Bisnis

BGN dan Pemkab Pati Evaluasi Kinerja 172 Satuan Pelayanan Gizi

PATI, Terdepan.id — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menggelar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja 172 S

BGN dan Pemkab Pati Evaluasi Kinerja 172 Satuan Pelayanan Gizi

PATI, Terdepan.id — Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah, menggelar evaluasi menyeluruh terhadap kinerja 172 Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Langkah ini diambil guna memastikan standardisasi operasional, higienitas pengolahan makanan, hingga akuntabilitas distribusi program pemenuhan gizi berjalan optimal bagi seluruh target sasaran.

Pemeriksaan terpadu ini mencakup evaluasi kelayakan sarana dapur umum, ketersediaan bahan pangan segar dari pemasok lokal, hingga sistem logistik pendistribusian makanan ke berbagai sekolah dan pos pemenuhan gizi yang tersebar di 21 kecamatan di wilayah Kabupaten Pati.

Tahapan Audit dan Standardisasi Kualitas Dapur SPPG

Proses evaluasi berkala ini dirancang secara terstruktur untuk mengidentifikasi kendala teknis di lapangan. Tim gabungan BGN dan dinas terkait meninjau langsung kesiapan infrastruktur serta kepatuhan prosedur operasional standar (SOP).

  1. Verifikasi Sanitasi dan Keamanan Pangan: Petugas memeriksa sertifikasi laik higiene sanitasi dapur, pengelolaan air bersih, dan pembuangan limbah sisa produksi.
  2. Audit Kandungan Nutrisi: Tim ahli gizi memvalidasi komposisi menu harian agar memenuhi baku kecukupan kalori dan mikronutrien bagi anak-anak serta kelompok rentan.
  3. Pemantauan Rantai Pasok Lokal: Pengecekan stabilitas pasokan bahan pangan mentah dari kelompok tani dan peternak lokal guna menjaga kesegaran bahan.
  4. Efisiensi Waktu Distribusi: Pengujian armada pengantar guna memastikan makanan tiba sebelum jam konsumsi dalam kondisi hangat dan aman.
"Evaluasi terhadap 172 SPPG di Kabupaten Pati ini menjadi tolok ukur penting. Kami ingin memastikan tidak ada kompromi terkait kualitas nutrisi dan keamanan pangan yang disajikan kepada penerima manfaat," ujar perwakilan tim monitoring BGN di Pati.

Sinergi Penguatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Daerah

Selain berfokus pada kesehatan anak, keberadaan ratusan unit pelayanan gizi di Kabupaten Pati ini turut dirancang sebagai stimulus ekonomi kerakyatan. Pemkab Pati menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam rantai pasok harian.

  • Pemberdayaan Petani Lokal: Penyerapan beras, sayuran, dan buah-buahan lokal secara konsisten setiap siklus menu.
  • Pemberdayaan Peternak: Pasokan harian komoditas hewani seperti telur ayam, daging, dan ikan dari sentra peternakan lokal di Pati.
  • Penciptaan Lapangan Kerja: Penyerapan tenaga kerja lokal sebagai juru masak, tenaga persiapan bahan, dan kurir logistik.

Tindak Lanjut dan Rekomendasi Peningkatan Mutu

Hasil evaluasi komprehensif ini akan dirangkum ke dalam laporan rekomendasi perbaikan. SPPG yang dinilai telah memenuhi parameter unggul akan dijadikan pusat percontohan (benchmark), sementara unit yang masih memiliki catatan minor diberikan waktu pendampingan intensif selama dua pekan ke depan.

Melalui pengawasan ketat dan terukur, BGN bersama Pemkab Pati optimistis program perbaikan gizi ini mampu menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan serta membangun generasi yang lebih sehat dan berdaya saing di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS grace-winata

Reporter Basket. Meliput IBL, NBA, dan basket Asia.

Comments (0)

User