Bisnis

Gyeryong — Lee Jae Myung Tegaskan Komitmen Pertahanan Nasional

Suasana khidmat dan penuh wibawa menyelimuti kompleks markas besar militer Gyeryongdae di Gyeryong, Provinsi Chungcheong Selatan, Rabu (1/10/2025). Di hada

Gyeryong — Lee Jae Myung Tegaskan Komitmen Pertahanan Nasional

Suasana khidmat dan penuh wibawa menyelimuti kompleks markas besar militer Gyeryongdae di Gyeryong, Provinsi Chungcheong Selatan, Rabu (1/10/2025). Di hadapan ribuan prajurit dari tiga matra Angkatan Bersenjata Korea Selatan yang berbaris rapi dengan seragam kebesaran, Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka peringatan Hari Angkatan Bersenjata ke-77. Upacara tahunan ini menjadi panggung penting bagi kepala negara untuk menegaskan arah kebijakan pertahanan di tengah eskalasi ketegangan regional dan transformasi geopolitik global.

Dengan latar belakang deretan alutsista modern dan kibaran bendera Taegeukgi, Lee Jae Myung tampil menegaskan bahwa kekuatan militer Korea Selatan bukan sekadar instrumen perang, melainkan penopang utama perdamaian dan penjaga kedaulatan rakyat. Pidato yang disampaikan di pusat komando militer terbesar di negara tersebut itu disiarkan secara nasional dan dihadiri oleh jajaran petinggi militer, pejabat pemerintah, veteran perang, serta perwakilan diplomatik negara sahabat. Momen ini menandai penegasan pertama Lee secara terbuka mengenai doktrin pertahanan pemerintahannya sejak dilantik.

Visi Pertahanan Modern dan Mandiri

Dalam pidatonya, Lee Jae Myung menekankan urgensi modernisasi pertahanan yang adaptif terhadap ancaman masa depan. Ia menyatakan bahwa Korea Selatan harus membangun postur pertahanan yang mandiri, berteknologi tinggi, dan terintegrasi untuk menjawab tantangan peperangan modern yang tidak lagi terbatas pada konfrontasi konvensional. Presiden menyoroti pentingnya penguatan kapabilitas siber, sistem pertahanan rudal, kendaraan nirawak, dan kecerdasan buatan sebagai pilar baru kekuatan militer nasional.

"Pertahanan yang kuat adalah fondasi perdamaian yang sejati. Kita tidak pernah menginginkan perang, tetapi kita harus memiliki kemampuan yang cukup untuk mencegah perang dan melindungi setiap warga negara serta konstitusi kita dari segala ancaman."

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan panjang dari para prajurit yang hadir. Lee juga memberikan penghormatan khusus kepada para prajurit yang gugur dan veteran yang telah mengabdikan hidupnya bagi negara, menyebut pengorbanan mereka sebagai warisan moral yang tidak ternilai bagi generasi penerus. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit, modernisasi fasilitas militer, dan dukungan bagi keluarga besar angkatan bersenjata.

Stabilitas Semenanjung dan Aliansi Strategis

Pidato di Gyeryong ini tidak lepas dari konteks keamanan Semenanjung Korea yang masih dibayangi oleh program nuklir dan uji rudal Korea Utara. Lee Jae Myung secara tegas menyatakan bahwa pemerintahannya akan menempuh pendekatan ganda, yakni memperkuat daya tangkal yang kredibel sembari tetap membuka ruang dialog untuk denuklirisasi dan perdamaian berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa aliansi dengan Amerika Serikat tetap menjadi poros utama, namun Korea Selatan harus mampu berdiri lebih mandiri dalam menjaga keamanannya sendiri.

Aspek PertahananFokus Periode SebelumnyaArah Kebijakan Lee Jae Myung 2025
Sistem Pertahanan RudalPengembangan Kill Chain & KAMDIntegrasi AI dan pertahanan multi-layer berbasis teknologi domestik
Aliansi InternasionalKetergantungan tinggi pada ASAliansi kokoh dengan AS + kemandirian industri pertahanan nasional
Kesejahteraan PrajuritPerbaikan bertahapPeningkatan tunjangan, perumahan, dan layanan kesehatan prioritas

Pengamat pertahanan menilai pidato tersebut sebagai sinyal keseimbangan antara ketegasan dan diplomasi. Menurut para ahli, pendekatan Lee berupaya menghindari provokasi yang tidak perlu namun tetap mengirimkan pesan deterrence yang jelas kepada Pyongyang, bahwa Seoul tidak akan berkompromi terhadap kedaulatan dan keselamatan rakyatnya.

Penghormatan untuk Prajurit dan Pesan Persatuan

Menutup pidatonya, Lee Jae Myung mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu di belakang angkatan bersenjata sebagai simbol persatuan nasional. Ia menekankan bahwa kekuatan militer yang dicintai rakyat adalah militer yang profesional, humanis, dan setia pada nilai-nilai demokrasi.

  • Penguatan industri pertahanan dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan impor alutsista.
  • Reformasi sistem wajib militer yang lebih adil dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
  • Peningkatan peran perempuan dan talenta muda dalam sektor pertahanan dan teknologi militer.
"Kekuatan sejati bangsa ini terletak pada persatuan antara militer dan rakyat. Selama kita bersama, tidak ada tantangan yang tidak dapat kita atasi dan tidak ada ancaman yang dapat menggoyahkan Republik Korea."

Upacara peringatan Hari Angkatan Bersenjata ke-77 pada 1 Oktober 2025 di Gyeryong pun berakhir dengan parade militer dan demonstrasi kemampuan tempur yang menampilkan kedisiplinan serta kesiapan tempur prajurit Korea Selatan. Acara ini tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga cerminan tekad pemerintahan Lee Jae Myung untuk membawa Korea Selatan menuju era pertahanan yang lebih kuat, cerdas, dan bermartabat di panggung dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS lidia-susanto

Reporter Olahraga Wanita. Fokus pada atlet perempuan dan kesetaraan gender dalam olahraga.

Comments (0)

User