Bangkok, Terdepan.id — Sejarah baru tercipta di SEA Games 2025. Untuk pertama kalinya, cabang olahraga piring terbang atau flying disc tampil sebagai cabang olahraga (cabor) demonstrasi, dan Indonesia langsung mencatatkan diri sebagai peraih medali emas pertama di nomor ultimate frisbee beregu campuran. Dalam laga final yang berlangsung di Bangkok Youth Center, Kamis (11/12/2025), tim Merah Putih mengalahkan Filipina dengan skor 15-12 di hadapan sekitar 2.000 penonton yang antusias.
Pertandingan berlangsung sengit sejak lemparan pembuka (pull). Indonesia, yang diperkuat 12 atlet muda binaan Asosiasi Flying Disc Indonesia (AFDI), tampil dominan dengan strategi vertical stack yang rapi dan pertahanan zone defense yang disiplin. Kapten tim, Ryan Kusuma, menjadi bintang dengan mencatatkan 5 assists dan 3 goals. “Kami tidak menyangka bisa meraih emas. Ini hasil kerja keras seluruh tim dan bukti bahwa flying disc layak diperhitungkan,” ujar Ryan usai pertandingan.
Flying disc sendiri bukanlah olahraga asing di Indonesia. Komunitasnya telah berkembang sejak awal 2000-an dan kini tercatat lebih dari 50 klub aktif di berbagai kota. Namun, tampil di ajang multi-cabang sekelas SEA Games merupakan lompatan besar. AFDI mencatat, saat ini terdapat sekitar 1.500 atlet terdaftar di seluruh Indonesia, dengan peningkatan jumlah peserta turnamen mencapai 40% per tahun sejak 2020.
Analisis: Mengapa Flying Disc Layak Tampil di SEA Games?
Kehadiran flying disc sebagai cabor demonstrasi di SEA Games 2025 bukanlah kebetulan. Olahraga ini telah memenuhi sejumlah kriteria penting yang ditetapkan Federasi Olahraga Asia Tenggara (SEAGF): memiliki federasi internasional (World Flying Disc Federation/WFDF), dipertandingkan di lebih dari tiga negara ASEAN, serta memiliki potensi pengembangan jangka panjang. Berikut perbandingan singkat flying disc dengan olahraga beregu populer lainnya di kawasan:
| Aspek |
Ultimate Frisbee (Flying Disc) |
Sepak Bola |
Bola Basket |
| Jumlah pemain di lapangan |
7 vs 7 |
11 vs 11 |
5 vs 5 |
| Jenis kelamin |
Campuran (4 pria, 3 wanita atau sebaliknya) |
Terpisah |
Terpisah |
| Wasit |
Tanpa wasit; semangat Spirit of the Game |
Dengan wasit |
Dengan wasit |
| Biaya peralatan per atlet |
Rendah (hanya piringan) |
Sedang |
Sedang |
| Jumlah negara anggota WFDF di ASEAN |
8 |
- |
- |
“Flying disc memiliki keunikan sebagai olahraga tim campuran tanpa wasit yang mengedepankan sportivitas. Nilai-nilai ini sangat sejalan dengan semangat SEA Games untuk membangun persahabatan antarnegara,” ujar Dr. Rudi Hartono, pengamat olahraga dari Universitas Negeri Jakarta.
Di level kompetisi, nomor ultimate frisbee yang dipertandingkan di SEA Games 2025 menggunakan format beregu campuran 7 lawan 7. Aturan Spirit of the Game menjadi ruh pertandingan: pemain bertanggung jawab menyelesaikan sengketa sendiri tanpa bantuan wasit. Hal ini menjadi tontonan menyegarkan di tengah maraknya kontroversi kepemimpinan wasit di cabang lain.
Keberhasilan Indonesia meraih emas juga didukung oleh program pemusatan latihan nasional yang digelar AFDI selama 6 bulan terakhir di Yogyakarta. Pelatih kepala, Susan Melani, mengatakan bahwa timnya sengaja memadukan pemain senior berpengalaman dengan talenta muda dari kejuaraan nasional pelajar. “Kami ingin menunjukkan bahwa flying disc bisa menjadi jalur prestasi baru bagi anak muda,” ungkapnya.
Dari sisi penyelenggaraan, cabor demonstrasi ini menelan biaya operasional yang relatif kecil. Satu piringan standar pertandingan hanya seharga sekitar Rp150.000 dan lapangan dapat menggunakan lapangan sepak bola biasa yang disesuaikan. Ini menjadikan flying disc sebagai olahraga yang sangat inklusif dan mudah diadopsi negara-negara berkembang.
Meski hanya berstatus demonstrasi, perolehan medali tidak masuk dalam klasemen resmi. Namun, sambutan luar biasa dari penonton dan media membuat SEAGF membuka peluang untuk menaikkan status flying disc menjadi cabor resmi pada SEA Games 2027 mendatang. Thailand, sebagai tuan rumah, juga menyatakan minatnya membangun kompetisi domestik yang lebih serius. “Kami optimistis flying disc akan menjadi cabor resmi berikutnya. Antusiasme penonton dan jumlah peserta terus meningkat,” kata Sekretaris Jenderal WFDF, Michael Hu, dalam konferensi pers virtual yang diikuti Terdepan.id.
Dengan tambahan emas dari flying disc, Indonesia kini mengoleksi total 15 medali emas pada hari keempat penyelenggaraan SEA Games 2025, memperkuat posisi di papan atas klasemen. Momentum ini diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius membina komunitas flying disc di sekolah dan universitas.
[SOCIAL_TWEET]: Sejarah tercipta! Indonesia raih emas pertama di cabor demonstrasi flying disc SEA Games 2025. Tim ultimate frisbee campuran kalahkan Filipina 15-12. Olahraga tanpa wasit ini kian membuktikan sportivitas. #SEAGames2025 #FlyingDisc #UltimateFrisbee
[SOCIAL_TG]: 🥏 Breaking: Tim Ultimate Frisbee Indonesia ukir sejarah dengan meraih emas pertama cabor demonstrasi flying disc di SEA Games 2025! Di final, skor 15-12 atas Filipina. Semangat sportivitas tanpa wasit jadi daya tarik utama. Simak analisis dan prospek flying disc menuju cabor resmi 2027 di kanal ini.
Comments (0)