IKN Nusantara Picu Lonjakan Harga Properti di Kalimantan Timur

Jakarta, Terdepan.id — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah menjadi katalis utama yang mendorong pertumbuhan sektor properti di wilayah tersebut. Sejak groundbreaking tahap p

IKN Nusantara Picu Lonjakan Harga Properti di Kalimantan Timur

Jakarta, Terdepan.id — Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur telah menjadi katalis utama yang mendorong pertumbuhan sektor properti di wilayah tersebut. Sejak groundbreaking tahap pertama pada 2022, harga lahan dan hunian di sekitar kawasan inti IKN, khususnya di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, mengalami kenaikan signifikan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kenaikan Harga Lahan Mencapai Tiga Digit

Berdasarkan data Badan Pertanahan Nasional (BPN), harga lahan di Kecamatan Sepaku, yang menjadi pusat Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), melonjak hingga 400 persen sejak 2022, dari rata-rata Rp750.000 per meter persegi menjadi lebih dari Rp3,5 juta per meter persegi pada kuartal pertama 2026. Lahan di Jalan Poros Balikpapan-Samarinda yang berdekatan dengan pintu masuk IKN pun ikut terdorong, dengan kenaikan tahunan mencapai 25-30 persen. Lonjakan ini didorong oleh permintaan dari investor institusional dan pengembang nasional yang berebut mengamankan lahan strategis.

Investasi Properti Residensial dan Komersial Meningkat

Data Kementerian Investasi mencatat, total realisasi investasi di sektor properti Kalimantan Timur mencapai Rp12,7 triliun sepanjang 2025, naik 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sejumlah pengembang besar seperti Ciputra Group dan Pakuwon telah mengumumkan proyek hunian terintegrasi di Balikpapan dan Penajam, dengan total nilai proyek mencapai Rp8,3 triliun. Sementara itu, sektor properti komersial juga menunjukkan geliat—tingkat okupansi perkantoran di Balikpapan naik dari 62 persen menjadi 81 persen dalam dua tahun terakhir, seiring bertambahnya perusahaan yang membuka kantor perwakilan di kota penyangga IKN.

Infrastruktur Baru Memperluas Zona Pertumbuhan

Pembangunan Bandara VVIP IKN dan Tol Balikpapan-Penajam yang ditargetkan rampung akhir 2026 turut memperluas kantong-kantong properti baru. Kawasan yang sebelumnya terisolasi, seperti Kecamatan Waru dan Babulu, kini mulai dilirik pengembang untuk proyek perumahan pekerja dan fasilitas logistik. Harga rumah tapak tipe 36 di kawasan tersebut naik dari Rp180 juta menjadi Rp320 juta dalam waktu kurang dari tiga tahun. Analis properti menilai, efek berganda dari pembangunan infrastruktur dasar ini akan menjaga momentum pertumbuhan properti setidaknya hingga 2030, sejalan dengan target pemindahan penuh operasional pemerintahan ke IKN.

Berdasarkan data dan analisis terkini, tren dampak ikn nusantara terhadap pasar properti kalimantan menunjukkan dinamika yang signifikan di pasar Indonesia. Para pelaku industri dan pemangku kepentingan terus mencermati perkembangan ini untuk mengambil langkah strategis yang tepat.

Ke depan, para analis memperkirakan pertumbuhan yang berkelanjutan di sektor ini seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi dan kesadaran masyarakat. Pemerintah juga terus mendorong regulasi yang mendukung iklim bisnis yang kondusif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User