BANYUWANGI, Terdepan.id — Tim SAR gabungan bersama warga pesisir berhasil mengevakuasi enam orang nelayan dalam keadaan selamat setelah kapal motor yang mereka tumpangi karam di perairan Bomo, Kabupaten Banyuwangi. Peristiwa kecelakaan laut tersebut dipicu oleh hantaman gelombang tinggi dan cuaca buruk yang melanda kawasan perairan tersebut secara mendadak saat para nelayan sedang beraktivitas mencari ikan.
Insiden ini sempat memicu kepanikan di kalangan keluarga korban dan komunitas nelayan setempat. Beruntung, kesigapan aparat gabungan dari Satpolairud, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, serta dukungan perahu nelayan lain membuat proses pencarian dan pertolongan berlangsung cepat sebelum kondisi cuaca semakin memburuk.
Kronologi Kejadian dan Upaya Penyelamatan
Berdasarkan data yang dihimpun dari posko SAR terpadu di lapangan, rentetan peristiwa kecelakaan laut hingga penyelamatan berlangsung dengan linimasa sebagai berikut:
- Pukul 03.30 WIB: Kapal nelayan bertolak dari dermaga tradisional menuju wilayah tangkapan ikan di sekitar perairan Bomo dengan membawa enam awak kapal.
- Pukul 05.45 WIB: Kondisi cuaca di tengah laut tiba-tiba berubah ekstrem. Angin kencang memicu gelombang tinggi setinggi 2,5 hingga 3 meter yang langsung menghantam lambung kapal hingga mengalami kebocoran parah.
- Pukul 06.15 WIB: Kapal kehilangan keseimbangan dan mulai tenggelam. Para korban sempat bertahan dengan berpegangan pada jeriken serta puing-puing kayu kapal yang mengapung.
- Pukul 06.40 WIB: Sinyal marabahaya dan laporan darurat diterima oleh kelompok nelayan lain yang langsung meneruskan informasi tersebut ke pihak berwenang.
- Pukul 07.30 WIB: Tim SAR gabungan tiba di koordinat kejadian dan berhasil menaikkan seluruh korban ke atas kapal penyelamat dalam kondisi sadar meski mengalami kelelahan ekstrem.
"Seluruh korban berjumlah enam orang berhasil ditemukan dan dievakuasi dalam kondisi selamat. Mereka langsung dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan medis intensif menyusul gejala hipotermia ringan," ujar salah satu petugas tim penyelamat di lokasi evakuasi.
Imbauan Keselamatan Berlayar dan Kewaspadaan Cuaca
Menanggapi peristiwa ini, otoritas maritim setempat mengingatkan seluruh nelayan dan pelaku transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi anomali cuaca. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Timur.
Berikut adalah beberapa imbauan keselamatan yang ditekankan oleh petugas kepolisian perairan:
- Memeriksa Prakiraan Cuaca: Nelayan diwajibkan memantau rilis resmi BMKG maritim sebelum memutuskan melaut.
- Kelengkapan Alat Keselamatan: Memastikan setiap kapal membawa jaket pelampung (life jacket) sesuai jumlah manifes serta alat komunikasi darurat yang berfungsi baik.
- Kelaikan Armada: Melakukan inspeksi fisik pada lambung kapal dan mesin guna menghindari risiko kerusakan mekanis di tengah laut.
Saat ini, bangkai kapal nelayan yang karam masih berada di dasar perairan Bomo dan sedang diupayakan proses penarikan jika kondisi ombak telah melandai. Keenam nelayan yang selamat kini telah dipulangkan ke kediaman masing-masing setelah dipastikan pulih sepenuhnya.
Comments (0)