aman
Setiap penerima juga mendapatkan sertifikat hak milik atas tanah dan bangunan yang difasilitasi melalui program sertifikasi massal bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dukungan Lintas Sektor
Program pembangunan huntap ini tidak hanya mengandalkan anggaran BNPB, tetapi juga melibatkan sinergi berbagai pihak. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berkontribusi dalam penyediaan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan jaringan air bersih. Sementara itu, Kementerian Sosial menyalurkan bantuan jaminan hidup selama masa transisi, dan Baznas serta lembaga filantropi lainnya turut memberikan bantuan perlengkapan rumah tangga.
Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan huntap di Sumatera Barat mencapai Rp 127 miliar, bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB dan dukungan APBN. Angka ini mencakup biaya konstruksi, infrastruktur pendukung, serta biaya operasional selama masa pembangunan.
Respons Masyarakat dan Harapan ke Depan
Kehadiran rumah contoh disambut antusias oleh para penyintas banjir. Sejumlah warga yang berkesempatan melihat langsung unit contoh mengaku lega dan optimistis dapat segera memulai kehidupan baru.
"Setelah berbulan-bulan tinggal di tenda pengungsian, melihat rumah contoh ini membuat kami sangat bersyukur. Desainnya bagus, kokoh, dan yang terpenting, ini akan menjadi milik kami sepenuhnya," ungkap salah satu penyintas yang rumahnya hanyut di kawasan Agam.
BNPB memastikan bahwa pembangunan massal akan segera dimulai begitu unit contoh mendapat masukan dan persetujuan dari calon penghuni. Pihaknya membuka ruang partisipasi warga dalam proses pembangunan, terutama untuk tenaga kerja lokal yang memiliki keterampilan konstruksi. Hal ini sekaligus menjadi program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat terdampak.
Dengan dimulainya program huntap ini, BNPB optimistis seluruh penyintas banjir Sumatera Barat dapat menempati rumah baru sebelum akhir tahun 2026, sejalan dengan prinsip "build back better, safer, and stronger" yang menjadi standar pemulihan pascabencana nasional.
[SOCIAL_TWEET]: BNPB resmi perkenalkan rumah huntap untuk penyintas banjir Sumatera Barat! 🏠 270 unit rumah tahan gempa dengan teknologi RISHA siap dibangun di 3 lokasi. Target rampung dalam 3 bulan. Negara hadir untuk pemulihan! #BNPB #BanjirSumbar #RumahHuntap[SOCIAL_TG]: 🏠 BNPB Serahkan Contoh Rumah Huntap di Sumbar! Total 270 unit rumah RISHA tahan gempa akan dibangun di Agam, Tanah Datar, dan Padang Panjang. Anggaran Rp 127 miliar, target selesai 3 bulan. Setiap penerima dapat sertifikat hak milik!
Comments (0)