BANDUNG, Terdepan.id — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa terbaik demi keselamatan lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan.
Ajakan solidaritas kemanusiaan ini disampaikan Farhan menyusul kabar mengenai peristiwa nahas yang menimpa rombongan awak media tersebut. Ia menekankan bahwa profesi jurnalis memiliki risiko tinggi di lapangan demi menghadirkan informasi yang akurat bagi publik, sehingga keselamatan mereka patut menjadi perhatian bersama.
"Kami mengajak seluruh warga Kota Bandung untuk menyempatkan doa bagi keselamatan rekan-rekan jurnalis dan awak kapal yang saat ini masih dalam proses pencarian di Selat Sunda. Semoga mereka segera ditemukan dalam kondisi selamat dan tim penyelamat diberi kelancaran," ujar Farhan di Bandung.
Kronologi dan Perkembangan Operasi Pencarian
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal yang membawa rombongan pewarta tersebut mengalami kendala teknis dan cuaca buruk sebelum akhirnya hilang kontak dari radar navigasi maritim. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan untuk menyisir titik koordinat terakhir kapal.
- Laporan Kehilangan Kontak: Otoritas pelabuhan dan Basarnas menerima sinyal darurat (distress call) terakhir pada koordinat perairan Selat Sunda bagian selatan sebelum komunikasi terputus total.
- Aktivasi Operasi SAR Gabungan: Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) bersama TNI AL dan Polairud segera mengerahkan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) serta kapal patroli menuju lokasi pencarian.
- Penyisiran Wilayah Terdampak: Operasi pencarian difokuskan pada radius puluhan mil laut dari perkiraan titik hilang dengan mempertimbangkan arah arus dan gelombang laut.
Dukungan untuk Keluarga dan Tim Evakuasi
Pemerintah Kota Bandung turut menyampaikan empati yang mendalam kepada keluarga korban yang saat ini tengah menanti kabar kepastian di posko pemantauan. Farhan berharap koordinasi lintas instansi dapat mempercepat penemuan seluruh korban.
Pihaknya juga menyoroti pentingnya dukungan moril bagi tim penyelamat yang harus menghadapi kondisi cuaca ekstrem di perairan Selat Sunda demi menuntaskan misi kemanusiaan tersebut.
- Pengerahan Armada Laut: KRI dan kapal patroli Polairud dikerahkan menyisir perairan terbuka.
- Pemantauan Udara: Helikopter pencari disiagakan guna memperluas jangkauan pandang pencarian korban.
- Posko Krisis Terpadu: Posko informasi dibuka untuk keluarga korban dan asosiasi pers yang memantau perkembangan situasi.
Solidaritas Komunitas Pers
Kabar hilangnya para pekerja media ini memicu gelombang solidaritas luas dari berbagai organisasi profesi jurnalis di Tanah Air. Komunitas pers mendesak agar prosedur keselamatan maritim dan protokol darurat terus dimaksimalkan hingga seluruh awak media dan kru kapal berhasil dievakuasi.
Doa bersama yang digagas di Kota Bandung diharapkan mampu memberikan kekuatan moral bagi keluarga korban serta menyuntikkan semangat bagi para personel SAR yang bertarung melawan waktu di tengah gelombang laut Selat Sunda.
Comments (0)