Akhir pekan ini lanskap hiburan dan komunitas Indonesia menampilkan dua wajah yang sama-sama ramai, namun dengan tempo yang sangat berbeda. Di lereng pegunungan Pacet, Mojokerto, para insan media berkumpul dalam pertemuan tahunan yang identik dengan istilah unik "networking rebahan". Sementara itu, ratusan kilometer lebih jauh di ibu kota, group band Lomba Sihir memilih panggung perkotaan untuk membawa musik yang kerap mengulas keresahan hidup masyarakat urban Jakarta.
Hari Kedua Gathering Perusuh Disway di DIC Farm Pacet
Suasana hari kedua Gathering Perusuh Disway di DIC Farm, Pacet, Mojokerto berlangsung hangat nan santai. Berbeda dengan forum formal yang biasanya identik dengan jas dan tayangan presentasi, pertemuan ini justru mengedepankan kenyamanan. Peserta duduk bercengkerama sambil menikmati udara pegunungan yang sejuk, menjadikan acara ini terasa lebih seperti reuni besar ketimbang rapat kerja.
Salah satu sudut yang paling banyak menjadi sorotan adalah meja panjang yang terbuat dari kayu randu. Meja tersebut bukan sekadar tempat meletakkan cangkir kopi, melainkan menjadi pusat interaksi antarpeserta. Dokumentasi visual suasana ini berhasil direkam oleh fotografer Boy Slamet dari Harian Disway, yang mengabadikan kesan hangat pertemuan para insan media lintas redaksi.
Meja panjang kayu randu itu bukan sekadar perabot—ia menjadi simbol gaya bertemu yang baru: santai, terbuka, dan mengalir tanpa protokol kaku.
Konsep yang kemudian populer disebut sebagai networking rebahan ini menunjukkan bahwa relasi profesional tidak selalu harus dibangun di ruang rapat. Cukup dengan duduk bersama, berbagi cerita, dan menikmati suasana alam, benih kolaborasi dapat tumbuh secara alami.
Berikut kronologi berjalannya hari kedua gathering:
- Peserta berkumpul di area utama DIC Farm sejak pagi dan membuka hari dengan sarapan bersama.
- Sesi diskusi informal berlangsung tanpa pembatasan topik, mulai dari dinamika industri media hingga rencana kolaborasi konten.
- Waktu makan siang dimanfaatkan untuk saling bertukar pengalaman di sekitar meja panjang kayu randu.
- Sore hari, suasana semakin cair dengan obrolan ringan dan sesi foto bersama mengabadikan kebersamaan.
Lomba Sihir Bawa Keresahan Urban ke Panggung Styles LAND Kemang
Beralih ke ibu kota, group band Lomba Sihir hadir di Styles LAND, Lippo Mall Kemang, pada Jumat, 21 Agustus 2026. Penampilan tersebut merupakan bagian dari signature lifestyle experience terbaru dari Styles, sebuah konsep hiburan yang memadukan musik, belanja, dan gaya hidup dalam satu pengalaman tersatu bagi para pengunjung.
Kehadiran Lomba Sihir di panggung Kemang bukan tanpa alasan. Band yang dikenal lewat lirik-liriknya yang jujur ini memang dekat dengan denyut kehidupan urban. Lagu-lagu mereka kerap menjadi teman curhat anak muda Jakarta—mulai dari keresahan pekerjaan, relasi yang rumit, hingga obrolan-obrolan larut malam yang baru usai menjelang pagi.
Dari keresahan Jakarta hingga obrolan jam 3 pagi—musik Lomba Sihir terasa seperti ruang aman bagi generasi urban yang sedang mencari pemahaman.
Penonton yang memenuhi area Styles LAND tampak menikmati setiap lagu. Beberapa di antaranya bahkan menyanyikan lirik bersama-sama, menciptakan suasana seperti konser komunal di tengah ruang belanja modern. Bagi pengelola Styles, kolaborasi semacam ini menjadi cara menghadirkan nilai tambah bagi pengunjung yang kini mencari pengalaman, bukan sekadar transaksi.
Dua Wajah Hiburan: Santai di Pegunungan, Intim di Kota
Meskipun berbeda format dan lokasi, dua acara ini menunjukkan arah yang sama: publik Indonesia tengah mencari ruang berkumpul yang lebih manusiawi. Baik melalui meja kayu randu di Pacet maupun panggung musik di Kemang, intinya serupa—membangun kedekatan melalui pengalaman bersama.
Sejumlah poin penting dari kedua acara:
- Gathering Perusuh Disway digelar di DIC Farm, Pacet, Mojokerto, dengan ikon meja kayu randu.
- Suasana gathering didokumentasikan oleh Boy Slamet, Harian Disway.
- Lomba Sihir tampil di Styles LAND, Lippo Mall Kemang, Jumat 21 Agustus 2026.
- Penampilan band tersebut menjadi bagian dari signature lifestyle experience terbaru Styles.
Ke depan, model pertemuan santai seperti ini diprediksi semakin diminati, baik di kalangan komunitas profesional maupun industri hiburan. Sebab pada akhirnya, entah lewat rebahan santai di pegunungan atau teriakan lirik di tengah kota, manusia selalu mencari satu hal yang sama: koneksi.
[SOCIAL_TWEET]: Dari meja kayu randu di Pacet sampai panggung Styles LAND Kemang—dua acara, satu inti: koneksi! 🎸☕ #LombaSihir #GatheringDisway[SOCIAL_TG]: 📰 DUA ACARA, SATU INTI: KONEKSI — Gathering Disway di DIC Farm Pacet sukses dengan konsep networking rebahan, sementara Lomba Sihir tampil di Styles LAND Lippo Mall Kemang. Baca liputan lengkapnya hanya di Terdepan.id!
Comments (0)