Teknologi

BNPB Intensifkan Pemadaman Karhutla 48 Ribu Hektare di Kalimantan Barat

Asap tipis dan gumpalan abu masih menyelimuti kawasan vegetasi di Kalimantan Barat ketika upaya penanggulangan bencana terus dipacu. Badan Nasional Penangg

BNPB Intensifkan Pemadaman Karhutla 48 Ribu Hektare di Kalimantan Barat

Asap tipis dan gumpalan abu masih menyelimuti kawasan vegetasi di Kalimantan Barat ketika upaya penanggulangan bencana terus dipacu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia kini memasuki fase intensif. Pemerintah memperkuat pertahanan di garis depan melalui integrasi satgas darat, pemboman air (water bombing) dari udara, hingga aplikasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan melibatkan kolaborasi ketat lintas lembaga.

Sinergi Data Satelit dan Validasi Lapangan

Kuantifikasi dampak karhutla kini dilakukan dengan memadukan data pemantauan satelit Sipongi milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta pengukuran riil di medan bencana. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa validasi ganda ini sangat krusial agar area penanganan dan alokasi personel dapat dikerahkan secara efektif.

“Pemadaman dilakukan secara massal dan terukur di lapangan dengan mengutamakan satgas darat. Satgas udara kemudian memberikan dukungan efektif untuk memperoleh hasil maksimal,” ujar Berton saat menyampaikan pembaruan kondisi karhutla nasional pada Selasa, 15 September 2026.

Langkah penanganan massal ini menjamin koordinasi antara pasukan darat dan dukungan helikopter pemadam berjalan presisi, terutama dalam menundukkan lidah api yang berisiko meluas ke pemukiman dan kawasan lindung.

Eskalasi Karhutla di Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu titik fokus perhatian nasional akibat dampak pembakaran lahan yang masif. Data akurat dari hasil integrasi sistem pemantauan dan verifikasi fisik menunjukkan lonjakan luasan area yang terdampak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Pada periode hingga 31 Juli, sistem Sipongi memetakan lahan terbakar mencakup area seluas 38.310 hektare. Namun, pemataan lanjutan dan verifikasi darat oleh tim gabungan menemukan akumulasi area tambahan terbakar sebesar 10.224 hektare. Penggabungan data tersebut mengonfirmasi total kerusakan lahan akibat karhutla di Kalimantan Barat telah mencapai 48.535,73 hektare per 14 September 2026.

Metode / Sumber Data Cakupan Wilayah (Hektare)
Pemantauan Satelit Sipongi (hingga 31 Juli) 38.310,00
Pengukuran dan Verifikasi Tim Lapangan 10.224,00
Total Kumulatif Area Terbakar Kalbar 48.535,73

Perjuangan Personel Gabungan Menjinakkan Api

Kondisi cuaca kering serta topografi lahan gambut yang sulit dijangkau tidak menyurutkan semangat ribuan petugas di lapangan. Pemantauan harian mencatat sedikitnya 19 titik api utama bergejolak dengan perkiraan perluasan kebakaran harian sempat menembus angka 261 hektare.

Melalui kerja keras berkesinambungan, Satgas Gabungan berhasil mengendalikan dan memadamkan luasan kebakaran lebih dari 180 hektare dalam waktu singkat. Pembagian peran taktis dilaksanakan secara presisi demi mengamankan titik-titik rawan:

  • Satgas Darat: Menjadi tulang punggung pemadaman utama dengan menaklukkan lebih dari 175 hektare titik api langsung dari garis depan.
  • Satgas Udara: Mengirimkan armada helikopter water bombing untuk memadamkan sekitar 5 hektare lahan kritis di zona terisolasi yang tidak dapat diakses jalur darat.
  • Modifikasi Cuaca: Pelaksanaan persemaian awan untuk memicu hujan buatan terus dioptimalkan di atas langit zona merah.

BNPB menegaskan bahwa penanggulangan karhutla ini membutuhkan kewaspadaan kolektif jangka panjang. Sinergi antara TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, serta Relawan Masyarakat Peduli Api terus diperkuat guna mencegah kemunculan titik api baru di tengah potensi cuaca ekstrem.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User