Arus penyeberangan lintas Bali menuju Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, kembali mengalami kepadatan lalu lintas yang cukup signifikan. Kendaraan pemudik dan angkutan logistik yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, harus rela mengantre hingga berjam-jam akibat penurunan kapasitas operasional dermaga.
Kondisi kemacetan tersebut dipicu oleh proyek revitalisasi fasilitas pelabuhan yang tengah berjalan. Keterbatasan dermaga aktif membuat proses bongkar muat kapal feri memakan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal, sehingga penumpukan kendaraan di luar area kantong parkir pelabuhan tidak dapat dihindarkan.
Kronologi Antrean Kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk
Kepadatan volume kendaraan di kawasan pelabuhan penyeberangan lintas Selat Bali ini terpantau mengalami fluktuasi sejak Kamis sore hingga Jumat pagi. Berikut adalah urutan perkembangan situasi di lapangan:
- Kamis (10/9) pukul 18.30 WITA: Antrean kendaraan mengular sangat panjang hingga mencapai kisaran 2,2 kilometer. Ekor kepadatan terpantau menumpuk hingga kawasan SPBU Gilimanuk di jalur utama Denpasar–Gilimanuk.
- Jumat (11/9) pukul 09.11 WITA: Kepadatan lalu lintas mulai mengalami penyusutan menjadi sekitar 1,5 kilometer, dengan ujung antrean berada di kawasan Simpang Pura Dalem Gilimanuk.
Penutupan Dermaga MB II Jadi Faktor Utama Kepadatan
Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa kendala utama kelancaran arus kendaraan bermula dari adanya pekerjaan fisik di area dermaga. Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel, menerangkan bahwa penurunan kapasitas operasional telah terjadi selama beberapa waktu terakhir.
“Antrean dalam beberapa pekan terakhir ini terjadi bersamaan dengan adanya revitalisasi peningkatan kapasitas Dermaga MB II Pelabuhan Gilimanuk,” ujar AKP Kukuh Emanuel saat dikonfirmasi mengenai situasi arus penyeberangan.
Akibat penutupan sementara fasilitas Movable Bridge (MB) II tersebut, pihak otoritas pelabuhan kini hanya dapat mengoperasikan empat fasilitas dermaga untuk melayani keluar-masuk kapal penyeberangan, yaitu:
- Dermaga MB I
- Dermaga MB III
- Dermaga MB IV
- Dermaga Landing Craft Machine (LCM)
Berkurangnya pintu sandar kapal yang tidak sebanding dengan tingginya volume kendaraan tujuan Pulau Jawa mengakibatkan proses penguraian antrean berjalan jauh lebih lambat dari biasanya.
Rekayasa Lalu Lintas dan Antisipasi Petugas
Guna mencegah terjadinya penguncian arus lalu lintas total di jalur utama, jajaran kepolisian menggelar skema rekayasa lalu lintas di sejumlah titik rawan kemacetan, khususnya di sekitar Simpang Gelang Kori Gilimanuk. Dalam pengaturan tersebut, kendaraan berukuran kecil dialihkan jalurnya menuju Gang 1.
Selain melakukan pengalihan rute kendaraan kecil seperti mobil pribadi dan pikap, aparat kepolisian menyiagakan personel di sepanjang jalur antrean. Petugas secara ketat mengawasi pergerakan pengendara guna mengantisipasi aksi saling serobot lajur yang berpotensi memicu kecelakaan maupun memperparah simpul kemacetan. Mengingat pengerjaan fisik Dermaga MB II masih berlangsung, para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan serta merencanakan waktu perjalanan dengan cermat.
Comments (0)