Teknologi

BPBD Jatim Kembali Kerahkan Helikopter Water Bombing di Bromo

Kepulan asap putih keabu-abuan masih tampak membubung tinggi menembus langit cerah di atas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Angin kenca

BPBD Jatim Kembali Kerahkan Helikopter Water Bombing di Bromo

Kepulan asap putih keabu-abuan masih tampak membubung tinggi menembus langit cerah di atas kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Angin kencang yang berembus di perbukitan savana membuat vegetasi kering terbakar dengan sangat cepat, menciptakan garis kebakaran baru yang mengancam keanekaragaman hayati ikonik Jawa Timur tersebut. Merespons situasi darurat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mengambil tindakan agresif dengan melanjutkan operasi pemadaman dari udara.

Pada Jumat (11/9), unit helikopter pengebom air (water bombing) jenis Helikopter PK-DAP kembali diterbangkan menuju titik-titik api yang sulit dijangkau oleh personel darat. Helikopter ini melakukan manuver berulang kali mengambil air dari sumber terdekat dan menyiramkannya secara presisi ke lereng-lereng curam Bromo. Langkah ekstrem ini diambil guna mencegah lidah api semakin meluas ke wilayah vegetasi lindung yang vital bagi kawasan konservasi.

Strategi Udara Menembus Medan Terjal Bromo

Karakteristik topografi Gunung Bromo yang berada pada ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut menyajikan tantangan ekstrem dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jurang yang dalam, tebing terjal, serta pusaran angin pegunungan yang tidak menentu kerap membahayakan keselamatan tim pemadam yang bergerak di jalur darat. Oleh karena itu, pendekatan udara menjadi tulang punggung strategi penanggulangan karhutla saat ini.

"Kondisi medan yang sangat terjal membuat akses personel darat menuju kepala api menjadi sangat berisiko. Pengerahan helikopter water bombing ini adalah langkah paling efisien untuk memutus suplai oksigen dan bahan bakar api di area tebing yang tak terjangkau," ujar pejabat kewaspadaan BPBD Jatim saat memberikan rilis resmi penanganan bencana.

Setiap pengeboman air membawa pasokan air dalam jumlah besar yang dijatuhkan tepat di atas koridor api. Operasi ini membutuhkan navigasi tingkat tinggi dari pilot helikopter mengingat jarak pandang yang sering kali terhalang oleh asap pekat serta kendala tekanan udara rendah di wilayah dataran tinggi.

Rincian Operasi dan Pemetaan Wilayah Terdampak

Guna mempermudah koordinasi, tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Balai Besar TNBTS, TNI, Polri, dan relawan masyarakat lokal membagi penanganan menjadi dua fokus utama: pemadaman basah lewat udara dan pemblokiran jalur api di darat. Data operasional menunjukkan intensitas pengerahan armada untuk memastikan area savana dan vegetasi kayu dapat dilindungi secara maksimal.

Metode Pemadaman Fokus Area Target Tantangan Utama Operasional
Udara (Water Bombing PK-DAP) Tebing terjal, puncak bukit, & zona inti vegetasi Angin kencang, turbulensi udara, & jarak pandang asap
Darat (Gebyok & Sekat Bakar) Pinggiran savana, jalur pendakian, & pemukiman Keterbatasan pasokan air & kelelahan fisik personel

Kerja keras tim udara terbukti berhasil menurunkan intensitas api di sejumlah titik krusial. Kendati demikian, pendinginan (cooling process) terus dilakukan karena bara api yang tersembunyi di balik lapisan serasah kering kerap memicu kobaran baru saat terpaan angin kencang datang secara mendadak.

Dampak Ekologis dan Harapan Pemulihan

Musibah kebakaran ini tidak hanya merusak keindahan alam yang menjadi daya tarik pariwisata internasional, tetapi juga mengancam mata pencaharian warga lokal suku Tengger yang bergantung pada ekosistem Bromo. Vegetasi khas seperti edelweis jawa (Anaphalis javanica) dan berbagai flora endemik lainnya menjadi korban ganasnya si jago merah.

Pemerintah daerah mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan wisatawan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya kebakaran. Tindakan sepele seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat api unggun tanpa pengawasan ketat dapat memicu bencana ekologis yang merugikan jutaan rupiah serta merusak habitat alami yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk pulih.

"Kami berharap operasi water bombing hari ini bisa menuntaskan titik api utama sehingga proses pemulihan ekosistem dan aktivitas pariwisata Bromo dapat segera dimulai secara aman," tutup perwakilan BPBD dengan penuh harap.

Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo memasuki fase intensif dari udara. Pada Jumat (11/9), BPBD Jatim kembali menerbangkan Helikopter PK-DAP untuk menjatuhkan bom air di wilayah tebing dan savana yang terjal. Operasi ini dilakukan guna memutus sebaran api yang membahayakan ekosistem TNBTS.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS fahmi-reza

Reporter MotoGP/Formula 1. Meliput balapan motor dan mobil internasional.

Comments (0)

User