Lalu Muhamad Iqbal: Profil dan Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Barat

Lalu Muhamad Iqbal: Profil dan Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Barat

Jul 12, 2026 - 06:06
Updated: 6 hours ago
0 0
Lalu Muhamad Iqbal: Profil dan Kinerja Gubernur Nusa Tenggara Barat

Profil Singkat

Lalu Muhamad Iqbal resmi menjabat sebagai Gubernur Nusa Tenggara Barat periode 2025-2030, menggantikan Zulkieflimansyah. Ia bukan nama baru di panggung nasional. Sebelum kembali ke tanah kelahirannya, Iqbal dikenal luas sebagai diplomat karier dengan pengalaman lebih dari dua dekade, termasuk menjabat Duta Besar RI untuk Turki serta Juru Bicara Kementerian Luar Negeri. Transisinya dari korps diplomatik ke pucuk pemerintahan daerah membawa perspektif baru: pendekatan ekonom diplomasi diterapkan dalam menarik investasi dan membuka akses pasar global bagi produk NTB.

"Kita harus mengubah pendekatan. Gubernur adalah chief marketing officer daerah. Tugas saya membawa NTB naik kelas di mata investor global," ujar Iqbal dalam sebuah forum investasi di Mataram, awal 2026.

Iqbal berlatar belakang pendidikan Hubungan Internasional dan memiliki rekam jejak negosiasi perjanjian perdagangan serta kerja sama ekonomi bilateral. Inilah modalitas yang ia bawa untuk mentransformasi struktur ekonomi NTB yang selama ini bertumpu pada pertambangan, pertanian, dan pariwisata.

Karier dan Riwayat Jabatan

Lintasan karier Lalu Muhamad Iqbal bersinggungan erat dengan isu perdagangan dan promosi ekonomi. Sebelum memenangi Pilkada NTB 2024, ia tercatat memegang sejumlah posisi strategis:

  • Duta Besar RI untuk Republik Turki (2020-2024): Dalam masa tugasnya, nilai perdagangan Indonesia-Turki mencatatkan tren positif dan sejumlah nota kesepahaman investasi terjalin, termasuk di sektor energi dan infrastruktur.
  • Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI (2016-2020): Mengelola komunikasi strategis dan diplomasi publik, termasuk dalam isu negosiasi dagang dan perlindungan WNI.
  • Kepala Pusat Penerangan dan Informasi Diplomasi, Kemlu RI.

Meski berakar sebagai diplomat, Iqbal memiliki koneksi kuat dengan jaringan pengusaha diaspora NTB dan komunitas bisnis nasional. Kepulangannya ke Lombok disambut kalangan pengusaha lokal yang menginginkan pemimpin dengan akses ke jaringan internasional.

Kinerja dan Program Unggulan

Satu tahun pertama kepemimpinan Iqbal diwarnai sejumlah terobosan struktural. Pemerintah Provinsi NTB di bawah komandonya meluncurkan tiga pilar utama kebijakan ekonomi: hilirisasi tambang ramah lingkungan, transformasi pariwisata berbasis komunitas dan digital, serta penguatan UMKM melalui akses ekspor.

1. Reformasi Perizinan dan Kemudahan Berusaha. Pada kuartal pertama 2025, Iqbal meluncurkan program "NTB Single Window 2.0" yang memangkas waktu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin lokasi menjadi maksimal tiga jam. Sistem ini terintegrasi langsung dengan OSS (Online Single Submission) pusat dan BKPM. Hasilnya, realisasi investasi NTB triwulan III-2025 menembus Rp14,2 triliun, melampaui target tahunan sebesar 112%.

2. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dan KEK Sekotong. Iqbal mengakselerasi pengembangan KEK Mandalika sebagai destinasi sport tourism dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Ia juga mendorong percepatan status KEK Sekotong untuk industri tambang hijau dan smelter terintegrasi dengan pelabuhan khusus.

3. Pengelolaan APBD. APBD NTB tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp6,8 triliun dengan porsi belanja modal mencapai 38%, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Alokasi terbesar diarahkan ke infrastruktur konektivitas (jalan produksi, pelabuhan Lembar, Bandara Lombok) dan pembangunan kawasan industri di Sumbawa Barat. Defisit fiskal dijaga pada level 0,9% dengan strategi pembiayaan melalui obligasi daerah dan skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha).

4. Program Hilirisasi dan Industri Tambang. NTB memiliki cadangan tembaga, emas, dan pasir silika yang melimpah. Iqbal membentuk tim khusus percepatan investasi smelter yang melibatkan PT Amman Mineral dan investor dari Timur Tengah. Smelter tahap kedua di Sumbawa Barat ditargetkan beroperasi komersial pada akhir 2026 dengan kapasitas pengolahan 1,2 juta ton konsentrat per tahun.

Tantangan dan Harapan

Meski menunjukkan laju positif, pemerintahan Iqbal menghadapi sejumlah tantangan fundamental.

Pertama, ketimpangan antarwilayah. Pulau Sumbawa yang kaya industri tambang memiliki PDRB per kapita jauh melampaui Lombok. Iqbal merespons dengan kebijakan "dana pemerataan fiskal 40-60" — 40% pendapatan dari sektor tambang dialokasikan khusus untuk pembangunan infrastruktur dasar dan UMKM di Lombok serta pulau-pulau kecil.

Kedua, penyerapan tenaga kerja lokal. Investasi padat modal di tambang dan smelter belum sepenuhnya menyerap tenaga kerja lokal. Pemerintah Provinsi NTB kini memberlakukan ketentuan wajib 70% tenaga kerja lokal melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Lokal.

Ketiga, iklim bisnis dan birokrasi. Indeks persepsi korupsi NTB masih menjadi pekerjaan rumah. Iqbal menerapkan sistem pelaporan digital untuk seluruh

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User